Kompas.com - 26/06/2013, 16:51 WIB
Andreas Nurmandala Sutiono, seorang Pembina Rohani Gereja di LP Lowokwaru Malang, Jawa Timur, yang dipercaya Ruben untuk menyampaikan kasus yang menimpanya ke media. Selasa (11/6/2013). KOMPAS.com/Yatimul AinunAndreas Nurmandala Sutiono, seorang Pembina Rohani Gereja di LP Lowokwaru Malang, Jawa Timur, yang dipercaya Ruben untuk menyampaikan kasus yang menimpanya ke media. Selasa (11/6/2013).
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) bersama keluarga Ruben melaporkan dugaan rekayasa kasus oleh polisi ke Inspektorat Pengawasan Umum Polri, Rabu (26/6/2013). Irwasum Polri diminta menyelidiki dan menindak anggotanya yang disebut menganiaya Ruben dan kawan-kawannya.

"Kita Kontras dan keluarga Ruben bertemu Irwasum (Komjen Imam Sudjarwo). Tadi kami banyak melaporkan beberapa tindak penyiksaan di Polres Toraja dan terkait tindak penyiksaan kepada pelaku lainnya," ujar Wakil Koordinator Kontras Sri Suparyati di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu.

Menurut Sri, banyak kejanggalan sejak Ruben ditetapkan menjadi tersangka kasus pembunuhan satu keluarga di Tana Toraja. Ruben dihukum mati karena dianggap merencanakan pembunuhan tersebut. Namun, Ruben tak pernah mengakui hal tersebut. Eksekusi hukuman mati Ruben rencananya dilakukan pada tahun ini.

"Kami juga menjelaskan tidak sinkron antara temuan di kepolisian dan ketika di penuntut umum, dan persidangan. Kami juga sudah sampaikan semuanya, termasuk tidak ada pendampingan hukum, artinya pengacara ketika keluarga Ruben diperiksa di kepolisian saat itu," terang Sri.

Menurut Sri, Irwasum telah menerima laporan tersebut. Kontras dan keluarga korban berharap Irwasum dapat memeriksa oknum kepolisian yang menangani kasus Ruben.

"Sayangnya tidak ada tanggapan secara spesifik Irwasum terkait informasi yang kami sampaikan. Beliau hanya bilang, 'saat ini agendanya kami hanya menerima informasi dari Kontras dan keluarga, setelah itu kami akan coba mempelajari dan meresponsnya," kata Sri.

Seperti diketahui, Ruben Pato Sambo dan anaknya Markus Pata Sambo divonis hukuman mati dengan tuduhan terlibat pembunuhan satu keluarga di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pada 2005. Dalam kasus itu kepolisian menetapkan 8 tersangka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada persidangan terdakwa yang lain, Agustinus (22) tiba-tiba mengaku hanya dirinya yang melakukan pembunuhan itu. Agustinus juga mengaku tak kenal dengan Ruben dan keluarganya. Ruben kini mendekam di Lapas Lowokwaru, Malang, dan Markus Pata mendekam di Lapas Madean, Sidoarjo. Adapun anaknya yang lain, yakni Martius Pata, divonis 12 tahun penjara dan sudah keluar dari penjara saat ini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dewas Proses Laporan Novel terhadap Lili Pintauli Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

    Dewas Proses Laporan Novel terhadap Lili Pintauli Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

    Nasional
    Pemerintah Diminta Kaji Lagi Rencana PCR Jadi Syarat Semua Moda Transportasi

    Pemerintah Diminta Kaji Lagi Rencana PCR Jadi Syarat Semua Moda Transportasi

    Nasional
    Wamenkes Minta Masyarakat Tak Larut dalam Euforia Penurunan Kasus Covid-19

    Wamenkes Minta Masyarakat Tak Larut dalam Euforia Penurunan Kasus Covid-19

    Nasional
    Saksi Polisi Ungkap Alasan Tidak Bawa Borgol Saat Kejar Anggota Laskar FPI

    Saksi Polisi Ungkap Alasan Tidak Bawa Borgol Saat Kejar Anggota Laskar FPI

    Nasional
    Jokowi Minta Harga PCR Turun Jadi Rp 300.000, Ini Kata Gakeslab

    Jokowi Minta Harga PCR Turun Jadi Rp 300.000, Ini Kata Gakeslab

    Nasional
    Prabowo Serahkan 2 Kapal Angkut Tank Buatan Dalam Negeri ke TNI AL

    Prabowo Serahkan 2 Kapal Angkut Tank Buatan Dalam Negeri ke TNI AL

    Nasional
    Ketua DPR Minta Harga Tes PCR Tak Lebih Mahal dari Tarif Tiket

    Ketua DPR Minta Harga Tes PCR Tak Lebih Mahal dari Tarif Tiket

    Nasional
    Empat Tersangka Tarik Pelanggan Judi 'Online' dengan 'Host' Wanita Seksi

    Empat Tersangka Tarik Pelanggan Judi "Online" dengan "Host" Wanita Seksi

    Nasional
    Jokowi Dinilai Bisa Pertimbangkan Johan Budi dan Febri Diansyah sebagai Jubir

    Jokowi Dinilai Bisa Pertimbangkan Johan Budi dan Febri Diansyah sebagai Jubir

    Nasional
    Kenang Sudi Silalahi, SBY: Surga Insya Allah, Beliau Orang Baik

    Kenang Sudi Silalahi, SBY: Surga Insya Allah, Beliau Orang Baik

    Nasional
    Menkumham Serahkan 9 Kekayaan Intelektual ke Korpolairud Polri

    Menkumham Serahkan 9 Kekayaan Intelektual ke Korpolairud Polri

    Nasional
    Polisi Diduga Tembak Polisi di Lombok, Polri: Motif Masih Didalami

    Polisi Diduga Tembak Polisi di Lombok, Polri: Motif Masih Didalami

    Nasional
    Menko PMK: Pengentasan Stunting Harus Dilakukan Frontal

    Menko PMK: Pengentasan Stunting Harus Dilakukan Frontal

    Nasional
    Anggota DPR Pertanyakan Rencana Tes PCR Jadi Syarat Perjalanan pada Semua Moda Transportasi

    Anggota DPR Pertanyakan Rencana Tes PCR Jadi Syarat Perjalanan pada Semua Moda Transportasi

    Nasional
    UPDATE 26 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Ada 12.989

    UPDATE 26 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Ada 12.989

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.