Kompas.com - 26/06/2013, 15:42 WIB
Politisi asal partai Golkar Bambang Soesatyo KOMPAS. com/Indra AkuntonoPolitisi asal partai Golkar Bambang Soesatyo
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Pengawas (Timwas) Kasus Century mencurigai tim pemburu aset mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular, tidak bekerja serius. Pasalnya, aset Bank Century yang dilaporkan tim pemburu aset kian hari kian menipis.

Anggota Timwas Bank Century Bambang Soesatyo menjelaskan, aset Bank Century kini hanya sekitar 18 juta dollar AS. Jumlah tersebut sesuai dengan laporan ketua tim pemburu aset Amir Syamsuddin dalam rapat bersama Timwas Century di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (26/6/2013).

Politisi Partai Golkar ini menyampaikan, aset itu berada di tiga negara, yakni Swiss, Amerika Serikat, dan Hongkong. "Jangan-jangan tim pemburu aset sudah berubah jadi tim pemburu angin," kata Bambang seusai rapat bersama tim pemburu aset.

Bambang mengaku kecewa dengan hasil kerja tim pemburu aset. Pasalnya, nilai aset tersebut semula mencapai ratusan juta dollar AS. "Bagaimana bisa aset yang semula ratusan juta tinggal 18,2 juta dollar? Apa ada permainan? Semua dari tiga negara menyusut," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Minta Polri Usut Pernyataan Edy Mulyadi, Majelis Adat Dayak: Jangan Biarkan Masyarakat Bertindak Sendiri

    Minta Polri Usut Pernyataan Edy Mulyadi, Majelis Adat Dayak: Jangan Biarkan Masyarakat Bertindak Sendiri

    Nasional
    Polri Masih Usut Dugaan Perbudakan dalam Kerangkeng Rumah Bupati Nonaktif Langkat

    Polri Masih Usut Dugaan Perbudakan dalam Kerangkeng Rumah Bupati Nonaktif Langkat

    Nasional
    Wapres Minta Sertifikasi Halal bagi UMKM Dipermudah

    Wapres Minta Sertifikasi Halal bagi UMKM Dipermudah

    Nasional
    KPK Geledah Rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin

    KPK Geledah Rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin

    Nasional
    Naik Satu Poin, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2021 Jadi 38

    Naik Satu Poin, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2021 Jadi 38

    Nasional
    KPU Segera Terbitkan SK Waktu Pemungutan Suara Pemilu 2024

    KPU Segera Terbitkan SK Waktu Pemungutan Suara Pemilu 2024

    Nasional
    KSP akan Pastikan Bupati Langkat Dihukum Seberat-beratnya soal Kerangkeng Manusia

    KSP akan Pastikan Bupati Langkat Dihukum Seberat-beratnya soal Kerangkeng Manusia

    Nasional
    RI-Singapura Teken Kerja Sama Investasi Senilai 9,2 Miliar Dolar AS

    RI-Singapura Teken Kerja Sama Investasi Senilai 9,2 Miliar Dolar AS

    Nasional
    Polisi Sebut Warga Dikerangkeng di Rumah Bupati Nonaktif Langkat atas Izin Keluarga

    Polisi Sebut Warga Dikerangkeng di Rumah Bupati Nonaktif Langkat atas Izin Keluarga

    Nasional
    Polri Ralat Jumlah Korban Bentrokan di Sorong, 18 Orang Meninggal Dunia

    Polri Ralat Jumlah Korban Bentrokan di Sorong, 18 Orang Meninggal Dunia

    Nasional
    KSAD Sebut TNI AD Akan Lebih Dulu Pindah ke IKN Nusantara

    KSAD Sebut TNI AD Akan Lebih Dulu Pindah ke IKN Nusantara

    Nasional
     Indonesia-Singapura Teken Perjanjian Ekstradisi, Cegah Tindak Pidana Lintas Negara

    Indonesia-Singapura Teken Perjanjian Ekstradisi, Cegah Tindak Pidana Lintas Negara

    Nasional
    Begini Penampakan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

    Begini Penampakan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

    Nasional
    KSAD Tegaskan Kabar Haikal Hassan Bakal Gelar Pengajian di Yonif Para Raider 502 Hoaks

    KSAD Tegaskan Kabar Haikal Hassan Bakal Gelar Pengajian di Yonif Para Raider 502 Hoaks

    Nasional
    Mendagri Nilai Kurangnya Kesejahteraan Penyelenggara Negara Jadi Penyebab Korupsi

    Mendagri Nilai Kurangnya Kesejahteraan Penyelenggara Negara Jadi Penyebab Korupsi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.