Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Data Penyimpangan BLSM Diperkirakan Capai 6-7 Persen

Kompas.com - 27/06/2013, 20:35 WIB
Sandro Gatra

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com
— Pemerintah mengakui masih ada deviasi atau penyimpangan dari realisasi program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). Namun, deviasi tersebut diklaim jauh lebih kecil dibanding program serupa, yakni bantuan langsung tunai (BLT).

"Ada deviasi 6-7 persen. Deviasi dibandingkan BLT dulu di atas 20 persen. Sekarang 6-7 persen wajarlah," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Tifatul mengatakan, deviasi itu diakui juga oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Hal itu terjadi lantaran data yang dipakai untuk menentukan penerima BLSM berasal dari survei BPS tahun 2011.

"Mungkin saja 2011 waktu itu susah keadaannya, tapi 2013 sudah berubah. Ada juga yang meninggal, ada yang pindah rumah. Kita akan update data-data itu, kata Tifatul.

Seperti diberitakan, sebanyak 15,5 juta keluarga sasaran akan menerima Kartu Perlindungan Sosial. Kartu itu akan digunakan untuk mencairkan kompensasi dari kenaikan harga premium dan solar. Selain BLSM, kompensasi lain yakni beras miskin, beasiswa, dan program keluarga harapan.

Khusus BLSM, setiap keluarga akan menerima Rp 600.000 untuk empat bulan. Pencairannya dilakukan dua tahap. Jika ternyata tidak berhak, data penerima BLSM bisa diubah dalam musyawarah desa atau kelurahan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Pertemuan Jokowi dan Megawati Tak Usah Ditambahi Syarat Politis

    Pertemuan Jokowi dan Megawati Tak Usah Ditambahi Syarat Politis

    Nasional
    Dipastikan, Tak Ada WNI Jadi Korban Penusukan di Bondi Junction, Sydney

    Dipastikan, Tak Ada WNI Jadi Korban Penusukan di Bondi Junction, Sydney

    Nasional
    Akhir Pekan di Sumut, Jokowi Belanja Jeruk, Mangga, hingga Salak

    Akhir Pekan di Sumut, Jokowi Belanja Jeruk, Mangga, hingga Salak

    Nasional
    OPM Ajukan Syarat Pembebasan Pilot Susi Air Philips Mark Mehrtens

    OPM Ajukan Syarat Pembebasan Pilot Susi Air Philips Mark Mehrtens

    Nasional
    Tampilkan Lagi Pilot Susi Air dalam Video, OPM Minta Bom Dihentikan

    Tampilkan Lagi Pilot Susi Air dalam Video, OPM Minta Bom Dihentikan

    Nasional
    Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Beri Izin ASN untuk WFH 16-17 April

    Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Beri Izin ASN untuk WFH 16-17 April

    Nasional
    Menteri Anas: WFH ASN Maksimal 50 Persen pada 16-17 April, Pelayanan Publik Wajib WFO 100 Persen

    Menteri Anas: WFH ASN Maksimal 50 Persen pada 16-17 April, Pelayanan Publik Wajib WFO 100 Persen

    Nasional
    Mensos Risma Paparkan Program PENA untuk Penerima Bansos dan Penyandang Disabilitas kepada Direktur OECD

    Mensos Risma Paparkan Program PENA untuk Penerima Bansos dan Penyandang Disabilitas kepada Direktur OECD

    Nasional
    Menlu Retno: Banyak Tekanan agar RI Mulai Normalisasi Hubungan dengan Israel

    Menlu Retno: Banyak Tekanan agar RI Mulai Normalisasi Hubungan dengan Israel

    Nasional
    Sebut RI Tak Menutup Diri Normalisasi Diplomatik dengan Israel, Menlu: Syaratnya 'Two State Solution'

    Sebut RI Tak Menutup Diri Normalisasi Diplomatik dengan Israel, Menlu: Syaratnya "Two State Solution"

    Nasional
    Menhub Targetkan Pembangunan Rel Layang Simpang Joglo di Solo Rampung Agustus 2024

    Menhub Targetkan Pembangunan Rel Layang Simpang Joglo di Solo Rampung Agustus 2024

    Nasional
    Sabtu Pukul 15.00 WIB, Diberlakukan 'One Way' di Km 414 Tol Kalikangkung hingga Km 72 Tol Cipali

    Sabtu Pukul 15.00 WIB, Diberlakukan "One Way" di Km 414 Tol Kalikangkung hingga Km 72 Tol Cipali

    Nasional
    Tinjau Proyek Rel Layang Simpang Joglo Solo, Kakorlantas: Solusi Urai Kemacetan

    Tinjau Proyek Rel Layang Simpang Joglo Solo, Kakorlantas: Solusi Urai Kemacetan

    Nasional
    Cerita Kontingen TNI AU 'Air Drop' Logistik di Gaza: 'Warning' Daerah Militer hingga GPS Hilang Saat Terbang

    Cerita Kontingen TNI AU "Air Drop" Logistik di Gaza: "Warning" Daerah Militer hingga GPS Hilang Saat Terbang

    Nasional
    PDI-P Khawatir Kecurangan Pilpres Direplikasi dalam Pilkada

    PDI-P Khawatir Kecurangan Pilpres Direplikasi dalam Pilkada

    Nasional
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com