Djoko Susilo dan Lahan 8 Ha atas Nama Eva Susilo

Kompas.com - 02/07/2013, 16:16 WIB
Agenda sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (21/5)  dengan terpidana kasus korupsi simulator SIM, Irjen Pol Djoko Susilo, kali ini mengangendakan pemeriksaan saksi. Sidang Djoko Susilo -Agenda sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (21/5/2013)  dengan terpidana kasus korupsi simulator SIM, Irjen Pol Djoko Susilo, kali ini mengangendakan pemeriksaan saksi. Tampak Djoko di dampingi dengan penasehat hukumnya Juniver Girsang (kanan)
mengikuti jalannya sidang. KOMPAS/ALIF ICHWANAgenda sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (21/5) dengan terpidana kasus korupsi simulator SIM, Irjen Pol Djoko Susilo, kali ini mengangendakan pemeriksaan saksi. Sidang Djoko Susilo -Agenda sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (21/5/2013) dengan terpidana kasus korupsi simulator SIM, Irjen Pol Djoko Susilo, kali ini mengangendakan pemeriksaan saksi. Tampak Djoko di dampingi dengan penasehat hukumnya Juniver Girsang (kanan) mengikuti jalannya sidang.
Penulis Icha Rastika
|
EditorCaroline Damanik


JAKARTA, KOMPAS.com —
Wanita bernama Eva Susilo Handayani disebut sebagai pembeli lahan seluas total 8 hektar di Kampung Cirangkong, dan Kampung Kumpay, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Meskipun dimiliki Eva, saksi Iyan Sofyan yang menjadi penjaga lahan tersebut mengaku pernah melihat Inspektur Jenderal Djoko Susilo berkunjung mengontrol lahan. Iyan mengatakan, dia pernah bertemu satu kali dengan Djoko di lahan tersebut sekitar dua tahun lalu.

"(Djoko) sedang mengontrol," kata Iyan saat bersaksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Kepada majelis hakim, mulanya Iyan mengaku tidak tahu siapa Djoko yang datang mengontrol lahan tersebut. Namun, setelah dicecar majelis hakim, Iyan pun menyebut Djoko sebagai pemilik lahan di Subang yang nilainya sekitar Rp 300 juta tersebut.

Iyan mengaku tahu kalau Djoko merupakan pemilik lahan tersebut dari pengakuan Haji Suryana. Menurutnya, Haji Suryana adalah orang kepercayaan Djoko.

"Ada yang ngomong Pak, Haji Suryana," tutur Iyan.

Saat ditanya pekerjaan Djoko, Iyan mulanya mengaku tidak tahu. Namun, tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi kemudian membacakan keterangan Iyan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang mengaku tahu kalau Djoko adalah seorang perwira polisi.

Siapakah Eva?

Meskipun demikian, Iyan yang dibayar Rp 800.000 per bulan untuk menjaga lahan di Subang tersebut mengaku tidak tahu hubungan Djoko dengan Eva. Menurut surat dakwaan tim jaksa penuntut umum KPK yang dibacakan dalam persidangan beberapa waktu lalu, nama Eva tercatat dalam kartu keluarga (KK) Djoko yang dikeluarkan Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, sebagai anak Djoko dan istrinya, Suratmi.

Namun, berdasarkan akta kelahiran tahun 1992 pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotamadya Madiun, Eva bukanlah anak dari Djoko dan Suratmi. Akta kelahiran itu menyebutkan bahwa Eva merupakan anak dari Sukarno dan Titiek Roem. Adapun pada daftar akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Madiun nomor lainnya, Eva tercatat sebagai anak kandung dari Soekarni dan Sunarti.

Djoko didakwa melakukan tindak pidana koruspi sekaligus pencucian uang terkait proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM). Salah satu modus pencucian uang yang diduga dilakukan Djoko adalah dengan membeli aset yang diatasnamakan orang lain, termasuk Eva Susilo.

Menurut dakwaan, pada 5 Juli 2007 Djoko menggunakan nama Eva Susilo Handayani untuk membeli empat bidang tanah yang terdiri sebidang lahan eluas 16.525 meter persegi dengan SHM nomor 870/Cirangkong di Jalan Kampung Cirangkong, Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabuapten Subang, Jawa Barat, senilai Rp 57.837.500.

Kemudian, sebidang tanah seluas 5.615 meter persegi dengan SHM nomor 868/Cirangkong yang terletak di jalan Kampung Cirangkong RT 002 RW 06 Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat, senilai Rp 28.075.000, serta bidang lahan seluas 7.475 meter persegi dengan SHM nomor 158/ Kumpay yang terletak di jalan Kampung Kumpay RT 002 RW 06 Desa Kumpay, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, senilai Rp 37.375.000.

Pembelian lahan di Subang ini dibenarkan Notaris Hanny Ratna yang juga bersaksi dalam persidangan hari ini. Hanny mengaku telah mengesahkan pembelian lahan 8 hektar yang terbagi dalam enam sertifikat hak milik pada 2007. Menurut Hanny, lahan itu dibeli Eva Susilo. "Yang membeli Eva Susilo. Nilai transaksi keseluruhan Rp 300 juta dengan harga berbeda per satuan," tuturnya.

Baca tentang
    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Seleksi Deputi Penindakan KPK Mengerucut ke Tiga Kandidat

    Seleksi Deputi Penindakan KPK Mengerucut ke Tiga Kandidat

    Nasional
    Update 30 Maret: 1.414 Kasus Positif Covid-19 di 31 Provinsi, Persentase Kematian 8,63 Persen

    Update 30 Maret: 1.414 Kasus Positif Covid-19 di 31 Provinsi, Persentase Kematian 8,63 Persen

    Nasional
    Pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di Tengah Wabah Virus Corona

    Pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di Tengah Wabah Virus Corona

    Nasional
    Bahaya Penyemprotan Disinfektan ke Tubuh Manusia, Tak Efektif Cegah Virus Corona

    Bahaya Penyemprotan Disinfektan ke Tubuh Manusia, Tak Efektif Cegah Virus Corona

    Nasional
    Penundaan Pemungutan Suara Pilkada 2020 akibat Wabah Virus Corona

    Penundaan Pemungutan Suara Pilkada 2020 akibat Wabah Virus Corona

    Nasional
    Tiga Dasar Hukum Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Salah Satunya Perppu Era Soekarno

    Tiga Dasar Hukum Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Salah Satunya Perppu Era Soekarno

    Nasional
    Perkara Jiwasraya, Kejagung Periksa Pengelola Saham Benny Tjokro

    Perkara Jiwasraya, Kejagung Periksa Pengelola Saham Benny Tjokro

    Nasional
    Pilkada 2020 Ditunda, DPR Minta Dananya Dialokasikan untuk Penanganan Covid-19

    Pilkada 2020 Ditunda, DPR Minta Dananya Dialokasikan untuk Penanganan Covid-19

    Nasional
    Pilkada 2020 Ditunda, Bawaslu Minta Kepastian Pelaksanaan Pilkada Selanjutnya Dimasukkan dalam Perppu

    Pilkada 2020 Ditunda, Bawaslu Minta Kepastian Pelaksanaan Pilkada Selanjutnya Dimasukkan dalam Perppu

    Nasional
    Pilkada 2020 Ditunda karena Covid-19, Presiden Segera Terbitkan Perppu

    Pilkada 2020 Ditunda karena Covid-19, Presiden Segera Terbitkan Perppu

    Nasional
    Komisi II Usulkan Opsi Pilkada Dilanjut Paling Lambat Desember 2020

    Komisi II Usulkan Opsi Pilkada Dilanjut Paling Lambat Desember 2020

    Nasional
    Pilkada 2020 Ditunda, Anggaran Direalokasi untuk Penanganan Corona

    Pilkada 2020 Ditunda, Anggaran Direalokasi untuk Penanganan Corona

    Nasional
    Penundaan Hari Pencoblosan Pilkada 2020 Akan Diatur di Perppu

    Penundaan Hari Pencoblosan Pilkada 2020 Akan Diatur di Perppu

    Nasional
    KPU: Tampaknya Pilkada 2020 Tak Bisa Dilaksanakan Tahun 2020

    KPU: Tampaknya Pilkada 2020 Tak Bisa Dilaksanakan Tahun 2020

    Nasional
    Pilkada 2020 Ditunda, Ini Tiga Opsi Terkait Pelaksanaannya

    Pilkada 2020 Ditunda, Ini Tiga Opsi Terkait Pelaksanaannya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X