Kompas.com - 27/06/2013, 15:39 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

Di ujung pernyataannya, Fahri meminta KPK agar tidak terjebak pada industri media yang saling bunuh. Ia mencurigai ada praktik media yang sengaja untuk menjelekkan PKS.

"Ada lagi bilang, jenggot boleh panjang, lihat perempuan suka banget. Saya enggak terima ini. Sebentar lagi pemilu, demokrasi harus kita jaga jangan menghancurkan parpol," teriak Fahri,  sambil mengacungkan tangannya.

Kolega satu partainya, Aboebakar Al-Habsy, pun memuji "kuliah lebih tujuh menit" yang disampaikan Fahri.

"Terima kasih Ustaz Fahri. Teman saya ini keras, tapi ceramahnya membuka pikiran kita," kata politisi yang kerap disapa "Habib" ini.

Kritik keras memang kerap dilayangkan politisi PKS setelah KPK mengusut kasus dugaan suap terkait impor daging sapi. Kasus ini menyeret mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.