1 Perusahaan Jadi Tersangka Pembakaran Lahan Riau

Kompas.com - 02/07/2013, 20:54 WIB
Warga tetap melakukan aktivitas meskipun kabut asap terus menyelimuti kota Pekanbaru, seperti yang tampak di jalan Parit Indah, Jumat (7/8). Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di beberapa kota dan kabupaten di provinsi Riau, sehingga menyebabkan ratusan ribu siswa terpaksa diliburkan dari sekolahnya. Tribun Pekanbaru/Melvinas PrianandaWarga tetap melakukan aktivitas meskipun kabut asap terus menyelimuti kota Pekanbaru, seperti yang tampak di jalan Parit Indah, Jumat (7/8). Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di beberapa kota dan kabupaten di provinsi Riau, sehingga menyebabkan ratusan ribu siswa terpaksa diliburkan dari sekolahnya.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Polda Riau menetapkan satu perusahaan perkebunan sawit, yakni berinisial PT AP, sebagai tersangka kasus pembakaran kawasan hutan dan lahan di Riau. PT AP diduga terlibat kejahatan korporasi dengan mengerahkan pekerjanya melakukan pembakaran lahan.

"Masih dikembangkan Dirkrimsus Polda Riau sebanyak satu tersangka korporasi," ujar Kepala Bagian Produksi dan Dokumentasi Divisi Humas Polri Komisaris Besar (Pol) Hilman Thayib di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2013).

Sebelumnya, Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan, modus perusahaan AP adalah membiayai koperasi berinisial TS untuk membakar lahan yang diberikan perusahaan. Sesuai aturan, perusahaan diwajibkan memberikan sebagian lahan untuk warga. Hal itu merupakan hasil penyelidikan sementara.

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya juga sebelumnya mengatakan, ada 8 perusahaan Malaysia yang diduga melakukan pembakaran lahan dan hutan di Riau. Hingga hari ini, Satuan Tugas penanggulangan kebakaran lahan hutan Riau telah menangani 17 kasus dan menetapkan 24 tersangka. Kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah yang terdapat titik api.

"Sudah menangani 17 (laporan) dengan rincian 12 laporan tahap penyidikan, 5 laporan penyelidikan. Di mana ada 24 tersangka," kata Hilman.

Adapun 24 tersangka merupakan warga setempat, yaitu di daerah Bengkalis ditetapkan 6 tersangka, di Dumai 2 tersangka, di Rokan Hilir 11 tersangka, di Siak 3 tersangka, dan di Pelalawan sebanyak 2 tersangka.

Seperti diberitakan, banyaknya titik api di kawasan hutan Riau menyebabkan kabut asap meluas hingga ke Singapura dan Malaysia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sekitar 3,9 juta hektar lahan gambut di Riau telah beralih fungsi menjadi perkebunan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sampai meminta maaf kepada kedua negara itu. Presiden juga menginstruksikan agar dilakukan penegakan hukum terhadap mereka yang membakar lahan.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kukuh Ingin Bentuk Pansus Jiwasraya, Demokrat: Kami Ingin Bongkar

    Kukuh Ingin Bentuk Pansus Jiwasraya, Demokrat: Kami Ingin Bongkar

    Nasional
    Kejagung Sita Perhiasan dan Jam Tangan Tersangka Kasus Jiwasraya

    Kejagung Sita Perhiasan dan Jam Tangan Tersangka Kasus Jiwasraya

    Nasional
    Migrant Care: 8 Perempuan WNI Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Malaysia

    Migrant Care: 8 Perempuan WNI Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Malaysia

    Nasional
    Firli Ditantang BW Ramu Strategi Antikorupsi, KPK: Kita Buktikan dengan Kerja

    Firli Ditantang BW Ramu Strategi Antikorupsi, KPK: Kita Buktikan dengan Kerja

    Nasional
    Jimly Asshiddiqie Minta Pendemo Tak Anti Omnibus Law, tetapi Pantau Isinya

    Jimly Asshiddiqie Minta Pendemo Tak Anti Omnibus Law, tetapi Pantau Isinya

    Nasional
    Pelajar Bunuh Begal, Kejagung Sebut Jaksa Tak Bisa Buktikan Pasal Pembunuhan Berencana

    Pelajar Bunuh Begal, Kejagung Sebut Jaksa Tak Bisa Buktikan Pasal Pembunuhan Berencana

    Nasional
    Wakil Komisi III: Kami Tolak Semua Calon Hakim Agung jika Tak Layak

    Wakil Komisi III: Kami Tolak Semua Calon Hakim Agung jika Tak Layak

    Nasional
    Dugaan Keterlibatan Eks Menag, KPK Pelajari Putusan Sidang Romahurmuziy

    Dugaan Keterlibatan Eks Menag, KPK Pelajari Putusan Sidang Romahurmuziy

    Nasional
    Kuasa Hukum Sebut Heru Hidayat Tak Sembunyikan Aset di Luar Negeri

    Kuasa Hukum Sebut Heru Hidayat Tak Sembunyikan Aset di Luar Negeri

    Nasional
    KPK Dalami Aliran Suap Harun Masiku ke Wahyu Setiawan

    KPK Dalami Aliran Suap Harun Masiku ke Wahyu Setiawan

    Nasional
    Bupati Lebak Libatkan Badan Geologi untuk Relokasi Warga

    Bupati Lebak Libatkan Badan Geologi untuk Relokasi Warga

    Nasional
    Respons Puan Maharani soal Tantangan Jokowi Rampungkan Omnibus Law dalam 100 Hari

    Respons Puan Maharani soal Tantangan Jokowi Rampungkan Omnibus Law dalam 100 Hari

    Nasional
    Bupati Lebak Masih Tunggu Kajian Badan Geologi untuk Relokasi Korban Banjir Bandang

    Bupati Lebak Masih Tunggu Kajian Badan Geologi untuk Relokasi Korban Banjir Bandang

    Nasional
    KPK: Seluruh Menteri dan Wamen yang Baru Sudah Setor LHKPN

    KPK: Seluruh Menteri dan Wamen yang Baru Sudah Setor LHKPN

    Nasional
    Kuasa Hukum Tersangka Kasus Jiwasraya Belum Berencana Ajukan Praperadilan

    Kuasa Hukum Tersangka Kasus Jiwasraya Belum Berencana Ajukan Praperadilan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X