Kompas.com - 03/07/2013, 11:21 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan surat yang menyatakan  tidak bisa hadir dalam rapat dengan Timwas Century, Rabu (3/7/2013). Kompas.com/SABRINA ASRILKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan surat yang menyatakan tidak bisa hadir dalam rapat dengan Timwas Century, Rabu (3/7/2013).
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali tidak memenuhi undangan dari Timwas Century, Rabu (3/7/2013). KPK sudah tiga kali mangkir dari panggilan timwas. Anggota Timwas Century dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, meminta DPR untuk segera memanggil paksa pimpinan KPK.

"Saya mengusulkan dipanggil paksa, karena mengacu pada undang-undang MD3, hal ini bisa dilakukan kalau sampai tiga kali berturut-turut tidak hadir juga," ujar Hendrawan di Kompleks Parlemen, Rabu (3/7/2013).

KPK juga menyerahkan surat resminya hari ini kepada Wakil Ketua DPR Sohibul Iman. Di dalam surat dengan nomor B1637/01/07/2013 itu, disebutkan Ketua KPK tidak bisa memenuhi undangan Timwas Century karena pada waktu bersamaan juga harus menghadiri undangan pembekalan caleg DPR RI Tahap II yang merupakan undangan dari DPP PDI Perjuangan.

Menurut Hendrawan, hal ini hanyalah alasan yang dipakai KPK. "Seharusnya kalau memang KPK itu isi acara di PDI-P pagi, siang bisa datang. Setahu saya KPK di PDI Perjuangan-nya hanya pukul 10.30-11.30," imbuh Hendrawan.

Oleh karena itu, Hendrawan mengaku kecewa dengan ketidakhadiran KPK tersebut. "Timwas kecewa sekali karena Timwas mempunyai harapan besar kepada KPK," tutur anggota Komisi VI DPR ini.

Sebelumnya, KPK sudah dua kali tidak memenuhi undangan Timwas Century. Pekan lalu, pimpinan KPK tidak bisa hadir karena banyak yang berada di luar kota. KPK juga tidak hadir pada awal Juni dengan alasan tidak bisa memenuhi undangan Timwas yang berniat menggali keterangan tentang hasil pemeriksaan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Washington DC, Amerika Serikat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Naik Pesawat di Luar Jawa-Bali Bisa Pakai Hasil Antigen, Begini Ketentuannya

    Naik Pesawat di Luar Jawa-Bali Bisa Pakai Hasil Antigen, Begini Ketentuannya

    Nasional
    Kapan Syarat PCR Akan Diperluas ke Transportasi Lain? Ini Jawaban Satgas

    Kapan Syarat PCR Akan Diperluas ke Transportasi Lain? Ini Jawaban Satgas

    Nasional
    Satgas: Laboratorium Tak Patuhi Aturan Harga Tes PCR Dicabut Izinnya

    Satgas: Laboratorium Tak Patuhi Aturan Harga Tes PCR Dicabut Izinnya

    Nasional
    Satgas: Mobilitas Masyarakat di Pusat Belanja Meningkat hingga 22,14 Persen

    Satgas: Mobilitas Masyarakat di Pusat Belanja Meningkat hingga 22,14 Persen

    Nasional
    Dari Empat Kandidat Ini, Siapakah yang Paling Tepat Jadi Gubernur Ibu Kota Negara?

    Dari Empat Kandidat Ini, Siapakah yang Paling Tepat Jadi Gubernur Ibu Kota Negara?

    Nasional
    Singgung Kemenangan PDI-P Hadapi Gugatan Mantan Kader, Mega: Saya Bukan Sembarang Pecat

    Singgung Kemenangan PDI-P Hadapi Gugatan Mantan Kader, Mega: Saya Bukan Sembarang Pecat

    Nasional
    Jaksa Agung Kaji Kemungkinan Terapkan Hukuman Mati untuk Kasus Mega Korupsi

    Jaksa Agung Kaji Kemungkinan Terapkan Hukuman Mati untuk Kasus Mega Korupsi

    Nasional
    93 Tahun Sumpah Pemuda, Jokowi Minta Pemuda Saling Memberdayakan

    93 Tahun Sumpah Pemuda, Jokowi Minta Pemuda Saling Memberdayakan

    Nasional
    Cegah TPPU dan Pendanaan Terorisme, PPATK Luncurkan Financial Integrity Rating 2021

    Cegah TPPU dan Pendanaan Terorisme, PPATK Luncurkan Financial Integrity Rating 2021

    Nasional
    Hari Sumpah Pemuda, Puan Minta Generasi Muda Maknai Keberagaman Indonesia

    Hari Sumpah Pemuda, Puan Minta Generasi Muda Maknai Keberagaman Indonesia

    Nasional
    Megawati: Kalau Enggak Suka Lagi Sama PDI-P Silakan Mengundurkan Diri

    Megawati: Kalau Enggak Suka Lagi Sama PDI-P Silakan Mengundurkan Diri

    Nasional
    Singgung UU Cipta Kerja, AMAN Nilai Indonesia Dibentuk Jadi Bangsa Tidak Beradab

    Singgung UU Cipta Kerja, AMAN Nilai Indonesia Dibentuk Jadi Bangsa Tidak Beradab

    Nasional
    UPDATE 28 Oktober: 259.541 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate dengan PCR 1,14 Persen

    UPDATE 28 Oktober: 259.541 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate dengan PCR 1,14 Persen

    Nasional
    Kementerian PPPA: Pelayanan bagi Korban Kekerasan Harus Terus Dilakukan

    Kementerian PPPA: Pelayanan bagi Korban Kekerasan Harus Terus Dilakukan

    Nasional
    UPDATE 28 Oktober: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 34,14 Persen

    UPDATE 28 Oktober: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 34,14 Persen

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.