Kompas.com - 02/07/2013, 06:02 WIB
Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (kiri) didampingi deklarator Ormas Persatuan Indonesia (Perindo) yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo, saat deklarasi Perindo di Istora Senayan Jakarta Pusat, Minggu (24/2/2013) TRIBUNNEWS/HERUDIN Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (kiri) didampingi deklarator Ormas Persatuan Indonesia (Perindo) yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo, saat deklarasi Perindo di Istora Senayan Jakarta Pusat, Minggu (24/2/2013)
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut baik rencana Partai Hanura yang akan mengusung duet Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo sebagai calon presiden dan wakil presiden. Kehadiran duet internal Partai Hanura ini diperkirakan akan menambah semarak bursa capres yang ada.

"Kalau PKS sambut baik munculnya capres-capres definitif diawali dengan Pak ARB, Prabowo Subianto, dan sekarang Pak Wiranto-Hary Tanoe maju, bahkan lengkap capres dan cawapresnya. Ini postif dan memudahkan proses komunikasi di lapangan," ujar Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq di Kompleks Parlemen, Senin (1/7/2013).

Mahfudz berpendapat, keputusan Partai Hanura menduetkan dua kader internalnya sebagai capres dan cawapres cukup berani. Pasalnya, dalam realitas politik saat ini, partai politik kemungkinan besar akan mengajukan capres-cawapres berkoalisi dengan partai lain. "Melihat realita sekarang, sebenarnya sangat sulit (mengusung calon sendiri) dan sebaiknya memang koalisi," ucap Mahfudz.

Sementara itu, PKS hingga saat ini masih belum mempersiapkan capres dan cawapresnya. Mahfudz menjelaskan PKS masih fokus mempersiapkan pemilu legislatif. Jika PKS mencapai tiga besar, kata dia, partai ini baru akan mengajukan capresnya. "Kalau target pileg tiga besar tercapai, baru kami kemudian bicara capres. Hasil di pileg ini akan jadi modal bagi PKS nantinya," tutur Mahfudz.

Lebih lanjut, Ketua Komisi I DPR ini mengatakan, calon presiden yang akan diusung PKS bakal dibahas dalam rapat Majelis Syuro. Kewenangan membuat mekanisme maupun menunjuk kader yang ditetapkan sebagai capres yang bakal diusung, sebut dia, ada pada Majelis Syuro.

Seperti diberitakan, Partai Hanura menetapkan Wiranto-Hary Tanoe sebagai capres dan cawapres yang akan mereka usung. Penetapan pasangan ini dilakukan setahun sebelum pelaksanaan pilpres. Di Partai Hanura, Hary Tanoe baru saja bergabung dan langsung dilantik sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu partai ini.

Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin menjelaskan, keduanya dipilih karena ada permintaan dari para kader Hanura di daerah. "Dalam perjalanan, ada arus keras permintaan dari daerah yang menginginkan agar Pak Wiranto diduetkan dengan Pak HT menjadi pasangan capres-cawapres," ujar Saleh, Senin (1/7/2013).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wiranto dan Hary Tanoe, kata Saleh, merupakan pasangan yang cukup ideal, serasi, serta saling menunjang dan melengkapi jika ditinjau dari berbagai sudut pandang. Oleh karena itu, ia mengatakan, DPP Partai Hanura akan mendesak pengusungan keduanya menjadi capres-cawapres bisa disahkan dalam acara pembekalan caleg yang masih berlangsung di Hotel Grand Mercure.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ketua DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19

    Ketua DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19

    Nasional
    Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Keberatan JPU Tak Sertakan Keterangan Saksi

    Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Keberatan JPU Tak Sertakan Keterangan Saksi

    Nasional
    Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks, Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara

    Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks, Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara

    Nasional
    Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART, Demokrat: Cari Pembenaran 'Begal Politik'

    Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART, Demokrat: Cari Pembenaran "Begal Politik"

    Nasional
    KSAU Pimpin Sertijab Danseskoau hingga Pangkoopsau III

    KSAU Pimpin Sertijab Danseskoau hingga Pangkoopsau III

    Nasional
    Yusril Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko Ajukan Uji Materi AD/ART Demokrat ke MA

    Yusril Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko Ajukan Uji Materi AD/ART Demokrat ke MA

    Nasional
    Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua DPR Hadiri Bakti Sosial Alumni Akabri 1996 di Tangerang

    Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua DPR Hadiri Bakti Sosial Alumni Akabri 1996 di Tangerang

    Nasional
    Satgas: Jika Ada Kasus Positif Covid-19, Segera Tutup Sekolah

    Satgas: Jika Ada Kasus Positif Covid-19, Segera Tutup Sekolah

    Nasional
    Forum Pemred Sahkan Kepengurusan Baru, Arfin Asydhad Ketua

    Forum Pemred Sahkan Kepengurusan Baru, Arfin Asydhad Ketua

    Nasional
    Prof Sahetapy dan Kisah-kisah Anggota Dewan yang Terhormat

    Prof Sahetapy dan Kisah-kisah Anggota Dewan yang Terhormat

    Nasional
    Cegah Insiden Serupa Penganiayaan Muhammad Kece Terulang, Polri Perketat Pengamanan Rutan

    Cegah Insiden Serupa Penganiayaan Muhammad Kece Terulang, Polri Perketat Pengamanan Rutan

    Nasional
    Mengacu BPOM, Penggunaan Vaksin Pfizer Belum Diperbolehkan untuk Anak di Bawah 12 Tahun

    Mengacu BPOM, Penggunaan Vaksin Pfizer Belum Diperbolehkan untuk Anak di Bawah 12 Tahun

    Nasional
    PBB, Berkarya, dan Perindo Ajukan Uji Materi Pasal tentang Verifikasi Parpol UU Pemilu ke MK

    PBB, Berkarya, dan Perindo Ajukan Uji Materi Pasal tentang Verifikasi Parpol UU Pemilu ke MK

    Nasional
    Laporan Luhut terhadap Fatia dan Haris Azhar Dinilai Berkebalikan dengan Pernyataan Jokowi

    Laporan Luhut terhadap Fatia dan Haris Azhar Dinilai Berkebalikan dengan Pernyataan Jokowi

    Nasional
    Polri Dalami Dugaan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, 18 Saksi Diperiksa

    Polri Dalami Dugaan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, 18 Saksi Diperiksa

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.