Fahri: KPK Main-main Tangani Century - Kompas.com

Fahri: KPK Main-main Tangani Century

Kompas.com - 03/07/2013, 13:45 WIB
KOMPAS/ALIF ICHWAN Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah memberi penjelasan kepada wartawan saat rehat rapat Majelis Syuro di DPP PKS, Jakarta, Minggu (12/5/2013). Menurut Fahri, hadir dalam rapat kali ini Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta. Rapat Majelis Syuro PKS membahas strategi pemenangan Pemilu 2014 juga tak secara khusus membahas kasus impor daging sapi yang menyeret eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menilai Komisi Pemberantasan Korupsi tidak serius menangani skandal Bank Century. Hal ini menyusul ketidakhadiran KPK sebanyak tiga kali setelah dipanggil Timwas Century.

"KPK ini tidak ada iktikad baik. Pekan lalu, tidak hadir karena soal remeh seminar, hari ini jadi narasumber. Padahal, ini permasalahan riil. KPK ini main-main," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Rabu (3/7/2013).

Fahri menyimpulkan bahwa elemen-elemen yang terlibat dalam kasus Century justru bekerja di dalam KPK itu sendiri. Hal ini dilakukan untuk mengaburkan makna dari kasus Century. Fahri membandingkan dengan pimpinan KPK jilid II dan III yang justru lebih fokus menangani perkara Century.

"KPK ada jaringan yang bekerja agar kasus Century tidak naik ke inti persoalan," kata Fahri.

Seperti diberitakan, KPK menemukan bukti adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan kewenangan dalam pencairan dana bail out Century senilai Rp 6,7 triliun. Dua orang mantan pejabat BI pun sudah ditetapkan sebagai tersangka pada akhir 2012 lalu. Mereka adalah Budi Mulya selaku mantan Deputi bidang IV Pengelolaan Moneter Devisa BI dan Siti Fadjriyah selaku Deputi IV bidang Pengawasan. Keduanya dianggap melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.


Para anggota Timwas berpendapat, sebagai Gubernur BI, Boediono juga harus ikut bertanggung jawab. Pendapat itu juga masuk dalam keputusan Pansus Bank Century. Namun, hingga kini KPK belum juga menetapkan tersangka baru.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorCaroline Damanik
    Komentar

    Close Ads X