Kompas.com - 26/06/2013, 16:57 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono KOMPAS/RIZA FATHONIPresiden Susilo Bambang Yudhoyono
Penulis Sandro Gatra
|
EditorCaroline Damanik


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono angkat bicara mengenai pro-kontra di masyarakat terkait permintaan maafnya kepada Malaysia dan Singapura soal kebakaran di Riau. Presiden mengaku mengikuti percakapan di media sosial selama dua hari terakhir atau pascapidato yang berisi permintaan maafnya.

Presiden juga mengaku menerima banyak pesan singkat. Bagi yang kontra, mereka menganggap Presiden tidak perlu menyampaikan hal itu lantaran asap yang masuk ke Malaysia dan Singapura tidak disengaja.

Adapun yang pro, kata Presiden, menganggap Indonesia berjiwa besar. Harapannya, kedua negara tetangga itu juga berani meminta maaf ketika ada tindakan terhadap warga negara Indonesia yang melukai bangsa.

Pandangan Presiden, faktanya asap dari Indonesia masuk ke dua negara itu. Kepekatan asap jika diukur dengan Poluttant Standards Index melebihi angka 300. Tentunya, kata Presiden, itu sudah masuk kategori mengganggu kesehatan.

Presiden memberi contoh dampak asap di Singapura, yakni kesehatan warga terganggu, penerbangan terganggu, serta kehidupan sehari-hari lainnya juga terganggu. Hal sama juga terjadi di Indonesia, khususnya di Riau.

"Oleh karena itu, karena faktanya bagaimana pun asap berasal dari Indonesia, maka kita bertanggung jawab. Permintaan maaf dalam konteks itu menurut saya tidak berlebihan," kata Presiden saat jumpa pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (26/6/2013).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden kembali mengatakan bahwa asap yang masuk ke Malaysia dan Singapura bukan kesengajaan. Menurut Presiden, tidak ada niat Indonesia membuat susah kedua negara itu. Pemerintah, katanya, terus berupaya menghentikan kebakaran serta asap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Prabowo Maju Capres 2024, Gerindra: Harapan Masyarakat Begitu Besar

    Prabowo Maju Capres 2024, Gerindra: Harapan Masyarakat Begitu Besar

    Nasional
    Sering Sulit Akses Siaran TV Analog, Masyarakat Kalteng Sambut Baik Peralihan ke Digital

    Sering Sulit Akses Siaran TV Analog, Masyarakat Kalteng Sambut Baik Peralihan ke Digital

    Nasional
    Sekjen Gerindra: Kami Akan Bela Terus Anies, tetapi Apakah Formula E Kebutuhan Masyarakat Jakarta?

    Sekjen Gerindra: Kami Akan Bela Terus Anies, tetapi Apakah Formula E Kebutuhan Masyarakat Jakarta?

    Nasional
    Periksa Dua Saksi, KPK Dalami Aliran Uang yang Diterima Bupati Bintan

    Periksa Dua Saksi, KPK Dalami Aliran Uang yang Diterima Bupati Bintan

    Nasional
    Polri Ingatkan ASN dan Karyawan Swasta Dilarang Cuti Natal-Tahun Baru

    Polri Ingatkan ASN dan Karyawan Swasta Dilarang Cuti Natal-Tahun Baru

    Nasional
    Menkes Sebut Masyarakat Takut Vaksin yang Tersedia, Laju Vaksinasi Covid-19 Menurun

    Menkes Sebut Masyarakat Takut Vaksin yang Tersedia, Laju Vaksinasi Covid-19 Menurun

    Nasional
    Ketua Komisi X DPR Bersurat ke Kemendikbud Ristek, Minta Guru Honorer K2 Diangkat Jadi Guru PPPK

    Ketua Komisi X DPR Bersurat ke Kemendikbud Ristek, Minta Guru Honorer K2 Diangkat Jadi Guru PPPK

    Nasional
    19 Daerah Alami Kenaikan Kasus Covid-19, Menkes Sebut Kemampuan Testing Menurun

    19 Daerah Alami Kenaikan Kasus Covid-19, Menkes Sebut Kemampuan Testing Menurun

    Nasional
    Ketua Komisi X Nilai Nadiem Belum Sungguh-sungguh Mengafirmasi Keberadaan Guru Honorer

    Ketua Komisi X Nilai Nadiem Belum Sungguh-sungguh Mengafirmasi Keberadaan Guru Honorer

    Nasional
     Kemenkominfo Dorong Keterlibatan Komunitas Media untuk Promosikan Presidensi G20 Indonesia

    Kemenkominfo Dorong Keterlibatan Komunitas Media untuk Promosikan Presidensi G20 Indonesia

    Nasional
    Menkes: 19 Kabupaten/Kota Alami Kenaikan Kasus Covid-19

    Menkes: 19 Kabupaten/Kota Alami Kenaikan Kasus Covid-19

    Nasional
    Masyarakat Tak Bisa Tunjukkan Bukti Vaksin Tak Akan Dilayani Beli Tiket Transportasi

    Masyarakat Tak Bisa Tunjukkan Bukti Vaksin Tak Akan Dilayani Beli Tiket Transportasi

    Nasional
    4.255.268 Kasus Covid-19 Indonesia dan Upaya Hindari Gelombang Ketiga

    4.255.268 Kasus Covid-19 Indonesia dan Upaya Hindari Gelombang Ketiga

    Nasional
    Imam Besar Masjid Istiqlal Ajak Guru Madrasah dan Pesantren Sebarkan Islam Toleran

    Imam Besar Masjid Istiqlal Ajak Guru Madrasah dan Pesantren Sebarkan Islam Toleran

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Polemik Telegram Panglima soal Proses Hukum Anggota TNI | Yusril: Tak Heran UU Cipta Kerja Rontok di MK

    [POPULER NASIONAL] Polemik Telegram Panglima soal Proses Hukum Anggota TNI | Yusril: Tak Heran UU Cipta Kerja Rontok di MK

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.