Saksi Diminta Sembunyikan Kepemilikan Lahan Djoko

Kompas.com - 02/07/2013, 21:05 WIB
Terdakwa kasus korupsi simulator SIM, Irjen Pol Djoko Susilo KOMPAS/ALIF ICHWANTerdakwa kasus korupsi simulator SIM, Irjen Pol Djoko Susilo
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Saksi Iyan Sofyan, penjaga lahan milik Inspektur Jenderal Djoko Susilo, mengaku diminta menyembunyikan status kepemilikan lahan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, tersebut. Iyan diminta mengatakan bahwa lahan yang dibeli Eva Susilo tersebut bukanlah milik Djoko, melainkan kepunyaan seorang pengusaha asal Semarang bernama Chandra ketika  ada yang bertanya kepadanya.

"Kata Haji Suryana, jika ada yang tanya pemilik lahan, saya harus bilang itu milik Chandra, pengusaha asal Semarang," kata Iyan saat bersaksi dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang dengan terdakwa Djoko di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Menurut Iyan, Haji Suryana adalah orang yang membayarnya untuk menjaga lahan yang luasnya sekitar 8 hektar milik Djoko tersebut. Suryana juga orang yang memberitahukan Iyan bahwa tiga rumah yang berdiri di lahan tersebut merupakan milik Djoko.

Iyan menduga Suryana adalah orang kepercayaan Djoko. Pria asal Subang ini juga mengaku pernah melihat Djoko berkunjung ke lahan di Subang tersebut. "(Berkunjung) untuk mengontrol," kata Iyan saat ditanya apa kepentingan Djoko mengunjungi lahan tersebut.

Semula, Iyan mengatakan kepada majelis hakim bahwa lahan seluas 8 hektar di Subang itu milik Eva Susilo. Menurut Iyan, ada tiga bangunan yang didirikan di lahan tersebut. Lahan itu pun dihuni tiga kijang yang rutin diurus Iyan.

Pada hari ini, notaris di Subang, Hanny Ratnatisna, yang juga bersaksi pernah mengesahkan pembelian lahan yang terbagi dalam enam sertifikat pada 2007. Menurut Hanny, lahan itu dibeli oleh Eva Susilo. "Yang membeli Eva Susilo Handayani. Nilai transaksi keseluruhan Rp 300 juta dengan harga berbeda per satuan," katanya.

Baik Hany maupun Iyan mengaku tidak tahu hubungan Eva dengan Djoko.

Siapakah Eva?

Menurut surat dakwaan tim jaksa penuntut umum KPK yang dibacakan pada persidangan beberapa waktu lalu, nama Eva, berdasarkan kartu keluarga (KK) Djoko yang dikeluarkan Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, adalah anak Djoko dan istrinya, Suratmi.

Namun, berdasarkan akta kelahiran tahun 1992 pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotamadya Madiun, Eva bukanlah anak dari Djoko dan Suratmi. Akta kelahiran itu menyebutkan bahwa Eva merupakan anak dari Sukarno dan Titiek Roem. Adapun pada daftar akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Madiun nomor lainnya, Eva tercatat sebagai anak kandung dari Soekarni dan Sunarti.

Djoko didakwa melakukan tindak pidana korupsi sekaligus pencucian uang terkait proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM). Salah satu modus pencucian uang yang diduga dilakukan Djoko adalah dengan membeli aset yang diatasnamakan orang lain, termasuk Eva Susilo.

Menurut dakwaan, pada 5 Juli 2007, Djoko menggunakan nama Eva Susilo Handayani untuk membeli empat bidang lahan yang terdiri sebidang lahan seluas 16.525 meter persegi dengan SHM nomor 870/Cirangkong di Jalan Kampung Cirangkong, Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabuapten Subang, Jawa Barat, senilai Rp 57.837.500.

Kemudian, sebidang lahan seluas 5.615 meter persegi dengan SHM nomor 868/Cirangkong yang terletak di jalan Kampung Cirangkong RT 002 RW 006 Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat, senilai Rp 28.075.000.

Lahan lainnya adalah seluas 7.475 meter persegi dengan SHM nomor 158/ Kumpay dan terletak di Jalan Kampung Kumpay RT 002 RW 006 Desa Kumpay, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, senilai Rp 37.375.000.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Taqy Malik Ajak Masyarakat Tetap Produktif dan Manfaatkan Medsos Selama Pandemi

    Taqy Malik Ajak Masyarakat Tetap Produktif dan Manfaatkan Medsos Selama Pandemi

    Nasional
    IDI: New Normal Bisa Diterapkan Bertahap di Zona Hijau Covid-19

    IDI: New Normal Bisa Diterapkan Bertahap di Zona Hijau Covid-19

    Nasional
    Jelang New Normal, IDI: Tidak Ada Tawar Menawar Lagi...

    Jelang New Normal, IDI: Tidak Ada Tawar Menawar Lagi...

    Nasional
    UPDATE: Tambah 13, WNI Sembuh Covid-19 di Luar Negeri Jadi 508 Orang

    UPDATE: Tambah 13, WNI Sembuh Covid-19 di Luar Negeri Jadi 508 Orang

    Nasional
    UPDATE 30 Mei: 25.773 Kasus Covid-19, Pemetaan Wilayah Dilakukan...

    UPDATE 30 Mei: 25.773 Kasus Covid-19, Pemetaan Wilayah Dilakukan...

    Nasional
    Antisipasi Covid-19, TNI Pakai Helm Pendeteksi Suhu Tubuh dari Jarak 10 Meter

    Antisipasi Covid-19, TNI Pakai Helm Pendeteksi Suhu Tubuh dari Jarak 10 Meter

    Nasional
    Polri Siap Mengusut Teror terhadap Panitia Diskusi FH UGM

    Polri Siap Mengusut Teror terhadap Panitia Diskusi FH UGM

    Nasional
    Mahfud MD Klaim New Normal Tak Diterapkan dengan Pendekatan Ekonomi Semata

    Mahfud MD Klaim New Normal Tak Diterapkan dengan Pendekatan Ekonomi Semata

    Nasional
    Ruslan Buton Ditahan di Rutan Bareskrim selama 20 Hari

    Ruslan Buton Ditahan di Rutan Bareskrim selama 20 Hari

    Nasional
    Zona Hijau, 102 Daerah Ini Boleh Berkegiatan Aman di Tengah Pandemi Covid-19

    Zona Hijau, 102 Daerah Ini Boleh Berkegiatan Aman di Tengah Pandemi Covid-19

    Nasional
     Mahfud MD Tak Persoalkan Diskusi soal Pemberhentian Presiden di UGM

    Mahfud MD Tak Persoalkan Diskusi soal Pemberhentian Presiden di UGM

    Nasional
    Komnas HAM Kecam Teror terhadap Jurnalis dan Panitia Diskusi CLS UGM

    Komnas HAM Kecam Teror terhadap Jurnalis dan Panitia Diskusi CLS UGM

    Nasional
    Terapkan New Normal, Kepala Daerah Wajib Libatkan IDI hingga Epidemiolog

    Terapkan New Normal, Kepala Daerah Wajib Libatkan IDI hingga Epidemiolog

    Nasional
    Tenaga Medis dan Relawan 2,5 Bulan Berjuang Lawan Covid-19, Ketua Gugus Tugas: Terima Kasih

    Tenaga Medis dan Relawan 2,5 Bulan Berjuang Lawan Covid-19, Ketua Gugus Tugas: Terima Kasih

    Nasional
    Gugus Tugas Ungkap 102 Daerah Bebas Covid-19 hingga 30 Mei, Ini Rinciannya...

    Gugus Tugas Ungkap 102 Daerah Bebas Covid-19 hingga 30 Mei, Ini Rinciannya...

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X