Kompas.com - 02/07/2013, 09:53 WIB
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia, Boni Hargens (kiri), Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Sutiyoso, Ketua DPD RI, Irman Gusman, dan Mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli (kiri ke kanan) berdiskusi mengenai calon presiden pada Pemilu 2014 di Jakarta, Kamis (9/5/2013).  KOMPAS/LUCKY PRANSISKADirektur Lembaga Pemilih Indonesia, Boni Hargens (kiri), Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Sutiyoso, Ketua DPD RI, Irman Gusman, dan Mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli (kiri ke kanan) berdiskusi mengenai calon presiden pada Pemilu 2014 di Jakarta, Kamis (9/5/2013).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens, menilai rencana Partai Hanura untuk mendeklarasikan pasangan Wiranto dan Hary Tanoesudibjo sebagai  calon presiden dan wakil presiden sebagai ambisi yang berlebihan. Menurutnya, pengusungan keduanya tak diimbangi kerja politik Hanura serta pertimbangan tingkat akseptabilitasnya di masyarakat.

"Hanura tidak bakal mampu mencapreskan siapa-siapa. Paling tinggi memajukan cawapres dalam satu koalisi. Artinya, ide tiga besar dalam pemilu hanya utopia, hanya ambisi berlebihan," kata Boni, Senin (7/1/2013).

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ini memprediksi, perolehan suara Partai Hanura di Pemilu 2014 tak akan lebih dari empat persen. Secara akseptabilitas dan elektabilitas, kata dia, Hanura tak bisa meningkatkannya dalam waktu singkat, meskipun Hary Tanoe memiliki kekuatan finansial dan jaringan media. 

Icha Rastika Hary Tanoesoedibjo (tengah) dan Ketua Umum DPP Partai Hanura pada jumpa pers di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta, Minggu (17/2/2013). Hary Tanoe resmi dilantik menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura.
Dari sisi figur, menurutnya, Hary Tanoe belum berkompeten untuk diusung sebagai calon wapres. 

"Semangat untuk jadi cawapres gede, tapi realitas belum bisa karena belum punya citra yang memadai. HT (Hary Tanoe) masih dilihat sebatas orang kaya, belum dilihat sebagai figur pemimpin," ujarnya.

Rencananya, Hanura akan mendeklarasikan pasangan Wiranto-Hary Tanoe, pada Selasa (2/7/2013) ini. Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Hanura Hary Tanoesudibjo akan menjadi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dari partai tersebut.

Pengurus Hanura mengklaim keputusan menduetkan Wiranto dan Hary Tanoe diambil bukan karena permintaan calon yang dipasangkan atau deal politik pribadi. Pengusungan keduanya merupakan hasil rapat seluruh Ketua DPD Partai Hanura yang dilakukan pada Minggu (30/6/2013).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    BPOM: Vaksin Merah Putih Bakal Diuji Klinis sebagai Booster

    BPOM: Vaksin Merah Putih Bakal Diuji Klinis sebagai Booster

    Nasional
    Tahan Tangis, Mensos Risma: Jangan Pandang Rendah Penyandang Disabilitas

    Tahan Tangis, Mensos Risma: Jangan Pandang Rendah Penyandang Disabilitas

    Nasional
    Ketua DPR: Indonesia Harus Ajak Negara Maju Atasi Perubahan Iklim

    Ketua DPR: Indonesia Harus Ajak Negara Maju Atasi Perubahan Iklim

    Nasional
    Di Bali, Jokowi Bermain Bulu Tangkis Lawan Hendra Setiawan

    Di Bali, Jokowi Bermain Bulu Tangkis Lawan Hendra Setiawan

    Nasional
    Satgas Sebut BOR RS Rujukan dan Kasus Aktif Covid-19 Meningkat

    Satgas Sebut BOR RS Rujukan dan Kasus Aktif Covid-19 Meningkat

    Nasional
    Saksikan BWF World Tour Finals, Jokowi Sempatkan Sapa Atlet Bulu Tangkis RI

    Saksikan BWF World Tour Finals, Jokowi Sempatkan Sapa Atlet Bulu Tangkis RI

    Nasional
    Ukur Capaian Reformasi Birokrasi, LAN Gelar Seminar Indeks Kualitas Kebijakan

    Ukur Capaian Reformasi Birokrasi, LAN Gelar Seminar Indeks Kualitas Kebijakan

    Nasional
    'Seharusnya Ibu Menteri Sosialisasikan Bahasa Isyarat, Bukan Paksa Tuli Bicara'

    "Seharusnya Ibu Menteri Sosialisasikan Bahasa Isyarat, Bukan Paksa Tuli Bicara"

    Nasional
    Satgas: Dasar Hukum Karantina 10 Hari untuk Pelaku Perjalanan Internasional Segera Diumumkan

    Satgas: Dasar Hukum Karantina 10 Hari untuk Pelaku Perjalanan Internasional Segera Diumumkan

    Nasional
    Percepat Vaksinasi, Kemenkes Minta Kabupaten dan Kota Gunakan Jenis Vaksin yang Tersedia

    Percepat Vaksinasi, Kemenkes Minta Kabupaten dan Kota Gunakan Jenis Vaksin yang Tersedia

    Nasional
    Dubes RI untuk Uni Eropa: Abai Prokes dan Tolak Vaksinasi Jadi Faktor Merebaknya Covid-19 di Eropa

    Dubes RI untuk Uni Eropa: Abai Prokes dan Tolak Vaksinasi Jadi Faktor Merebaknya Covid-19 di Eropa

    Nasional
    Pencoblosan Pemilu Direncanakan 21 Februari 2024, PKB: Yang Penting Jangan di Tengah Idul Fitri

    Pencoblosan Pemilu Direncanakan 21 Februari 2024, PKB: Yang Penting Jangan di Tengah Idul Fitri

    Nasional
    Ketum PKB Nilai Usul Pimpinan MPR agar Sri Mulyani Dicopot Tidak Produktif

    Ketum PKB Nilai Usul Pimpinan MPR agar Sri Mulyani Dicopot Tidak Produktif

    Nasional
    Satgas: Mobilitas Masyarakat dengan Kereta Api dan Pesawat Meningkat 5 Bulan Terakhir

    Satgas: Mobilitas Masyarakat dengan Kereta Api dan Pesawat Meningkat 5 Bulan Terakhir

    Nasional
    UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 46,88 Persen

    UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 46,88 Persen

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.