Kompas.com - 01/07/2013, 10:57 WIB
Istri Ahmad Fathanah, Sefti Sanustika usai memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2013). Sefti diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirut PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman terkait kasus suap penambahan kuota impor daging sapi.  WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN Istri Ahmad Fathanah, Sefti Sanustika usai memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2013). Sefti diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirut PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman terkait kasus suap penambahan kuota impor daging sapi.
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Sefti Sanustika, istri terdakwa kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi, Ahmad Fathanah, membantah disebut mengantarkan uang dari suaminya untuk mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. Sefti mengaku tidak tahu ihwal uang dalam tas yang menurut dakwaan diberikannya kepada Luthfi di SPBU sekitar 27 Oktober 2012.

"Apaan itu saya enggak tahu, saya enggak pernah tahu, enggak ada," ujar Sefti, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, saat mengejuk Fathanah, Senin (1/7/2013).

Selebihnya, Sefti mengatakan hal tersebut akan dibuktikan dalam persidangan nantinya.

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (24/6/2013). Luthfi diajukan ke pengadilan karena diduga terlibat dalam kasus suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.
Dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tipikor pekan lalu, Luthfi disebut melakukan tindak pidana pencucian uang, salah satunya dengan menerima hadiah yang patut diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi. Dari total hadiah sekitar Rp 17,8 miliar yang diterimanya, ada yang berasal dari orang dekatnya, Ahmad Fathanah. Uang itu diterima Luthfi dalam kurun waktu April 2012 hingga Januari 2013.

Di antara pemberian uang dari Fathanah, ada yang digunakan Luthfi untuk membayar kambing dan sapi kurban.

Menurut dakwaan, uang untuk bayar kurban itu nilainya Rp 200 juta. Uang dalam tas tersebut diserahkan kepada Luthfi melalui Sefti dan Nurhasan di SPBU Pertamina Pancoran, Jakarta Selatan.

Selain didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang, Luthfi dan Fathanah didakwa melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima uang Rp 1,3 miliar terkait kepengurusan kuota impor daging sapi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polri Gelar Operasi Aman Nusa II Tangani Dampak Erupsi Semeru, 945 Personel Dikerahkan

    Polri Gelar Operasi Aman Nusa II Tangani Dampak Erupsi Semeru, 945 Personel Dikerahkan

    Nasional
    Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons dari Empat Kota

    Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons dari Empat Kota

    Nasional
    Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

    Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

    Nasional
    Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima, Prabowo: Tanpa Kekuatan Maritim yang Kuat, Tak Mungkin Negara Kuat

    Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima, Prabowo: Tanpa Kekuatan Maritim yang Kuat, Tak Mungkin Negara Kuat

    Nasional
    Survei Indikator: Polri Geser KPK Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

    Survei Indikator: Polri Geser KPK Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

    Nasional
    BNPB Kirim 20.000 Masker untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    BNPB Kirim 20.000 Masker untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    Nasional
    Kemenkes Fokus Selamatkan Nyawa Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    Kemenkes Fokus Selamatkan Nyawa Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    Nasional
    Waspada, Hujan Ringan-Lebat Berpotensi Terjadi di Sekitar Puncak dan Lereng Semeru

    Waspada, Hujan Ringan-Lebat Berpotensi Terjadi di Sekitar Puncak dan Lereng Semeru

    Nasional
    Kasus Bunuh Diri Mahasiswi NWR, Bripda Randy Diberhentikan Tak Hormat

    Kasus Bunuh Diri Mahasiswi NWR, Bripda Randy Diberhentikan Tak Hormat

    Nasional
    BMKG Sebut Penerbangan Masih Normal, Tak Terganggu Abu Vulkanik Semeru

    BMKG Sebut Penerbangan Masih Normal, Tak Terganggu Abu Vulkanik Semeru

    Nasional
    UPDATE 5 Desember: 249.214 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate 0,12 Persen

    UPDATE 5 Desember: 249.214 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate 0,12 Persen

    Nasional
    Korban Luka akibat Erupsi Semeru Jadi 56 Orang, 35 Alami Luka Berat, 21 Lainnya Luka Ringan

    Korban Luka akibat Erupsi Semeru Jadi 56 Orang, 35 Alami Luka Berat, 21 Lainnya Luka Ringan

    Nasional
    UPDATE 5 Desember: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 47,54 Persen, Dosis Pertama 68,39 Persen

    UPDATE 5 Desember: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 47,54 Persen, Dosis Pertama 68,39 Persen

    Nasional
    UPDATE: Korban Jiwa akibat Erupsi Semeru Kini 14 Orang, Tambah 1

    UPDATE: Korban Jiwa akibat Erupsi Semeru Kini 14 Orang, Tambah 1

    Nasional
    BNPB Sebut 5.205 Warga Terdampak Erupsi Semeru, 1.300 di Antaranya Mengungsi

    BNPB Sebut 5.205 Warga Terdampak Erupsi Semeru, 1.300 di Antaranya Mengungsi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.