Kompas.com - 28/06/2013, 23:57 WIB
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com– Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis adanya 36 caleg yang diragukan komitmennya dalam melakukan pemberantasan korupsi. Di antara nama-nama itu, sebagian besar dicalonkan oleh partai dan mendapat nomor urut teratas. Nomor urut menjadi nomor urut yang paling diperebutkan para caleg karena dianggap paling berpeluang mendapatkan perolehan suara lebih banyak.

“Mayoritas partai justru memberikan nomor urut satu. Komitmen pemberantasan korupsi partai politik sangat rendah,” ujar peneliti ICW Donal Fariz dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (28/6/2013).

Berdasarkan catatan ICW, setidaknya ada 26 orang caleg di nomor urut 1. Sisanya yakni nomor urut dua sebanyak 6 orang, dan nomor urut 3 hingga nomor 6 masing-masing 2 orang. Sementara jika dilihat dari latar belakang para caleg bermasalah ini, masih didominasi oleh “wajah lama” yang sudah menjadi anggota DPR periode 2009-2014.

Di antara para pemain lama ini, caleg yang semangat anti korupsinya diragukan paling banyak berasal dari Komisi III. Padahal, Komisi III ini membidangi hukum dan politik. Komisi III juga memiliki mitra kerja Komisi Pemberantasan Korupsi. 

Setidaknya ada 10 orang caleg yang sempat bermasalah yang duduk di Komisi III. Sisanya yakni Komisi X (5 orang), Komisi VIII (4 orang), Komisi I (3 orang), Komisi VI (3 orang), Komisi XI (3 orang), Komisi VII (2 orang), Komisi II (1 orang), Komisi IX (1 orang). Selain itu, Ketua DPR (1 orang) dan Wakil Ketua DPR (1 orang).

“Komitmen pemberantasan korupsi partai politik sangat buruk, karena caleg-caleg yang diragukan komitmen pemberantasan korupsinya justru mendapat “keistimewaan” karena mendapat nomor urut paling atas yakni sebanyak 26 orang,” ucap Donal.

Adapun, berikut ini daftar lengkap 36 caleg yang diragukan komitmen anti-koupsinya versi ICW:

Demokrat: 10 orang
1. Edhie Baskoro Yudhoyono
Laporan dugaan pencemaran nama baik oleh Ibas kepada Yulianis dinilai oleh LPSK menghambat pemberantasan korupsi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Mirwan Amir
Saksi Mindo Rosalina M dalam persidangan menyebutkan peran yang bersangkutan sebagai "Ketua Besar" yang menerima uang dari proyek wisma atlet.

3. Jhonny Allen Marbun
Disebut oleh Abdul Hadi Jamal (tersangka kasus korupsi pembangunan dermaga dan bandara Indonesia timur) menerima uang Rp 1 miliar dalam proyek yang sama.

4. Achsanul Qosasi
Melakukan pelanggaran etika ringan dalam kasus permintaan barang atau upeti kepada BUMN.

5. Ignatius Mulyono
Membantu pengurusan sertifikat Hambalang atas permintaan Anas Urbaningrum.

6. Muhammad Nasir
Audit BPK menyebut nama Muhammad Nasir termaktub dalam akta kepemilikan PT Anugerah Nusantara.

7. Sutan Bhatoegana
Disebut oleh JPU menerima uang dalam kasus solar home system (SHS) dan hal tersebut juga diakui oleh terdakwa Kosasih Abas.

8. Marzuki Alie
Pernah menyampaikan wacana pembubaran KPK. (Baca pula: Penyataan Kontroversial Marzuki Alie).

9. Max Sopacua
Disebut dalam surat dakwaan untuk terdakwa bekas Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Sjafii Ahmad di Pengadilan Tipikor, Senin (29/11/2010), menerima uang dari proyek pengadaan alkes di Kemenkes sebesar 45 juta.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal, Ketua DPR: Kita Tidak Boleh Kebobolan Lagi

    Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal, Ketua DPR: Kita Tidak Boleh Kebobolan Lagi

    Nasional
    Perlunya Jokowi Cari Juru Bicara Baru dan Kriteria Pengganti Fadjroel

    Perlunya Jokowi Cari Juru Bicara Baru dan Kriteria Pengganti Fadjroel

    Nasional
    Kapolri: Masih Banyak Polisi yang Baik Dibanding Oknum...

    Kapolri: Masih Banyak Polisi yang Baik Dibanding Oknum...

    Nasional
    Sumpah Pemuda dan Kedaulatan Bahasa Indonesia

    Sumpah Pemuda dan Kedaulatan Bahasa Indonesia

    Nasional
    Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

    Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

    Nasional
    Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

    Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

    Nasional
    Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

    Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

    Nasional
    KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

    KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

    Nasional
    Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

    Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

    Nasional
    Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

    Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

    Nasional
    Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

    Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

    Nasional
    Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

    Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

    Nasional
    Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

    Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

    Nasional
    KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

    KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

    Nasional
    'Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai', Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

    "Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai", Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.