Kompas.com - 03/07/2013, 14:44 WIB
Ilustrasi Ramadhan. ShutterstockIlustrasi Ramadhan.
Penulis ING
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama belum menentukan awal puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri tahun 2013. Untuk menentukannya, NU akan mempertahankan metode rukyat atau melihat hilal sebagai penanda awal bulan.

"Sesuai dengan sabda Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam, puasalah kamu dengan melihat bulan dan berlebaranlah dengan melihat bulan. Untuk itu, NU akan tetap berpegang pada metode rukyat untuk penentuan awal Ramadhan dan hari raya Idul Fitri," ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Rabu (3/7/2013).

Ia menolak anggapan bahwa penentuan awal bulan dengan metode rukyat merupakan metode yang sudah tertinggal dari kemajuan teknologi.

"Lajnah Falakiyah kami juga canggih, mau menentukan tanggal sampai tiga ribu tahun ke depan juga bisa. Ini bukan soal canggih atau tidak canggih, tetapi ini mengikuti seperti apa yang dijalankan Rasulullah," katanya.

Mengenai cuaca mendung yang sering menjadi hambatan dalam metode rukyat, menurut dia, ada petunjuk lain untuk penggenapan bulan menjadi 30 hari.

Perbedaan

Sementara itu, terkait seringnya terjadi perbedaan awal puasa dan hari raya Idul Fitri di Indonesia, Said menyesalkannya. Ia mengatakan, di Timur Tengah, perbedaan itu menjadi hal yang wajar pada negara yang berbeda. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mesir itu menggunakan rukyat, Jordania menggunakan hisab. Di Timur Tengah penentuan puasa juga sering berbeda, tetapi antarnegara, bukan di satu negara ada kelompok-kelompok yang saling berbeda," kata Said.

Sekretaris Lajnah Falakiyah NU Nahari Ilyas mengatakan, NU mulai melaksanakan motode rukyat pada 28 Syakban 1434 H atau bertepatan tanggal 8 Juli 2013. Ada 90 titik untuk melihat hilal.

"Semua hasil-hasil yang sudah dilihat di sembilan puluh titik itu akan dilaporkan ke Lajnah Falakiyah pusat, ke kami. Selanjutnya di sini akan dibahas bagaimana keputusan akhirnya," kata Nahari. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    PVMBG: Gunung Semeru Masih Level Waspada meskipun Aktivitasnya Meningkat

    PVMBG: Gunung Semeru Masih Level Waspada meskipun Aktivitasnya Meningkat

    Nasional
    Orangtua Diminta Mengantar Anak Remajanya Ikuti Vaksinasi Covid-19

    Orangtua Diminta Mengantar Anak Remajanya Ikuti Vaksinasi Covid-19

    Nasional
    UPDATE: 4,25 Juta Kasus Covid-19, Capaian Vaksinasi Dosis Kedua Sudah 47,49 Persen

    UPDATE: 4,25 Juta Kasus Covid-19, Capaian Vaksinasi Dosis Kedua Sudah 47,49 Persen

    Nasional
    Minta Pemerintah Gerak Cepat Respons Dampak Erupsi Semeru, Pimpinan DPR: Segera Buat Posko Darurat

    Minta Pemerintah Gerak Cepat Respons Dampak Erupsi Semeru, Pimpinan DPR: Segera Buat Posko Darurat

    Nasional
    Pemda Diminta Segera Kaji Meletusnya Semeru untuk Tentukan Status Darurat

    Pemda Diminta Segera Kaji Meletusnya Semeru untuk Tentukan Status Darurat

    Nasional
    Kepala BNPB ke Lumajang Minggu Pagi Tinjau Penanganan Dampak Erupsi Gunung Semeru

    Kepala BNPB ke Lumajang Minggu Pagi Tinjau Penanganan Dampak Erupsi Gunung Semeru

    Nasional
    Evakuasi Pengungsi Semeru Terhambat Debu Tebal, Kendaraan 4X4 Susah Bergerak

    Evakuasi Pengungsi Semeru Terhambat Debu Tebal, Kendaraan 4X4 Susah Bergerak

    Nasional
    Wapres Harap ICMI Bantu Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

    Wapres Harap ICMI Bantu Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

    Nasional
    Minta Bantuan Evakuasi 8 Warga Terdampak Erupsi Semeru, Wabup Lumajang: Kasihan Keluarganya Menangis Semua...

    Minta Bantuan Evakuasi 8 Warga Terdampak Erupsi Semeru, Wabup Lumajang: Kasihan Keluarganya Menangis Semua...

    Nasional
    Erupsi Semeru, 8 Penambang Terjebak Lahar Panas dan 2 Orang Hilang

    Erupsi Semeru, 8 Penambang Terjebak Lahar Panas dan 2 Orang Hilang

    Nasional
    Jembatan Gladagperak Putus akibat Erupsi Semeru, Lumajang Harapkan Bantuan Pemkab Malang

    Jembatan Gladagperak Putus akibat Erupsi Semeru, Lumajang Harapkan Bantuan Pemkab Malang

    Nasional
    Kementerian ESDM Sebut Gunung Semeru Kini Level Waspada

    Kementerian ESDM Sebut Gunung Semeru Kini Level Waspada

    Nasional
    Dampak Erupsi Gunung Semeru, 1 Orang Meninggal dan Hampir Semua Rumah di Curah Kobokan Hancur

    Dampak Erupsi Gunung Semeru, 1 Orang Meninggal dan Hampir Semua Rumah di Curah Kobokan Hancur

    Nasional
    Komisi III DPR Minta Kapolri Usut Oknumnya yang Lakukan Pemerkosaan di Mojokerto

    Komisi III DPR Minta Kapolri Usut Oknumnya yang Lakukan Pemerkosaan di Mojokerto

    Nasional
    Erupsi Gunung Semeru, BNPB Imbau 4 Hal ini Kepada Masyarakat

    Erupsi Gunung Semeru, BNPB Imbau 4 Hal ini Kepada Masyarakat

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.