Marzuki Alie: ICW Bukan Malaikat

Kompas.com - 29/06/2013, 14:07 WIB
Ketua DPR RI Marzuki Alie HENDRA A SETYAWANKetua DPR RI Marzuki Alie
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com
— Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie mempertanyakan data yang dirilis Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait 36 politisi yang akan kembali maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2014. ICW menyebut ke-36 orang itu tak mendukung upaya pemberantasan korupsi. Menurutnya, data ICW dibuat dengan analisis yang lemah.

"ICW itu manusia-manusia biasa, bukan malaikat, bukan Tuhan yang bisa melihat hati kita," kata Marzuki di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Demokrat, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (29/6/2013).

Ketua DPR RI ini menegaskan, di era demokrasi, semua orang memang memiliki hak untuk bebas berpendapat. Penilaian ada di masyarakat. Nama Marzuki juga masuk dalam daftar 36 politisi yang dianggap ICW bermasalah.

"Yang penting masyarakat melihat selama ini apa yang saya lakukan, jadi tidak perlu diambil susah. Siang malam, setiap hari membina lembaga-lembaga, ormas-ormas untuk memberantas korupsi. Kurang apalagi," ujarnya.

Marzuki Alie ikut dicantumkan ICW karena pernah menyampaikan wacana pembubaran KPK. Selain Marzuki, ada sembilan kader Demokrat yang juga masuk dalam daftar itu. Salah satunya adalah Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhy Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Berikut ini daftar 10 politisi Partai Demokrat yang dianggap tidak antikorupsi oleh ICW:

Demokrat: 10 orang

1. Edhie Baskoro Yudhoyono
Laporan dugaan pencemaran nama baik oleh Ibas kepada Yulianis dinilai oleh LPSK menghambat pemberantasan korupsi.

2. Mirwan Amir
Saksi Mindo Rosalina M dalam persidangan menyebutkan peran yang bersangkutan sebagai "Ketua Besar" yang menerima uang dari proyek wisma atlet.

3. Jhonny Allen Marbun
Disebut oleh Abdul Hadi Jamal (tersangka kasus korupsi pembangunan dermaga dan bandara Indonesia timur) menerima uang Rp 1 miliar dalam proyek yang sama.

Halaman:
Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemerintah Gelontorkan Rp 405 Triliun untuk Atasi Corona, Mensos: Bentuk Negara Hadir

    Pemerintah Gelontorkan Rp 405 Triliun untuk Atasi Corona, Mensos: Bentuk Negara Hadir

    Nasional
    UPDATE: Tambah 9 Orang, Total 112 Pasien Covid-19 Sembuh

    UPDATE: Tambah 9 Orang, Total 112 Pasien Covid-19 Sembuh

    Nasional
    Situasi Mengkhawatirkan akibat Covid-19, Anies Surati Kemenkes untuk Tetapkan PSBB

    Situasi Mengkhawatirkan akibat Covid-19, Anies Surati Kemenkes untuk Tetapkan PSBB

    Nasional
    Anies Sebut Sudah Laksanakan PSBB, Wapres: Berdampak atau Belum?

    Anies Sebut Sudah Laksanakan PSBB, Wapres: Berdampak atau Belum?

    Nasional
    Gugus Tugas Covid-19: Sekarang Kita Semua Harus Menanggalkan Ego Sektoral

    Gugus Tugas Covid-19: Sekarang Kita Semua Harus Menanggalkan Ego Sektoral

    Nasional
    Pemerintah Didorong Tingkatkan Kapasitas Lab Tes Covid-19

    Pemerintah Didorong Tingkatkan Kapasitas Lab Tes Covid-19

    Nasional
    UPDATE: Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia 170 Orang, Bertambah 13

    UPDATE: Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia 170 Orang, Bertambah 13

    Nasional
    Yasonna Usul Bebaskan Koruptor karena Covid-19, YLBHI: Ibarat Merampok Saat Bencana

    Yasonna Usul Bebaskan Koruptor karena Covid-19, YLBHI: Ibarat Merampok Saat Bencana

    Nasional
    UPDATE: Tambah 113, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini Ada 1.790 Pasien

    UPDATE: Tambah 113, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini Ada 1.790 Pasien

    Nasional
    Menkeu Serahkan Perppu Tentang Stabilitas Sistem Keuangan ke DPR

    Menkeu Serahkan Perppu Tentang Stabilitas Sistem Keuangan ke DPR

    Nasional
    Paripurna DPR Pembacaan Surpres Omnibus Law Cipta Kerja, Hadir Anggota Fisik 31 dan Virtual 278

    Paripurna DPR Pembacaan Surpres Omnibus Law Cipta Kerja, Hadir Anggota Fisik 31 dan Virtual 278

    Nasional
    Presiden Jokowi Diminta Tolak Usul Yasonna Bebaskan Koruptor karena Covid-19

    Presiden Jokowi Diminta Tolak Usul Yasonna Bebaskan Koruptor karena Covid-19

    Nasional
    Jokowi Diminta Tarik Surpres Omnibus Law Cipta Kerja jika Mau Serius Atasi Covid-19

    Jokowi Diminta Tarik Surpres Omnibus Law Cipta Kerja jika Mau Serius Atasi Covid-19

    Nasional
    Luhut: Dari Hasil Modelling, Virus Corona Tak Kuat Hidup di Cuaca Indonesia

    Luhut: Dari Hasil Modelling, Virus Corona Tak Kuat Hidup di Cuaca Indonesia

    Nasional
    Physical Distancing Diterapkan di Angkutan Mudik, Luhut Sebut Ongkos Bisa Melonjak

    Physical Distancing Diterapkan di Angkutan Mudik, Luhut Sebut Ongkos Bisa Melonjak

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X