Kompas.com - 04/07/2013, 18:52 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (24/4/2013) kembali meriksa Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono untuk penyidikan kasus dugaan penerimaan hadiah terkait dana bantuan sosial di Pemerintah Kota Bandung. Setyabudi dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Herry Nurhayat (HN).

KOMPAS/ALIF ICHWANKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (24/4/2013) kembali meriksa Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono untuk penyidikan kasus dugaan penerimaan hadiah terkait dana bantuan sosial di Pemerintah Kota Bandung. Setyabudi dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Herry Nurhayat (HN).
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Rekonstruksi atau reka ulang kasus dugaan suap kepada hakim Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono, Kamis (4/7/2013), berlangsung di sejumlah tempat. Salah satu tempat tersebut adalah rumah karaoke bernama Venetian Karaoke di Jalan Pasirkaliki, Bandung, Jawa Barat. Rekonstruksi di rumah karaoke ini melibatkan dua tersangka, yakni Hakim Setyabudi dan Ketua Gasibu Padjajaran Toto Hutagalung.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi mengungkapkan, rekonstruksi dilakukan di Venetian Karaoke karena kemungkinan terjadi pertemuan di tempat itu. Saat ditanya mengenai dugaan adanya pemberian dari Toto kepada Hakim Setyabudi dalam bentuk jasa hiburan malam, Johan mengaku belum tahu. "Belum sampai ke situ," ujarnya.

Selain di rumah karaoke, rekonstruksi digelar di Hotel Topas, Money Changer Dollarindo, serta di sebuah vila di kawasan Ujung Berung, Bandung. Rekonstruksi juga dilakukan di kediaman Wali Kota Bandung Dada Rosada di Jalan Tirtasari II No 12 RT 12 RW 09, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari; di kantor Dada di Pemerintah Kota Bandung; dan di rumah mantan Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat, Sareh Wiyono.

Menurut Johan, rekonstruksi yang dilakukan mulai Rabu (4/7/2013) tersebut kemungkinan akan selesai pada hari ini. "Apabila hari ini menurut penyidik belum selesai, akan dilakukan besok. Kalau cukup hari ini, ya selesai hari ini. Saya belum dapat info lebih lanjut," kata Johan.

Dalam kasus dugaan penyuapan kepada Hakim Setyabudi, KPK mulanya menetapkan empat tersangka. Keempatnya adalah Toto, Setyabudi, Asep Triana yang diduga sebagai orang suruhan Toto, dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung, Herry Nurhayat.

Dalam pengembangannya, KPK kemudian menetapkan Dada dan mantan Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Bandung Edi Siswadi sebagai tersangka. Pemberian suap kepada Hakim Setyabudi ini diduga berkaitan dengan perkara korupsi bantuan sosial Pemkot Bandung yang ditangani PN Bandung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Soal Penegakan Prokes dan Vaksinasi, Jokowi Turut Sampaikan Terima Kasih pada Pemuka Agama

    Soal Penegakan Prokes dan Vaksinasi, Jokowi Turut Sampaikan Terima Kasih pada Pemuka Agama

    Nasional
    Tersangka Kasus Korupsi Asabri Meninggal, Kejari Jaktim Bakal Hentikan Tuntutan

    Tersangka Kasus Korupsi Asabri Meninggal, Kejari Jaktim Bakal Hentikan Tuntutan

    Nasional
    Jokowi: Mari Bergandengan Tangan, Rapatkan Barisan, Bersama-sama Hadapi Pandemi Covid-19

    Jokowi: Mari Bergandengan Tangan, Rapatkan Barisan, Bersama-sama Hadapi Pandemi Covid-19

    Nasional
    Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia, Wapres Ajak Masyarakat Syukuri Kemerdekaan

    Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia, Wapres Ajak Masyarakat Syukuri Kemerdekaan

    Nasional
    Menag: Semoga Pandemi Lekas Berakhir dan Kita Dapat Hidup Normal Kembali

    Menag: Semoga Pandemi Lekas Berakhir dan Kita Dapat Hidup Normal Kembali

    Nasional
    Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat

    Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat

    Nasional
    Peringatan HUT ke-76 RI, Pemerintah Imbau Pasang Bendera Merah Putih 1-31 Agustus

    Peringatan HUT ke-76 RI, Pemerintah Imbau Pasang Bendera Merah Putih 1-31 Agustus

    Nasional
    UPDATE 1 Agustus: 20.673.079 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

    UPDATE 1 Agustus: 20.673.079 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

    Nasional
    UPDATE 1 Agustus: 30.738 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Jawa Tengah Terbanyak

    UPDATE 1 Agustus: 30.738 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Jawa Tengah Terbanyak

    Nasional
    Politikus PAN: Tidak Boleh Lagi Ada Alasan Vaksin Covid-19 Kosong

    Politikus PAN: Tidak Boleh Lagi Ada Alasan Vaksin Covid-19 Kosong

    Nasional
    UPDATE 1 Agustus: Ada 535.135 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

    UPDATE 1 Agustus: Ada 535.135 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 1 Agustus: Jawa Tengah Catatkan Penambahan Tertinggi Kasus Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

    UPDATE 1 Agustus: Jawa Tengah Catatkan Penambahan Tertinggi Kasus Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

    Nasional
    Syarat Vaksinasi Covid-19 untuk Pelonggaran Aktivitas Diprediksi Tingkatkan Minat Masyarakat untuk Divaksinasi

    Syarat Vaksinasi Covid-19 untuk Pelonggaran Aktivitas Diprediksi Tingkatkan Minat Masyarakat untuk Divaksinasi

    Nasional
    UPDATE: Tambah 178.375 Spesimen Diperiksa Dalam 24 Jam Terakhir

    UPDATE: Tambah 178.375 Spesimen Diperiksa Dalam 24 Jam Terakhir

    Nasional
    Kemenkes Sebut Varian Delta Menyebar Hampir Merata di Seluruh Indonesia

    Kemenkes Sebut Varian Delta Menyebar Hampir Merata di Seluruh Indonesia

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X