5 Orang Dinyatakan Buron Kasus Pembakaran Hutan Riau

Kompas.com - 27/06/2013, 23:00 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013). DIAN MAHARANIKepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013).
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak lima orang dinyatakan buron atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi dalam kasus pembakaran lahan dan hutan di Riau. Hingga hari ini polisi telah menetapkan 14 tersangka yang diduga melakukan pembakaran hutan.

"Total 6 kasus dan 14 tersangka. Sedangkan yang dinyatakan sebagai DPO ada lima orang," tulis Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto melalui pesan singkat, Kamis (27/6/2013).

Agus merinci, untuk wilayah Rokan Hilir sebanyak 2 kasus dengan 9 tersangka, Bengkalis 2 kasus dengan 2 tersangka, Pelelawan satu kasus dengan 2 tersangka dan di Siak satu kasus dengan 1 tersangka. Pembakaran tersebut diduga dilakukan masyarakat untuk membuka lahan perkebunan. Namun, kepolisian belum mendapatkan keterlibatan 14 tersangka dengan pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Tim satuan tugas penegakan hukum yang dipimpin Polda Riau telah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran. Mengacu UU No. 41/1999 dan UU No. 32/2009, bagi masyarakat yang dengan sengaja dan karena kelalaiannya dapat dikenakan denda dari Rp 3 – 5 miliar dan dapat diancam pidana maksimal 15 tahun penjara.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sekitar 3,9 juta hektar lahan gambut di Riau telah beralih fungsi menjadi perkebunan. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hujan buatan dan hujan alami yang mengguyur kawasan hutan beberapa hari terakhir berhasil mengurangi titik api (hot spot) di wilayah Riau.

Berdasarkan pantauan satelit NOAA 18 pada Kamis (27/6/2013) tercatat titik api berkurang menjadi 19 titik. Titik api tersebut tersebar di wilayah Pelalawan 6 titik, Bengkalis 2 titik, Inhil 2 titik, Kampar 2 titik, Rohil 2 titik, Siak 2 titik, Dumai 1 titik, K. Meranti 1 titik, dan Rohul 1 titik. Banyaknya titik api itu, sebelumnya menyebabkan kabut asap meluas hingga ke Singapura dan Malaysia.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X