Kompas.com - 03/07/2013, 18:58 WIB
Calon presiden dan wakil presiden yang diusung Partai Hanura Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo (berbaju putih tengah) menyapa pendukungnya saat acara deklarasi capres-cawapres dari Partai Hanura di Jakarta, Selasa (2/7/2013). Sebelum diusung sebagai cawapres Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo sempat bergabung dengan Partai NasDem yang dipimpin Surya Paloh.  TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Calon presiden dan wakil presiden yang diusung Partai Hanura Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo (berbaju putih tengah) menyapa pendukungnya saat acara deklarasi capres-cawapres dari Partai Hanura di Jakarta, Selasa (2/7/2013). Sebelum diusung sebagai cawapres Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo sempat bergabung dengan Partai NasDem yang dipimpin Surya Paloh.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Hanura mengakui bahwa pendeklarasian Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo sebagai pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden 2014 melawan pakem politik nasional.

Hal itu dikatakan Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura Ahmad Rofiq saat dihubungi pada Rabu (3/7/2013) sore. Rofiq menjelaskan, selama ini para pelaku politik, termasuk partai politik, selalu mendeklarasikan kandidatnya setelah pemilihan legislatif usai. Akan tetapi, Partai Hanura memutuskan untuk menabrak pakem tersebut untuk menunjukkan kepercayaan diri menghadapi Pemilihan Presiden di 2014 nanti.

"Deklarasi kemarin memang melawan pakem politik yang ada. Tapi justru itu menunjukkan suatu sikap politik Hanura dengan kepercayaan diri," kata Rofiq.

Selain itu, kata Rofiq, Hanura ingin memberi kesempatan luas untuk masyarakat mengenal sosok keduanya. Ia berharap, di waktu yang panjang ini masyarakat pemilih dapat mendapatkan banyak pengetahuan tentang capres dan cawapres dari Hanura.

"Jadi bukan sekadar menang atau kalah, kita ingin memberikan kultur demokrasi yang bersih, kita ingin memberikan waktu pada masyarakat untuk mengenal capresnya," ujar Rofiq.

Seperti diberitakan, pendeklarasian Wiranto-Hary Tanoe digelar pada Selasa (2/7/2013) di Hotel Mercure, Jakarta Pusat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima PT PAL, Prabowo: Pertahanan Tak Boleh Diabaikan

    Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima PT PAL, Prabowo: Pertahanan Tak Boleh Diabaikan

    Nasional
    Tinjau Lokasi Terdampak Erupsi Semeru, Risma Ingin Pastikan Dapur Umum Penuhi Kebutuhan Pengungsi

    Tinjau Lokasi Terdampak Erupsi Semeru, Risma Ingin Pastikan Dapur Umum Penuhi Kebutuhan Pengungsi

    Nasional
    UPDATE 5 Desember: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 3.565

    UPDATE 5 Desember: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 3.565

    Nasional
    UPDATE 5 Desember: Kasus Kematian Covid-19 Jadi 143.867 Usai Bertambah 4

    UPDATE 5 Desember: Kasus Kematian Covid-19 Jadi 143.867 Usai Bertambah 4

    Nasional
    UPDATE 5 Desember: Sebaran 196 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

    UPDATE 5 Desember: Sebaran 196 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

    Nasional
    UPDATE 5 Desember: Ada 7.526 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 5 Desember: Ada 7.526 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 5 Desember: Bertambah 298, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.106.292

    UPDATE 5 Desember: Bertambah 298, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.106.292

    Nasional
    UPDATE 5 Desember 2021: Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 196

    UPDATE 5 Desember 2021: Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 196

    Nasional
    Survei Indikator: 34,3 Persen Responden Nilai Pemberantasan Korupsi RI Buruk, 32,8 Persen Anggap Baik

    Survei Indikator: 34,3 Persen Responden Nilai Pemberantasan Korupsi RI Buruk, 32,8 Persen Anggap Baik

    Nasional
    Menko PMK Optimistis Penanganan Dampak Erupsi Semeru Berjalan Optimal

    Menko PMK Optimistis Penanganan Dampak Erupsi Semeru Berjalan Optimal

    Nasional
    BNPB Beri Uang Sewa Hunian Selama 6 Bulan ke Warga yang Rumahnya Rusak akibat Erupsi Semeru

    BNPB Beri Uang Sewa Hunian Selama 6 Bulan ke Warga yang Rumahnya Rusak akibat Erupsi Semeru

    Nasional
    Survei Indikator: Persepsi Publik pada Ekonomi Nasional Masih Negatif, tetapi Ada Optimisme

    Survei Indikator: Persepsi Publik pada Ekonomi Nasional Masih Negatif, tetapi Ada Optimisme

    Nasional
    Pemerintah Minta Warga di Sekitar Gunung Semeru Ikuti Arahan Petugas

    Pemerintah Minta Warga di Sekitar Gunung Semeru Ikuti Arahan Petugas

    Nasional
    Menteri PPPA Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Bunuh Diri Mahasiswi NWR

    Menteri PPPA Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Bunuh Diri Mahasiswi NWR

    Nasional
    TNI AU Siagakan Tiga Helikopter Bantu Penanganan Erupsi Gunung Semeru

    TNI AU Siagakan Tiga Helikopter Bantu Penanganan Erupsi Gunung Semeru

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.