Kompas.com - 27/06/2013, 18:32 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi menyita tiga mobil, satu apartemen, dan sejumlah dokumen setelah melakukan penggeledahan di tiga lokasi terkait kasus dugaan korupsi pembahasan revisi peraturan daerah (Perda) PON dan korupsi kehutanan dengan tersangka Gubernur Riau Rusli Zainal.

Penggeledahan tersebut berlangsung pada Kamis (20/6/2013) pekan lalu. "Dari hasil penggeledahan terkait kasus RZ (Rusli Zainal) di tiga tempat, ada tiga buah mobil, satu apartemen Belleza nomor 8, dan ada dokumen-dokumen lain," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Namun, Johan mengaku belum mendapatkan informasi mengenai merek mobil yang disita tersebut. Johan menambahkan, dokumen-dokumen yang disita berkenaan dengan dugaan penerimaan hadiah yang dilakukan Rusli. "Ada dugaan dokumen itu berkaitan dengan dugaan penerimaan," ujarnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan KPK menjerat Rusli dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU), Johan mengatakan belum ada keputusan KPK untuk itu.

Sebelumnya tim penyidik KPK menggeledah tiga tempat terkait penyidikan kasus Rusli. Ketiga tempat itu adalah kantor Perwakilan Riau di Jalan Otto Iskandar Dinata Nomor 107 Jakarta Timur; rumah atas nama M Akil di Jalan Purwakarta Nomor 29, Jakarta Pusat; serta sebuah rumah atas nama Rahman Akil di Jalan Alam Segar 1 Nomor 9 Jakarta Selatan.

Informasi yang diperoleh Kompas.com, M Akil dan Rahman Akil diduga sebagai orang dekat Rusli. Keduanya adalah ayah dan anak. KPK menetapkan Rusli Zainal sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi kasus pembahasan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 soal PON Riau. Rusli diduga menerima suap untuk meloloskan pembahasan Perda itu.

Terkait pembahasan Perda yang sama, Rusli juga diduga menyuap sejumlah anggota DPRD Provinsi Riau. Selain itu, KPK menetapkan Rusli sebagai tersangka atas dugaan melakukan penyalahgunaan wewenang terkait penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Kabupaten Pelalawan, Riau, dari 2001 sampai 2006. Terkait penyidikan kasus Rusli, hari ini KPK memeriksa wanita bernama Septina Primawati yang diketahui sebagai istri Rusli.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Alasan Brigjen NA Tembak Kucing di Sesko TNI: Jaga Kenyamanan dan Kebersihan

    Alasan Brigjen NA Tembak Kucing di Sesko TNI: Jaga Kenyamanan dan Kebersihan

    Nasional
    Kapuspen TNI: Brigjen NA Tembaki Kucing di Sesko Pakai Senapan Angin

    Kapuspen TNI: Brigjen NA Tembaki Kucing di Sesko Pakai Senapan Angin

    Nasional
    Peringatan Hari Konstitusi, Bamsoet: Pelajaran Baik di Masa Lalu Harus Dipertahankan, yang Buruk Ditinggalkan

    Peringatan Hari Konstitusi, Bamsoet: Pelajaran Baik di Masa Lalu Harus Dipertahankan, yang Buruk Ditinggalkan

    Nasional
    Gerindra Lebih Suka jika Koalisi Berisi Lebih Banyak Parpol

    Gerindra Lebih Suka jika Koalisi Berisi Lebih Banyak Parpol

    Nasional
    Suara Tidak Sah Masih Tinggi, KPU Akan Kerja Sama Parpol dan Peserta Pemilu Edukasi Pemilih

    Suara Tidak Sah Masih Tinggi, KPU Akan Kerja Sama Parpol dan Peserta Pemilu Edukasi Pemilih

    Nasional
    KPU Buka Peluang Gandeng 'Influencer' untuk Sosialisasi Pemilu dan Edukasi Pemilih

    KPU Buka Peluang Gandeng "Influencer" untuk Sosialisasi Pemilu dan Edukasi Pemilih

    Nasional
    Gerindra: Komunikasi dengan PDI-P Pasca-kerja Sama dengan PKB Sangat Bagus

    Gerindra: Komunikasi dengan PDI-P Pasca-kerja Sama dengan PKB Sangat Bagus

    Nasional
    Inalum Catatkan Kinerja Positif Selama Semester I-2022

    Inalum Catatkan Kinerja Positif Selama Semester I-2022

    Nasional
    Rancangan Peraturan KPU: Lembaga Survei Terdaftar Dilarang Didanai Asing

    Rancangan Peraturan KPU: Lembaga Survei Terdaftar Dilarang Didanai Asing

    Nasional
    Ibas Siap Dukung Segala Kebijakan Pemerintah Pulihkan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

    Ibas Siap Dukung Segala Kebijakan Pemerintah Pulihkan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

    Nasional
    Gus Muhaimin: Presiden Jokowi Serius dalam Bekerja dan Giat Mengatasi Keadaan Sulit

    Gus Muhaimin: Presiden Jokowi Serius dalam Bekerja dan Giat Mengatasi Keadaan Sulit

    Nasional
    Segera Dilantik Jokowi, Siapa Menteri PAN-RB Baru Pengganti Tjahjo Kumolo?

    Segera Dilantik Jokowi, Siapa Menteri PAN-RB Baru Pengganti Tjahjo Kumolo?

    Nasional
    Jokowi Minta Menhub dan Menteri BUMN Selesaikan Persoalan Mahalnya Harga Tiket Pesawat

    Jokowi Minta Menhub dan Menteri BUMN Selesaikan Persoalan Mahalnya Harga Tiket Pesawat

    Nasional
    Pelaku Penembakan Kucing di Sesko TNI Bandung Berpangkat Brigjen

    Pelaku Penembakan Kucing di Sesko TNI Bandung Berpangkat Brigjen

    Nasional
    Wapres Ma'ruf Amin: Kalau Dulu Jihad Melawan Musuh, Kita Sekarang Jihad Ekonomi

    Wapres Ma'ruf Amin: Kalau Dulu Jihad Melawan Musuh, Kita Sekarang Jihad Ekonomi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.