Kompas.com - 26/06/2013, 17:44 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. SUZANNE PLUNKETT / POOL / AFPPresiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Penulis Sandro Gatra
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku tidak takut dengan Malaysia dan Singapura. Pengakuan itu disampaikan Presiden saat jumpa pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (26/6/2013).

Awalnya, Presiden mengaku memantau pembicaraan di media sosial setelah dirinya meminta maaf kepada Pemerintah Malaysia dan Singapura terkait asap dari kebakaran di Riau. Presiden menilai ada pembicaraan yang keliru seperti menganggap Pemerintah Indonesia takut dengan Singapura dan Malaysia.

"Tidak ada negara berdaulat harus takut kepada negara mana pun. Tidak kepada Malaysia, tidak kepada Singapura," kata Presiden.

Presiden mengingatkan rakyat Indonesia bahwa urusan asap konteksnya jelas. Ia meminta masalah asap jangan dibawa ke isu lain. "Tegas saya sampaikan kalau soal kedaulatan negara, soal keutuhan wilayah, kepentingan nasional lain, tidak pernah ada kompromi. Saya tegaskan," kata Presiden.

Presiden memberi contoh adanya pembicaraan yang mengaitkan dengan wilayah Ambalat. Menurut Presiden, pemerintah akan terus memperjuangkan wilayah itu sampai kapan pun.

Presiden juga mengaku akan gigih berjuang dalam diplomasi untuk memastikan tenaga kerja Indonesia di Malaysia mendapat perlindungan, diberikan hak-haknya, serta tidak ada tindakan kekerasan terhadap WNI lainnya.

"Posisi kita jelas, tidak akan pernah berubah. Jadi, jangan dikaitkan dengan apa yang dilakukan terhadap asap," pungkas Presiden.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

    Kemenkes Klaim Indonesia Jadi Negara Non Produsen Vaksin Covid-19 yang Capaian Vaksinasinya Terbaik

    Nasional
    3 Orang dan 1 Korporasi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan di Munjul Segera Disidang

    3 Orang dan 1 Korporasi Tersangka Kasus Pengadaan Lahan di Munjul Segera Disidang

    Nasional
    Sebaran 15.594 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 21 Oktober 2021

    Sebaran 15.594 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 21 Oktober 2021

    Nasional
    UPDATE 21 Oktober: Ada 4.336 Kasus Suspek Covid-19

    UPDATE 21 Oktober: Ada 4.336 Kasus Suspek Covid-19

    Nasional
    Pengacara Sebut Luhut Tak Datang Mediasi Atas Permintaan Penyidik

    Pengacara Sebut Luhut Tak Datang Mediasi Atas Permintaan Penyidik

    Nasional
    Pemerintah Negosiasi dengan Arab Saudi agar Calon Jemaah Umrah Tak Perlu Vaksin Booster

    Pemerintah Negosiasi dengan Arab Saudi agar Calon Jemaah Umrah Tak Perlu Vaksin Booster

    Nasional
    UPDATE 21 Oktober: 65,6 Juta Lebih Orang Sudah Divaksinasi Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

    UPDATE 21 Oktober: 65,6 Juta Lebih Orang Sudah Divaksinasi Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

    Nasional
    Kasus Covid-19 Menurun, Kemenkes: Belum Boleh Rapatkan Saf saat Ibadah

    Kasus Covid-19 Menurun, Kemenkes: Belum Boleh Rapatkan Saf saat Ibadah

    Nasional
    Propam Polri Tahan Polantas yang Diduga Pacaran Pakai Mobil Dinas PJR

    Propam Polri Tahan Polantas yang Diduga Pacaran Pakai Mobil Dinas PJR

    Nasional
    UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 31,50 Persen

    UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 31,50 Persen

    Nasional
    UPDATE 21 Oktober: 218.399 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate dengan PCR 1,31 Persen

    UPDATE 21 Oktober: 218.399 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate dengan PCR 1,31 Persen

    Nasional
    Saat Soeharto Kalahkan 'Rambo' di Lapangan Golf...

    Saat Soeharto Kalahkan "Rambo" di Lapangan Golf...

    Nasional
    UPDATE: Sebaran 633 Kasus Harian Covid-19, Terbanyak di DKI Jakarta

    UPDATE: Sebaran 633 Kasus Harian Covid-19, Terbanyak di DKI Jakarta

    Nasional
    PCR Kini Jadi Syarat Naik Pesawat, Ini Alasan Pemerintah

    PCR Kini Jadi Syarat Naik Pesawat, Ini Alasan Pemerintah

    Nasional
    Jokowi: Hati-hati PTM, Jangan Sampai Ada Murid Terkena Covid-19

    Jokowi: Hati-hati PTM, Jangan Sampai Ada Murid Terkena Covid-19

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.