Kompas.com - 02/07/2013, 09:17 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Gasibu Padjajaran Toto Hutagalung, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyuapan kepada hakim Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono, kembali mengungkapkan bahwa uang yang diberikannya kepada hakim tersebut berasal dari Sekretaris Daerah Kota Bandung.

“Iya itu betul (dari Sekda),” kata Toto di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi saat memenuhi panggilan pemeriksaan Selasa (2/7/2013).

Toto disangka menyuap hakim terkait dengan perkara korupsi bantuan sosial di Pemerintah Kota Bandung yang ditangani Pengadilan Negeri Bandung. Kini, KPK telah menetapkan mantan Sekda Bandung Edi Siswadi sebagai tersangka atas dugaan perbuatan pidana yang sama dengan Toto.

KPK juga menetapkan Wali Kota Bandung Dada Rosada sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Kendati demikian, Toto tampak pasang badan untuk Dada. Pria yang disebut sebagai kaki tangan Dada ini enggan mengungkapkan peran orang nomor satu di Bandung tersebut.

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Wali Kota Bandung Dada Rosada, usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung KPK Jakarta, Senin (20/5/2013). Dada diperiksa terkait kasus dugaan penerimaan hadiah penanganan perkara dana bantuan sosial Pemkot Bandung di Pengadilan Tindak Pidana Tipikor Bandung, yang melibatkan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setiabudhi Tedjocahyono.
“Waduh saya enggak tahu,” ujar Toto, saat ditanya apakah Dada yang bertindak sebagai inisiator pemberian suap atau bukan.

“Saya enggak tahu,” kata Toto lagi.

Kasus ini berawal dari proses tangkap tangan di kantor PN Bandung beberapa waktu lalu. Tim penyidik KPK menangkap Setyabudi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung Herry Nurhayat, serta pria bernama Asep Triana yang diduga sebagai suruhan Toto.

Dari pemeriksaan seusai penangkapan, KPK menetapkan ketiga orang tersebut beserta Toto sebagai tersangka. Dalam pengembangannya, KPK menjerat Dada dan Edi.

Selama ini, Dada kerap membantah sebagai inisiator pemberian suap. Meski demikian, politisi Partai Demokrat itu berjanji akan kooperatif dengan KPK meskipun ditetapkan sebagai tersangka. Sementara Edi, pernah mengaku diperintahkan Dada untuk mengumpulkan uang yang akan diberikan kepada hakim Setyabudi.

Menurut Edi, uang yang diberikan kepada hakim tersebut berasal dari sumbangan kepala dinas dan pinjaman pihak lain. Dalam proses tangkap tangan beberapa waktu lalu, KPK menyita uang Rp 150 juta dari ruangan Setyabudi dan uang Rp 350 juta dari mobil Asep. Selain itu, KPK menyita uang ratusan juta dan ribuan dollar Amerika Serikat dalam penggeledahan di ruangan hakim Setyabudi.

Juru Bicara KPK Johan Budi kemarin mengatakan, kasus dugaan penyuapan ke hakim ini tidak berhenti pada enam tersangka. KPK masih mengusut kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk hakim lain yang menangani perkara bantuan sosial Pemkot Bandung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.