Ruhut: Usung Wiranto-Hary Tanoe, Hanura "Bunuh Diri"

Kompas.com - 02/07/2013, 15:39 WIB
Anggota Komisi III DPR-RI, Ruhut Sitompul, saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komnas HAM di Gedung DPR/MPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/2/2011).   TRIBUN NEWS/DANY PERMANA Anggota Komisi III DPR-RI, Ruhut Sitompul, saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komnas HAM di Gedung DPR/MPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/2/2011).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary


JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menilai, Partai Hanura "bunuh diri" dengan pengusungan Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo sebagai bakal calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2014. Menurut Ruhut, pencalonan itu terlalu dini karena dilakukan sebelum pemilu legislatif yang menjadi tolok ukur untuk bisa memutuskan pengusungan capres dan cawapres.

"Ini terbilang nekat karena kalau melihat sekarang, bagi Hanura, mencalonkan capres dan cawapres sangat sulit. Dalam matematika politiknya adalah tindakan 'bunuh diri' namanya," ujar Ruhut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/7/2013).

Ruhut mengungkapkan, RUU Pemilihan Presiden hingga kini masih digodok parlemen. Dalam dinamika yang berkembang sekarang, kata Ruhut, partai-partai justru mendukung agar presidential threshold yang menjadi syarat parpol bisa mengajukan capres tidak diubah dari Undang-Undang Pilpres yang sudah ada.

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Calon presiden dan wakil presiden yang diusung Partai Hanura Wiranto (kiri) dan Hary Tanoesoedibjo saat acara deklarasi capres-cawapres dari Partai Hanura di Jakarta, Selasa (2/7/2013). Sebelum diusung sebagai cawapres Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo sempat bergabung dengan Partai Nasdem yang dipimpin Surya Paloh.

Dalam aturan itu, presidential treshold ialah 20 persen kursi di parlemen dan 25 persen suara di tingkat nasional.

"Kemungkinan bahkan PT untuk Pilpres 2014 akan tetap 20 persen. Maka, kalau Hanura suaranya sekarang dalam survei masih rendah, jelas mereka harus bekerja keras menaikkan elektabilitasnya. Yang menurut saya, usaha ini sangat susah untuk dilakukan," papar Ruhut.

Selain itu, ia menilai, langkah Hanura yang sudah jauh-jauh hari menetapkan capres dan cawapres yang diusungnya juga menutup peluang berkoalisi dengan partai lain. Padahal, dalam peta persaingan saat ini, menurutnya, akan ada banyak parpol yang mendapat kursi di parlemen. Oleh karena itu, perolehan suara partai politik tidak terlalu signifikan sehingga koalisi untuk mengusung capres dan cawapres menjadi harga mati.

"Jadi, dengan dia memajukan Wiranto-Hary Tanoe, tidak mungkin lagi cari koalisi karena partai-partai lain juga sudah punya kandidat capresnya masing-masing," kata Ruhut.

Seperti diberitakan, Partai Hanura akhirnya mendeklarasikan Wiranto-Hary Tanoe sebagai capres dan cawapres. Penetapan pasangan ini dilakukan setahun sebelum pelaksanaan pemilu legislatif. Di Partai Hanura, Hary Tanoe baru saja bergabung dan langsung dilantik sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu partai ini.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Satgas Covid-19: Swab Antigen Bisa Gantikan Rapid Test Antibodi

    Satgas Covid-19: Swab Antigen Bisa Gantikan Rapid Test Antibodi

    Nasional
    Pegawai Ditahan KPK karena Kasus Proyek Jembatan, WIKA Hormati Proses Hukum

    Pegawai Ditahan KPK karena Kasus Proyek Jembatan, WIKA Hormati Proses Hukum

    Nasional
    Tersangka Pencabulan Remaja Jadi Plt Bupati Buton Utara, Ini Kata Komnas Perempuan

    Tersangka Pencabulan Remaja Jadi Plt Bupati Buton Utara, Ini Kata Komnas Perempuan

    Nasional
    Pesan Febri Diansyah untuk KPK: Bangun Komunikasi Dua Arah

    Pesan Febri Diansyah untuk KPK: Bangun Komunikasi Dua Arah

    Nasional
    Pamit dari KPK, Febri Diansyah Harap Semangat Pegawai Tak Runtuh

    Pamit dari KPK, Febri Diansyah Harap Semangat Pegawai Tak Runtuh

    Nasional
    Kasus Covid-19 Naik 16,4 Persen Dalam Sepekan, Ini Rinciannya...

    Kasus Covid-19 Naik 16,4 Persen Dalam Sepekan, Ini Rinciannya...

    Nasional
    Satgas Covid-19 Kecewa Masih Ada Kampanye Pilkada Timbulkan Kerumunan

    Satgas Covid-19 Kecewa Masih Ada Kampanye Pilkada Timbulkan Kerumunan

    Nasional
    Instagram Pariwisata Vanuatu Diwarnai Komentar Rasisme, Ini Tanggapan Kemenlu

    Instagram Pariwisata Vanuatu Diwarnai Komentar Rasisme, Ini Tanggapan Kemenlu

    Nasional
    Febri Diansyah: Independensi KPK Tidak Cukup dengan Satu Kalimat

    Febri Diansyah: Independensi KPK Tidak Cukup dengan Satu Kalimat

    Nasional
    Gubernur Lemhanas: Isu Komunisme Sengaja Dimunculkan untuk Kepentingan Politik

    Gubernur Lemhanas: Isu Komunisme Sengaja Dimunculkan untuk Kepentingan Politik

    Nasional
    Kontras Pertimbangkan Gugat Keppres Terkait Eks Tim Mawar Menjabat di Kemenhan

    Kontras Pertimbangkan Gugat Keppres Terkait Eks Tim Mawar Menjabat di Kemenhan

    Nasional
    Komnas Perempuan Catat 115 Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Pejabat Publik Selama 2018-2019

    Komnas Perempuan Catat 115 Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Pejabat Publik Selama 2018-2019

    Nasional
    Hasil Tes 'Swab' Seluruh Pimpinan dan Pegawai DKPP Negatif Covid-19

    Hasil Tes "Swab" Seluruh Pimpinan dan Pegawai DKPP Negatif Covid-19

    Nasional
    Mundur dari KPK, Febri Diansyah Ungkap Pergulatan Batin Selama Setahun

    Mundur dari KPK, Febri Diansyah Ungkap Pergulatan Batin Selama Setahun

    Nasional
    ICW Sarankan Presiden Evaluasi Kinerja Penegak Hukum Terkait Penanganan Kasus Korupsi

    ICW Sarankan Presiden Evaluasi Kinerja Penegak Hukum Terkait Penanganan Kasus Korupsi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X