Kompas.com - 01/07/2013, 17:17 WIB
Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (kiri) didampingi deklarator Ormas Persatuan Indonesia (Perindo) yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo, saat deklarasi Perindo di Istora Senayan Jakarta Pusat, Minggu (24/2/2013) TRIBUNNEWS/HERUDIN Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (kiri) didampingi deklarator Ormas Persatuan Indonesia (Perindo) yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo, saat deklarasi Perindo di Istora Senayan Jakarta Pusat, Minggu (24/2/2013)
Penulis Sandro Gatra
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary


JAKARTA, KOMPAS.com
- Partai Hanura dinilai terlalu percaya diri mengusung Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo sebagai bakal calon presiden dan wakil presiden 2014. Pasalnya, Partai Hanura belum tentu bisa mengusung pasangan tersebut jika hasil pemilu legislatif pada April 2014 ternyata tidak mencukupi persyaratan.

"Terlalu pede. Tapi tentu hak masing-masing," kata peneliti senior bidang politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syamsuddin Haris di Jakarta, Senin (1/7/2013), ketika dimintai tanggapan rencana deklarasi Wiranto-Hary Tanoe pada Selasa ( 2/7/2013 ).

Haris menilai pengusungan tersebut cukup mengejutkan. Pasalnya, baru Hanura yang berani menetapkan pasangan bakal capres-cawapres. Adapun, parpol peserta pemilu lain baru menetapkan bakal capres seperti Partai Golkar (Aburizal Bakrie), Partai Gerindra (Prabowo Subianto), Partai Amanat Nasional (Hatta Rajasa).

Kelebihan dari sikap Hanura itu, kata Haris, partai memiliki waktu lebih untuk menyosialisasikan ke duanya kepada rakyat. Namun, jika ternyata perolehan Hanura di Pileg kecil, tambah dia, sangat sulit pasangan tersebut didaftarkan sebagai capres-cawapres.

Seperti diketahui, ambang batas Presiden saat ini, yakni 20 persen perolehan suara kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional.

"Kecuali mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk membeli dukungan partai lain," pungkas Haris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Gugatan Tommy Soeharto Rp 56 Miliar kepada Pemerintah Ditolak

    Gugatan Tommy Soeharto Rp 56 Miliar kepada Pemerintah Ditolak

    Nasional
    Menag Sebut Indonesia akan Sulit Kirim Jemaah Umrah jika Kasus PCR Bodong Masih Ada

    Menag Sebut Indonesia akan Sulit Kirim Jemaah Umrah jika Kasus PCR Bodong Masih Ada

    Nasional
    Muhaimin: PKB Memikirkan NU, Partai Lain Enak Nggak Mikirin Siapa-siapa

    Muhaimin: PKB Memikirkan NU, Partai Lain Enak Nggak Mikirin Siapa-siapa

    Nasional
    Eks Direktur Pengadaan Perumda Pembangunan Sarana Jaya Mengaku Tak Hadir Saat Negosiasi Harga Lahan di Munjul

    Eks Direktur Pengadaan Perumda Pembangunan Sarana Jaya Mengaku Tak Hadir Saat Negosiasi Harga Lahan di Munjul

    Nasional
    Kemenkominfo Temukan 390 Hoaks Vaksinasi Covid-19, Terbanyak dari Unggahan Facebook

    Kemenkominfo Temukan 390 Hoaks Vaksinasi Covid-19, Terbanyak dari Unggahan Facebook

    Nasional
    Tanggapi Putusan MK soal UU Cipta Kerja, Mahfud: Inkonstitusional Kok Tetap Berlaku?

    Tanggapi Putusan MK soal UU Cipta Kerja, Mahfud: Inkonstitusional Kok Tetap Berlaku?

    Nasional
    Kemenag Imbau Peserta Ibadah Natal di Gereja Tak Melebihi 50 Persen Kapasitas

    Kemenag Imbau Peserta Ibadah Natal di Gereja Tak Melebihi 50 Persen Kapasitas

    Nasional
    Pakar Sebut Varian Omicron Miliki Gen yang Tak Terdeteksi PCR

    Pakar Sebut Varian Omicron Miliki Gen yang Tak Terdeteksi PCR

    Nasional
    Saksi Sebut Penandatanganan Kajian Investasi Terkait Lahan di Munjul 'BackDate'

    Saksi Sebut Penandatanganan Kajian Investasi Terkait Lahan di Munjul "BackDate"

    Nasional
    Ridwan Kamil Isyaratkan Masuk Partai, Nasdem Siap Terima

    Ridwan Kamil Isyaratkan Masuk Partai, Nasdem Siap Terima

    Nasional
    Kemenag Imbau Ibadah Natal Digelar Secara Hybrid, Maksimal 50 Persen di Gereja

    Kemenag Imbau Ibadah Natal Digelar Secara Hybrid, Maksimal 50 Persen di Gereja

    Nasional
    Ingatkan Debitur dan Obligor BLBI Lunasi Utang, Mahfud MD: Kami Buru sampai Dapat

    Ingatkan Debitur dan Obligor BLBI Lunasi Utang, Mahfud MD: Kami Buru sampai Dapat

    Nasional
    Pantau Reuni 212, KSAD Janji Rekrut Santri Jadi Tamtama-Perwira TNI

    Pantau Reuni 212, KSAD Janji Rekrut Santri Jadi Tamtama-Perwira TNI

    Nasional
    Saksi Sebut Pengadaan Lahan di Munjul Terburu-buru

    Saksi Sebut Pengadaan Lahan di Munjul Terburu-buru

    Nasional
    Saat JK Analogikan NU seperti McDonald's, Muhammadiyah 'Holding Company'...

    Saat JK Analogikan NU seperti McDonald's, Muhammadiyah "Holding Company"...

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.