Kompas.com - 29/06/2013, 14:44 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary


JAKARTA, KOMPAS.com
— Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo mengaku belum ingin maju dalam konvensi Partai Demokrat untuk memilih calon presiden pada Pemilu 2014. Alasannya, ia baru bergabung dengan Demokrat.

"Sementara ini belum. Saya ini baru jadi anggota beberapa hari. Kalau pagi-pagi saya katakan seperti itu (ikut konvensi) kurang elok, kurang etis," kata Pramono di sela-sela Rakornas Partai Demokrat di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (29/6/2013).

Hal itu dikatakan Pramono ketika ditanya apakah akan maju dalam konvensi Demokrat. Kepada wartawan, Pramono merasa banyak kader Demokrat yang sudah berbuat banyak buat partai lebih pantas untuk maju konvensi.

Seperti diketahui, Pramono beberapa kali masuk dalam survei capres 2014. Beberapa parpol juga tertarik mengusung adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. Hanya saja, elektabilitas Pramono masih di urutan bawah.

Pramono masuk ke Partai Demokrat setelah ditawari oleh SBY. Awalnya, setelah pensiun sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat, ia mengaku ingin menghabiskan waktu dengan keluarga. Pasalnya, menjalani tugas negara banyak menyita waktunya.

Tiga pekan setelah menjalani pensiun, Pramono merasa bisa membagi waktu untuk partai. Akhirnya, ia bergabung dengan Demokrat dengan jabatan Anggota Dewan Pembina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Komnas HAM RI Buka Akses Aduan Masyarakat di NTT

    Komnas HAM RI Buka Akses Aduan Masyarakat di NTT

    Nasional
    Daerah Tolak Lantik PJ Bupati, Presiden Diminta Turun Tangan, Jangan Anggap Sepele

    Daerah Tolak Lantik PJ Bupati, Presiden Diminta Turun Tangan, Jangan Anggap Sepele

    Nasional
    Kemendagri Tak Persoalkan Warga yang Sudah Terlanjur Pakai Nama Satu Kata

    Kemendagri Tak Persoalkan Warga yang Sudah Terlanjur Pakai Nama Satu Kata

    Nasional
    Pemerintah Belum Berencana Musnahkan Ternak yang Terjangkit Penyakit Kuku dan Mulut

    Pemerintah Belum Berencana Musnahkan Ternak yang Terjangkit Penyakit Kuku dan Mulut

    Nasional
    Ferrari Indra Kenz Disita Saat Disimpan di Bengkel Ayah Vanessa Khong

    Ferrari Indra Kenz Disita Saat Disimpan di Bengkel Ayah Vanessa Khong

    Nasional
    Wamenkumham: Ada 190.000 Kasus Narkoba, yang Tak Terungkap Teorinya Bisa 7 Kali Lipat

    Wamenkumham: Ada 190.000 Kasus Narkoba, yang Tak Terungkap Teorinya Bisa 7 Kali Lipat

    Nasional
    IKN Rentan Ancaman Serangan Udara, Jenderal Andika Akui TNI Kekurangan Alutsista

    IKN Rentan Ancaman Serangan Udara, Jenderal Andika Akui TNI Kekurangan Alutsista

    Nasional
    Dukcapil: Penulisan Nama Dua Kata di E-KTP Sifatnya Imbauan, Satu Kata Boleh

    Dukcapil: Penulisan Nama Dua Kata di E-KTP Sifatnya Imbauan, Satu Kata Boleh

    Nasional
    Menag: Layanan Haji di Saudi Sudah Siap

    Menag: Layanan Haji di Saudi Sudah Siap

    Nasional
    Kemendagri Atur Penggunaan Nama Minimal Dua Kata di E-KTP, Ini Alasannya

    Kemendagri Atur Penggunaan Nama Minimal Dua Kata di E-KTP, Ini Alasannya

    Nasional
    Sejarah Pemilu 1971 dan Partai Politik Peserta

    Sejarah Pemilu 1971 dan Partai Politik Peserta

    Nasional
    Geledah Ruang Kerja Wakil Wali Kota Ambon, KPK Sita Dokumen Catatan Tangan Berkode Khusus

    Geledah Ruang Kerja Wakil Wali Kota Ambon, KPK Sita Dokumen Catatan Tangan Berkode Khusus

    Nasional
    Jokowi Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Serbia, Bahas Kerja Sama Perdagangan

    Jokowi Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Serbia, Bahas Kerja Sama Perdagangan

    Nasional
    Wamenkes: Saat Ini Covid-19 Belum Endemi, tapi Pandemi yang Terkendali

    Wamenkes: Saat Ini Covid-19 Belum Endemi, tapi Pandemi yang Terkendali

    Nasional
    Elektabilitasnya Rendah, Cak Imin Dinilai Hanya Bercanda soal Syarat Diusung Capres

    Elektabilitasnya Rendah, Cak Imin Dinilai Hanya Bercanda soal Syarat Diusung Capres

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.