Tersangka Pembakaran Hutan Riau Bertambah Jadi 14 Orang

Kompas.com - 27/06/2013, 14:02 WIB
Warga tetap melakukan aktivitas meskipun kabut asap terus menyelimuti kota Pekanbaru, seperti yang tampak di jalan Parit Indah, Jumat (7/8). Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di beberapa kota dan kabupaten di provinsi Riau, sehingga menyebabkan ratusan ribu siswa terpaksa diliburkan dari sekolahnya. Tribun Pekanbaru/Melvinas PrianandaWarga tetap melakukan aktivitas meskipun kabut asap terus menyelimuti kota Pekanbaru, seperti yang tampak di jalan Parit Indah, Jumat (7/8). Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di beberapa kota dan kabupaten di provinsi Riau, sehingga menyebabkan ratusan ribu siswa terpaksa diliburkan dari sekolahnya.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus pembakaran kawasan lahan dan hutan Riau bertambah menjadi 14 orang. Mereka adalah masyarakat yang tersebar di sejumlah wilayah, yakni Rokan Hilir, Pelalawan, Siak, hingga Bengkalis.

"Polda Riau sudah tetapkan 14 tersangka," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto melalui pesan singkat, Kamis (27/6/2013).

Mereka diduga sebagai pelaku yang membakar kawasan lahan dan hutan hingga menyebabkan kebakaran yang meluas. Pembakaran tersebut dilakukan untuk membuka lahan perkebunan. Namun, kepolisian belum mendapatkan keterlibatan 14 tersangka dengan pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Ronny Franky Sompie mengatakan masih mendalami kasus kebakaran hutan pada sejumlah perusahaan tersebut.

"Masih didalami apakah ada kaitan dengan perusahaan yang mungkin membiayai mereka (tersangka) untuk melakukan pembakaran. Bagaimana upaya pencegahan terjadi kebakaran yang lebih besar oleh perusahaan, itu nanti akan sangat terkait dengan ada atau tidaknya keterlibatan dari perusahaan tersebut," terang Ronny.

Seperti diketahui, Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengatakan, ada delapan perusahaan Malaysia yang diduga melakukan pembakaran lahan dan hutan di Riau. Polda Riau kemudian melakukan pengecekan terhadap perusahaan tersebut, di antaranya PT Lagam Inti Hibrida di Pelalawan dan PT Bumi Reksa Sejati di Indragiri Hilir. Banyaknya titik api di kawasan hutan Riau menyebabkan kabut asap meluas hingga ke Singapura dan Malaysia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sekitar 3,9 juta hektar lahan gambut di Riau telah beralih fungsi menjadi perkebunan. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, BNPB bersama pihak terkait mengerahkan pesawat Cassa, pesawat Hercules, dan helikopter untuk membuat hujan buatan dari udara.

Kombes Agus Rianto yang melihat operasi pemadaman api di Riau melaporkan, jumlah titik api sudah jauh berkurang, yakni menjadi enam titik pada Rabu (26/6/2013). Hal itu menyusul kawasan Riau yang diguyur hujan beberapa hari ini. Namun, kondisi di udara masih berkabut asap akibat penguapan air dari permukaan tanah.

"Kondisi asap sudah sangat berkurang dan tidak memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan. Sampai dengan tanggal 26 Juni 2013 jam 18.00 WIB, jumlah hot spot tinggal 6 titik," kata Agus.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dubes RI di AS Rosan Roeslani Serahkan Surat-surat Kepercayaan ke Joe Biden

    Dubes RI di AS Rosan Roeslani Serahkan Surat-surat Kepercayaan ke Joe Biden

    Nasional
    Kasus Suap Wali Kota Rahmat Effendi, KPK Panggil 3 Lurah sebagai Saksi

    Kasus Suap Wali Kota Rahmat Effendi, KPK Panggil 3 Lurah sebagai Saksi

    Nasional
    WNI Pekerja Pertanian Bakal Bebas Visa Untuk Bekerja di Australia

    WNI Pekerja Pertanian Bakal Bebas Visa Untuk Bekerja di Australia

    Nasional
    Akhir Drama Pernyataan Arteria Dahlan, Minta Maaf dan Dijatuhi Sanksi oleh PDI-P

    Akhir Drama Pernyataan Arteria Dahlan, Minta Maaf dan Dijatuhi Sanksi oleh PDI-P

    Nasional
    Polri Akan Tindak Penimbun Minyak Goreng Rp 14.000, Ancamannya Denda Rp 50 Miliar

    Polri Akan Tindak Penimbun Minyak Goreng Rp 14.000, Ancamannya Denda Rp 50 Miliar

    Nasional
    7 Atensi Prabowo Terkait Pertahanan dalam Rapim Kemenhan 2022

    7 Atensi Prabowo Terkait Pertahanan dalam Rapim Kemenhan 2022

    Nasional
    KPU Usulkan Alternatif Jadwal Pemilu 14 Februari 2024

    KPU Usulkan Alternatif Jadwal Pemilu 14 Februari 2024

    Nasional
    OTT Hakim PN Surabaya: Dugaan Kongkalikong Bubarkan Perusahaan untuk Bagi Keuntungan

    OTT Hakim PN Surabaya: Dugaan Kongkalikong Bubarkan Perusahaan untuk Bagi Keuntungan

    Nasional
    Bertambah 51, Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet 2.687

    Bertambah 51, Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet 2.687

    Nasional
    Lebih dari 2.000 Kasus Covid-19 Sehari dan 1.000 Omicron, Indonesia Masuki Gelombang 3 Pandemi

    Lebih dari 2.000 Kasus Covid-19 Sehari dan 1.000 Omicron, Indonesia Masuki Gelombang 3 Pandemi

    Nasional
    Itong Isanini Tersangka Suap, KY Ungkap Laporan Pelanggaran Etik Hakim di Jatim Ranking Dua

    Itong Isanini Tersangka Suap, KY Ungkap Laporan Pelanggaran Etik Hakim di Jatim Ranking Dua

    Nasional
    Tertutupnya Mabes Polri soal Asal Usul Pelat Mirip Polisi yang Dimiliki Arteria Dahlan

    Tertutupnya Mabes Polri soal Asal Usul Pelat Mirip Polisi yang Dimiliki Arteria Dahlan

    Nasional
    Itong Isnaini Tersangka, KY: Ada Dugaan Pelanggaran Etik Hakim

    Itong Isnaini Tersangka, KY: Ada Dugaan Pelanggaran Etik Hakim

    Nasional
    Satgas Sebut Belum Ada Gejala Khas yang Timbul akibat Varian Omicron

    Satgas Sebut Belum Ada Gejala Khas yang Timbul akibat Varian Omicron

    Nasional
    Megaproyek IKN, 20.000 Masyarakat Adat Tersingkir dan Dugaan 'Hapus Dosa' Korporasi

    Megaproyek IKN, 20.000 Masyarakat Adat Tersingkir dan Dugaan "Hapus Dosa" Korporasi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.