Kompas.com - 04/07/2013, 09:55 WIB
Ilustrasi: Warga membaca Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (20/8/2010). Ramadhan dipergunakan sebaik-baiknya oleh umat Islam untuk mencari pahala, antara lain dengan membaca Al Quran, beriktikaf, dan shalat tarawih.  KOMPAS/AGUS SUSANTO Ilustrasi: Warga membaca Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (20/8/2010). Ramadhan dipergunakan sebaik-baiknya oleh umat Islam untuk mencari pahala, antara lain dengan membaca Al Quran, beriktikaf, dan shalat tarawih.
EditorInggried Dwi Wedhaswary

Hantaman memaksa inti prototheia bergabung ke protobumi, sementara selubung dan keraknya berhamburan sebagai remah-remah tumbukan beraneka ragam ukuran ke lingkungan sekeliling Bumi. Sehingga terbentuk kabut debu nan pekat dan sistem cincin yang mengelilingi Bumi.

Proses kondensasi kemudian memaksa debu-debu produk hantaman kembali menggumpal dan lama-kelamaan kian membesar, hingga menjadi dua buah benda langit yang sama-sama mengitari Bumi. Ya, pada awalnya Bumi mempunyai dua (bayi) Bulan!

Seperti halnya protobumi dan prototheia, dua bayi Bulan itu bergerak mengitari Bumi dengan berbagi orbit yang sama.

Kisah pun berulang, stabilitas tak terbentuk. Sebaliknya, salah satu bayi Bulan mulai bergoyang dari posisinya dan lama-kelamaan kemudian menghantam bayi Bulan lainnya. Inilah yang kemudian membentuk Bulan seperti yang kita kenal pada saat ini dengan dua wajah yang sangat berbeda di antara sisi dekat (yang menghadap ke Bumi) dengan sisi jauhnya (yang membelakangi Bumi).

Sisa dari proses pembentukan Bulan yang demikian menakjubkan ini masih terjejak di masa kini, dalam bentuk kian menjauhnya Bulan dari Bumi dengan kecepatan 3,82 cm/tahun. Fakta ini baru kita temui tatkala pengukuran jarak Bumi-Bulan dengan akurasi sangat tinggi berhasil dilakukan tatkala para astronot program Apollo berhasil memasang cermin pemantul laser dalam program pendaratan manusia di Bulan.

* Muh. Ma'rufin Sudibyo, Koordinator Riset Jejaring Rukyatul Hilal Indonesia & Ketua Tim Ahli Badan Hisab dan Rukyat Daerah Kebumen
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Kejaksaan ke Rapat Paripurna

    Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Kejaksaan ke Rapat Paripurna

    Nasional
    Ditjen HAM Sebut Ada 1.500 Aduan Terkait Dugaan Pelanggaran HAM Sepanjang Tahun 2021

    Ditjen HAM Sebut Ada 1.500 Aduan Terkait Dugaan Pelanggaran HAM Sepanjang Tahun 2021

    Nasional
    KSAL: Armada RI Harus Dilengkapi Kapal Perang yang Mumpuni dan Modern

    KSAL: Armada RI Harus Dilengkapi Kapal Perang yang Mumpuni dan Modern

    Nasional
    Rasamala Aritonang Tolak Tawaran Jadi ASN Polri, Ini Alasannya

    Rasamala Aritonang Tolak Tawaran Jadi ASN Polri, Ini Alasannya

    Nasional
    KSAL: Armada RI Harus Mampu Tunjukkan Kekuatan yang Getarkan Lawan maupun Kawan

    KSAL: Armada RI Harus Mampu Tunjukkan Kekuatan yang Getarkan Lawan maupun Kawan

    Nasional
    Malam Ini, Baleg Dijadwalkan Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022

    Malam Ini, Baleg Dijadwalkan Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022

    Nasional
    Penyebaran Omicron Meluas, Pemerintah Belum Tambah Daftar Negara yang Dilarang Masuk RI

    Penyebaran Omicron Meluas, Pemerintah Belum Tambah Daftar Negara yang Dilarang Masuk RI

    Nasional
    Polri Geser KPK Jadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, Kapolri: Kerja Keras Seluruh Personel

    Polri Geser KPK Jadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, Kapolri: Kerja Keras Seluruh Personel

    Nasional
    Waketum PPP Sebut Jokowi Belum Sampaikan Rencana Reshuffle ke Partai Koalisi

    Waketum PPP Sebut Jokowi Belum Sampaikan Rencana Reshuffle ke Partai Koalisi

    Nasional
    Jaksa Tuntut Maskur Husain 10 Tahun Penjara

    Jaksa Tuntut Maskur Husain 10 Tahun Penjara

    Nasional
    Pemerintah Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19 Saat KTT G20

    Pemerintah Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19 Saat KTT G20

    Nasional
    Yasonna Harap Revisi UU Cipta Kerja dan UU PPP Dibahas Secara Paralel

    Yasonna Harap Revisi UU Cipta Kerja dan UU PPP Dibahas Secara Paralel

    Nasional
    Hal yang Memberatkan Tuntutan Robin: Rusak Citra KPK dan Polri

    Hal yang Memberatkan Tuntutan Robin: Rusak Citra KPK dan Polri

    Nasional
    Airlangga: Kasus Aktif Covid-19 Indonesia 7.526, di Bawah Rata-rata Global

    Airlangga: Kasus Aktif Covid-19 Indonesia 7.526, di Bawah Rata-rata Global

    Nasional
    Kenaikan Hartanya Dipertanyakan, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Punya 13 Lahan-Bangunan Senilai Rp 11 Miliar

    Kenaikan Hartanya Dipertanyakan, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Punya 13 Lahan-Bangunan Senilai Rp 11 Miliar

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.