Kapolri Akui Distribusi Dinamit Kurang Pengamanan

Kompas.com - 29/06/2013, 07:04 WIB
Dinamit. ShutterstockDinamit.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Timur Pradopo mengakui, pengamanan dalam mendistribusikan dinamit kurang maksimal. Pengakuan ini keluar menyusul hilangnya 250 batang dinamit dalam perjalanan dari Subang ke Bogor, Jawa Barat, Kami (27/6/2013).

"Kalau saya melihat hasil laporan, ya memang kurang. Ada beberapa kendaraan cuma diamankan dua orang," kata Timur di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2013). Padahal, dinamit merupakan salah satu bahan peledak yang berbahaya.

Setelah insiden hilangnya dinamit yang hingga kini belum ketahuan rimbanya, Polri meningkatkan pengamanan pada obyek vital negara. Pengamanan distribusi bahan peledak ini pun menjadi evaluasi pihak kepolisian, termasuk pengangkutan dengan truk yang hanya ditutupi terpal. "Ada evaluasi, jadi jangan sampai terulang. Kalau kurang (personel) tambah lagi," ujar Timur.

Dalam kasus ini kepolisian telah memeriksa 12 saksi, mulai dari pengemudi hingga perusahaan pembuat dinamit dan pemesannya. Waktu dan lokasi hilangnya 250 batang dinamit hingga kini pun masih menjadi tanda tanya.

Seperti diketahui, empat truk yang membawa dinamit berangkat dari gudang bahan peledak PT MNK, Subang, Rabu (26/6/2013). Dinamit hendak dikirimkan ke lokasi tambang PT Batusarana Persada di Desa Rengas Jajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Dalam perjalanan, keempat truk sempat berhenti di Marunda, Jakarta Utara. Dari hasil penyelidikan sementara, truk sempat berhenti atau singgah sebanyak lima kali.

Keempat truk ini mengangkut beragam bahan peledak lain. Bersama 250 batang dinamit yang hilang, diangkut pula peledak jenis amonium nitrat sebanyak 30.000 kilogram, dinamit 2.000 kilogram, dan detonator listrik sebanyak 4.000 unit.

Kemudian, pada Kamis (27/6/2013), dua dus seberat 50 kilogram berisi 250 dinamit diketahui hilang ketika rombongan truk tiba di Bogor. Terpal penutup truk diketahui sudah sobek.

Baca tentang
    Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kemenkes Pastikan Informasi soal 6 Kota Zona Kuning Corona Tidak Benar

    Kemenkes Pastikan Informasi soal 6 Kota Zona Kuning Corona Tidak Benar

    Nasional
    Menlu Ingatkan Tim Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess Ikuti Protokol Kesehatan

    Menlu Ingatkan Tim Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess Ikuti Protokol Kesehatan

    Nasional
    Pemerintah Gunakan Pesawat Airbus 330 untuk Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess

    Pemerintah Gunakan Pesawat Airbus 330 untuk Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess

    Nasional
    Soal Saudi Larang Umrah Sementara, Mahfud: Harus Kita Hormati

    Soal Saudi Larang Umrah Sementara, Mahfud: Harus Kita Hormati

    Nasional
    Menurut Ahli, Idealnya Pemilu Dibagi jadi Nasional dan Lokal

    Menurut Ahli, Idealnya Pemilu Dibagi jadi Nasional dan Lokal

    Nasional
    Pakar: DPR Harus Patuh soal Keserentakan Pilpres, Pemilihan DPR dan DPD

    Pakar: DPR Harus Patuh soal Keserentakan Pilpres, Pemilihan DPR dan DPD

    Nasional
    Simpan Zat Radioaktif Secara Ilegal, Polisi Sebut SM Berpotensi Tersangka

    Simpan Zat Radioaktif Secara Ilegal, Polisi Sebut SM Berpotensi Tersangka

    Nasional
    Jokowi Bertemu Tony Blair dan Bos Softbank untuk Bahas Ibu Kota Baru

    Jokowi Bertemu Tony Blair dan Bos Softbank untuk Bahas Ibu Kota Baru

    Nasional
    Pasca-Evakuasi, 68 WNI dari Kapal Diamond Princess Akan Diobservasi

    Pasca-Evakuasi, 68 WNI dari Kapal Diamond Princess Akan Diobservasi

    Nasional
    Bertemu Dubes India, Mahfud MD Bahas Persoalan Andaman

    Bertemu Dubes India, Mahfud MD Bahas Persoalan Andaman

    Nasional
    KPK Periksa Dirut Jakpro, Terkait Penyelidikan Kasus Baru

    KPK Periksa Dirut Jakpro, Terkait Penyelidikan Kasus Baru

    Nasional
    Soal Konflik di India, NU: Persekusi atas Nama Mayoritarianisme Tak Dibenarkan

    Soal Konflik di India, NU: Persekusi atas Nama Mayoritarianisme Tak Dibenarkan

    Nasional
    Ini Mekanisme Evakuasi 68 WNI dari Kapal Diamond Princess akibat Virus Corona

    Ini Mekanisme Evakuasi 68 WNI dari Kapal Diamond Princess akibat Virus Corona

    Nasional
    Didemo Ojol, Pimpinan DPR Akan Minta Klarifikasi Nurhayati Monoarfa

    Didemo Ojol, Pimpinan DPR Akan Minta Klarifikasi Nurhayati Monoarfa

    Nasional
    Saat Ojol Menyela Orasi Sufmi Dasco di Depan Gedung DPR...

    Saat Ojol Menyela Orasi Sufmi Dasco di Depan Gedung DPR...

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X