Kompas.com - 26/06/2013, 18:20 WIB
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Tim Pengawas Bank Century Ahmad Yani tetap mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Bank Indonesia (BI). Meski di sisi lain ia menilai waktu penggeledahan itu sangat telat karena seharusnya dilakukan sejak November 2012 silam.

"Kita apresiasi lah, walaupun terlambat sekali. Terlambat karena sejak bulan November baru sekarang (digeledah)," kata Yani, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/6/2013).

Di luar itu, politisi PPP ini juga menanyakan hasil yang didapat KPK dari penggeledahan tersebut. Dirinya khawatir aksi penggeledahan itu dilakukan agar terkesan sibuk dan memiliki alasan untuk mangkir dari undangan rapat Timwas Century yang dijadwalkan digelar pada Rabu siang. "Kita tinggal menunggu tersangka baru, itu yang paling penting. Segera tetapkan semua Dewan Gubernur (BI) yang memutuskan FPJP itu jadi tersangka," ujarnya.

Sebelumnya, KPK menggeledah empat direktorat di kantor BI terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century, Selasa (25/6/2013). Penggeledahan itu berlangsung selama 20 jam lebih. Penggeledahan berlangsung tertutup dan kondusif. Ada 45 lebih personel yang diturunkan KPK untuk menggeledah kantor BI.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, penggeledahan yang dilakukan mulai pukul 09.00 WIB, Selasa (25/6/2013), baru selesai sekitar pukul 05.30 WIB, Rabu (26/6/2013) subuh. Dia juga mengatakan, hasil penggeledahan dari kantor BI tersebut sangat berguna bagi kualitas penyidikan KPK sehingga kasus Century dapat diungkap secara lebih utuh. Selaku pimpinan KPK, Bambang menyampaikan apresiasinya kepada satuan tugas penyidikan Bank Century dan seluruh tim yang melakukan penggeledahan di kantor BI.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    AHY Minta Kader Demokrat Hindari Politik Identitas, Harganya Terlalu Mahal

    AHY Minta Kader Demokrat Hindari Politik Identitas, Harganya Terlalu Mahal

    Nasional
    Ketum PAN: Menjadi Islam Moderat Bukan Sikap Lemah atau Cari Aman

    Ketum PAN: Menjadi Islam Moderat Bukan Sikap Lemah atau Cari Aman

    Nasional
    AHY Nilai Wajar jika Kader Demokrat Dorong Dia Jadi Capres 2024

    AHY Nilai Wajar jika Kader Demokrat Dorong Dia Jadi Capres 2024

    Nasional
    Jokowi-Ma'ruf Amin Akan Hadiri Pengukuhan Pengurus PBNU di Kaltim

    Jokowi-Ma'ruf Amin Akan Hadiri Pengukuhan Pengurus PBNU di Kaltim

    Nasional
    Serangan Sekjen PDI-P ke Anies: Bandingkan dengan Ahok Hingga Sebut Mintanya Bawahan yang Kerja

    Serangan Sekjen PDI-P ke Anies: Bandingkan dengan Ahok Hingga Sebut Mintanya Bawahan yang Kerja

    Nasional
    Ridwan Kamil: Jika Ada Kesempatan Maju sebagai Capres 2024, Bismillah

    Ridwan Kamil: Jika Ada Kesempatan Maju sebagai Capres 2024, Bismillah

    Nasional
    Update 29 Januari: 383.401 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate dengan PCR 20,33 Persen

    Update 29 Januari: 383.401 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate dengan PCR 20,33 Persen

    Nasional
    Ridwan Kamil Puji Anies Baswedan soal Stadion JIS

    Ridwan Kamil Puji Anies Baswedan soal Stadion JIS

    Nasional
    KSAD Sebut Prajurit TNI yang Gugur di Papua sebagai Pahlawan

    KSAD Sebut Prajurit TNI yang Gugur di Papua sebagai Pahlawan

    Nasional
    Jokowi: IKN Kita Jadikan 'Showcase' Transformasi Lingkungan, Ekonomi, Teknologi, dan Sosial

    Jokowi: IKN Kita Jadikan "Showcase" Transformasi Lingkungan, Ekonomi, Teknologi, dan Sosial

    Nasional
    Update 29 Januari: Ada 11.112 Suspek Covid-19 di Indonesia

    Update 29 Januari: Ada 11.112 Suspek Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 29 Januari: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, Tertinggi di Jakarta 5.765 Kasus Baru

    UPDATE 29 Januari: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, Tertinggi di Jakarta 5.765 Kasus Baru

    Nasional
    Update 29 Januari: Bertambah 2.590, Total Kasus Sembuh dari Covid-19 Mencapai 4.133.923

    Update 29 Januari: Bertambah 2.590, Total Kasus Sembuh dari Covid-19 Mencapai 4.133.923

    Nasional
    Update 29 Januari: 52.555 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Update 29 Januari: 52.555 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 29 Januari: Bertambah 17, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.285 Jiwa

    UPDATE 29 Januari: Bertambah 17, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.285 Jiwa

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.