Tersangka Kasus Pembakaran Hutan Riau Jadi 10 Orang

Kompas.com - 26/06/2013, 18:45 WIB
Warga tetap melakukan aktivitas meskipun kabut asap terus menyelimuti kota Pekanbaru, seperti yang tampak di jalan Parit Indah, Jumat (7/8). Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di beberapa kota dan kabupaten di provinsi Riau, sehingga menyebabkan ratusan ribu siswa terpaksa diliburkan dari sekolahnya. Tribun Pekanbaru/Melvinas PrianandaWarga tetap melakukan aktivitas meskipun kabut asap terus menyelimuti kota Pekanbaru, seperti yang tampak di jalan Parit Indah, Jumat (7/8). Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di beberapa kota dan kabupaten di provinsi Riau, sehingga menyebabkan ratusan ribu siswa terpaksa diliburkan dari sekolahnya.
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus pembakaran kawasan lahan dan hutan Riau bertambah menjadi 10 orang. Sebanyak 10 tersangka merupakan masyarakat setempat yang tersebar di empat wilayah. Mereka diduga melakukan pembakaran lahan hingga menyebabkan kebakaran dan kabut asap yang meluas.

"Dari Polda Riau sudah tetapkan 10 tersangka. Ini baru jumlahnya saja. Dari wilayah Rokan Hilir 6 orang tersangka, Bengkalis 1 tersangka, Pelalawan 2, dan Siak 1 tersangka," ujar Kepala Bagian Penerangan Satuan Divisi Humas Polri Komisaris Besar Rana S Permana di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2013).

Menurut Rana, kepolisian belum mendapatkan informasi keterkaitan tersangka dengan sejumlah perusahaan perkebunan sawit di kawasan hutan atau lahan Riau. Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Ronny Franky Sompie mengatakan masih mendalami kasus kebakaran hutan pada sejumlah perusahaan tersebut.

"Masih didalami apakah ada kaitan dengan perusahaan yang mungkin membiayai mereka (tersangka) untuk melakukan pembakaran. Bagaimana upaya pencegahan terjadi kebakaran yang lebih besar oleh perusahaan, itu nanti akan sangat terkait dengan ada atau tidaknya keterlibatan dari perusahaan tersebut," terang Ronny.

Seperti diketahui, Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengatakan, ada 8 perusahaan Malaysia yang diduga melakukan pembakaran lahan dan hutan di Riau. Polda Riau kemudian melakukan pengecekan terhadap perusahaan tersebut, di antaranya PT Lagam Inti Hibrida di Pelalawan dan PT Bumi Reksa Sejati di Indragiri Hilir.

Banyaknya titik api di kawasan hutan Riau menyebabkan kabut asap meluas hingga ke Singapura dan Malaysia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sekitar 3,9 juta hektar lahan gambut di Riau telah beralih fungsi menjadi perkebunan. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, BNPB bersama pihak terkait telah mengerahkan pesawat Cassa, persawat Hercules, dan helikopter untuk membuat hujan buatan dari udara. Hujan buatan dilakukan dengan cara menaburkan garam dapur (NaCl) pada awan-awan potensial di udara, khususnya awan kelas kumulus.

Kendala tim udara adalah awan tersebut sulit terbentuk karena terhalang oleh butir-butir aerosol dari asap kebakaran. Menurut Sutopo, memadamkan api pada lahan gambut juga sulit dilakukan karena bara api berada pada kedalaman 6-10 meter dari permukaan.

Akses menuju titik api juga sulit dijangkau. Operasi pemadaman di darat juga dilakukan dengan bantuan 389 personel dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat. Pemadaman melalui jalur darat telah dilakukan di wilayah Tenayan Raya, Kota Pekanbaru; wilayah Kuantan Sengingi; serta Kabupaten Indragiri Hulu. Di Tenayan Raya berhasil dipadamkan api seluas 10 hektar lahan yang terbakar dan di Indragiri Hulu telah dipadamkan 2 titik api dengan luas kebakaran 163 hektar.

Terakhir, berdasarkan pantauan satelit NOAA18 pada Senin (24/6/2013), masih terdapat 265 titik api (hot spot) di Riau. Titik api tersebut terkonsentrasi di Rokan Hilir sebanyak 66 titik, Pelalawan sebanyak 43 titik, Indragiri Hulu sebanyak 30 titik, Indragiri Hilir sebanyak 14 titik, Siak sebanyak 26 titik, dan Rokan Hulu 25 titik.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kukuh Ingin Bentuk Pansus Jiwasraya, Demokrat: Kami Ingin Bongkar

    Kukuh Ingin Bentuk Pansus Jiwasraya, Demokrat: Kami Ingin Bongkar

    Nasional
    Kejagung Sita Perhiasan dan Jam Tangan Tersangka Kasus Jiwasraya

    Kejagung Sita Perhiasan dan Jam Tangan Tersangka Kasus Jiwasraya

    Nasional
    Migrant Care: 8 Perempuan WNI Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Malaysia

    Migrant Care: 8 Perempuan WNI Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Malaysia

    Nasional
    Firli Ditantang BW Ramu Strategi Antikorupsi, KPK: Kita Buktikan dengan Kerja

    Firli Ditantang BW Ramu Strategi Antikorupsi, KPK: Kita Buktikan dengan Kerja

    Nasional
    Jimly Asshiddiqie Minta Pendemo Tak Anti Omnibus Law, tetapi Pantau Isinya

    Jimly Asshiddiqie Minta Pendemo Tak Anti Omnibus Law, tetapi Pantau Isinya

    Nasional
    Pelajar Bunuh Begal, Kejagung Sebut Jaksa Tak Bisa Buktikan Pasal Pembunuhan Berencana

    Pelajar Bunuh Begal, Kejagung Sebut Jaksa Tak Bisa Buktikan Pasal Pembunuhan Berencana

    Nasional
    Wakil Komisi III: Kami Tolak Semua Calon Hakim Agung jika Tak Layak

    Wakil Komisi III: Kami Tolak Semua Calon Hakim Agung jika Tak Layak

    Nasional
    Dugaan Keterlibatan Eks Menag, KPK Pelajari Putusan Sidang Romahurmuziy

    Dugaan Keterlibatan Eks Menag, KPK Pelajari Putusan Sidang Romahurmuziy

    Nasional
    Kuasa Hukum Sebut Heru Hidayat Tak Sembunyikan Aset di Luar Negeri

    Kuasa Hukum Sebut Heru Hidayat Tak Sembunyikan Aset di Luar Negeri

    Nasional
    KPK Dalami Aliran Suap Harun Masiku ke Wahyu Setiawan

    KPK Dalami Aliran Suap Harun Masiku ke Wahyu Setiawan

    Nasional
    Bupati Lebak Libatkan Badan Geologi untuk Relokasi Warga

    Bupati Lebak Libatkan Badan Geologi untuk Relokasi Warga

    Nasional
    Respons Puan Maharani soal Tantangan Jokowi Rampungkan Omnibus Law dalam 100 Hari

    Respons Puan Maharani soal Tantangan Jokowi Rampungkan Omnibus Law dalam 100 Hari

    Nasional
    Bupati Lebak Masih Tunggu Kajian Badan Geologi untuk Relokasi Korban Banjir Bandang

    Bupati Lebak Masih Tunggu Kajian Badan Geologi untuk Relokasi Korban Banjir Bandang

    Nasional
    KPK: Seluruh Menteri dan Wamen yang Baru Sudah Setor LHKPN

    KPK: Seluruh Menteri dan Wamen yang Baru Sudah Setor LHKPN

    Nasional
    Kuasa Hukum Tersangka Kasus Jiwasraya Belum Berencana Ajukan Praperadilan

    Kuasa Hukum Tersangka Kasus Jiwasraya Belum Berencana Ajukan Praperadilan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X