Kompas.com - 26/06/2013, 13:15 WIB
Pemilik MNC Grup, Harry Tanoe Soedibyo (dua kanan), berfoto bersama Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (dua kiri) dan fungsionaris Partai Hanura usai jumpa pers di kantor DPP Hanura Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2013). Setelah menyatakan keluar dari Partai Nasdem, Hary Tanoe resmi bergabung ke Partai Hanura dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.  TRIBUNNEWS/HERUDINPemilik MNC Grup, Harry Tanoe Soedibyo (dua kanan), berfoto bersama Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (dua kiri) dan fungsionaris Partai Hanura usai jumpa pers di kantor DPP Hanura Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2013). Setelah menyatakan keluar dari Partai Nasdem, Hary Tanoe resmi bergabung ke Partai Hanura dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.
Penulis Sandro Gatra
|
EditorCaroline Damanik


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Bos Grup MNC Hary Tanoesoedibjo sudah empat bulan bergabung dengan Partai Hanura. Dia menduduki posisi Ketua Dewan Pertimbangan Partai di partai yang diketuai oleh Wiranto itu. Namun, ketika ditanya soal dukungannya terhadap Wiranto untuk menjadi calon presiden seperti yang telah diputuskan Hanura, Hary Tanoe mengaku belum tahu-menahu.

"Mengenai calon (presiden) belum tahu. Terus terang belum kelihatan," kata Hary saat diskusi Peran Media Televisi Mencerdaskan Pemilih dalam Pemilu 2014 yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Hotel Arya Duta, Jakarta, Rabu (26/6/2013).

Hal itu dikatakan Hary menjawab pertanyaan Ketua Umum PWI Pusat Margiono setelah mendengar kriteria capres versi Hary. Dalam pidatonya, Hary mengatakan, media harus membuka wawasan masyarakat lebih besar menghadapi Pilpres 2014.

Media, lanjutnya, dapat memberi arahan kepada publik bagaimana kriteria pemimpin yang layak dipilih. Harapannya, rakyat tidak salah memilih.

Menurut Hary, ada empat kriteria pemimpin. Kriteria pertama adalah integritas, yang meliputi motivasi, pelayanan, pengabdian, dan kejujurannya. Kriteria kedua adalah kompetensi, yaitu apakah capres memahami persoalan bangsa dan tahu bagaimana menyelesaikannya.

Kriteria ketiga, lanjutnya, adalah kepemimpinan yang kuat lantaran semakin kompleksnya masalah bangsa. Sementara kriteria keempat, menurut pendiri Ormas Perindo itu, adalah karismatik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kronologi Bentrokan Kopassus dan Brimob Akibat Perkara Rokok di Timika

    Kronologi Bentrokan Kopassus dan Brimob Akibat Perkara Rokok di Timika

    Nasional
    Varian Baru Omicron Disebut Lebih Menular, Cak Imin: Jangan Anggap Enteng

    Varian Baru Omicron Disebut Lebih Menular, Cak Imin: Jangan Anggap Enteng

    Nasional
    Tanggapi Putusan MK, Jokowi: Pemerintah Jamin Kepastian dan Keamanan Investasi di Indonesia

    Tanggapi Putusan MK, Jokowi: Pemerintah Jamin Kepastian dan Keamanan Investasi di Indonesia

    Nasional
    GP Ansor Sebut Pengangkatan Erick Thohir jadi Anggota Kerhomatan Banser Tak Terkait Posisi Said Aqil sebagai Komut KAI

    GP Ansor Sebut Pengangkatan Erick Thohir jadi Anggota Kerhomatan Banser Tak Terkait Posisi Said Aqil sebagai Komut KAI

    Nasional
    Jokowi: Substansi dan Aturan Pelaksana UU Cipta Kerja Masih Berlaku

    Jokowi: Substansi dan Aturan Pelaksana UU Cipta Kerja Masih Berlaku

    Nasional
    Lindungi Perempuan dari Kekerasan di Tempat Kerja, Kementerian PPPA Dorong Penyelesaian Komprehensif

    Lindungi Perempuan dari Kekerasan di Tempat Kerja, Kementerian PPPA Dorong Penyelesaian Komprehensif

    Nasional
    Polda Papua: Bentrokan Kopassus-Brimob Akibat Perkara Rokok Selesai Secara Damai

    Polda Papua: Bentrokan Kopassus-Brimob Akibat Perkara Rokok Selesai Secara Damai

    Nasional
    DPR Kaji Putusan MK soal UU Cipta Kerja sebelum Rapat dengan Pemerintah

    DPR Kaji Putusan MK soal UU Cipta Kerja sebelum Rapat dengan Pemerintah

    Nasional
    Erick Thohir jadi Anggota Kehormatan Banser, Ketua GP Ansor: Tak Ada Kaitan dengan 2024

    Erick Thohir jadi Anggota Kehormatan Banser, Ketua GP Ansor: Tak Ada Kaitan dengan 2024

    Nasional
    Jokowi: Pemerintah Hormati dan Secepatnya Laksanakan Putusan MK soal UU Cipta Kerja

    Jokowi: Pemerintah Hormati dan Secepatnya Laksanakan Putusan MK soal UU Cipta Kerja

    Nasional
    Jokowi: UU Cipta Kerja Masih Berlaku, Saya Pastikan Investasi dari Dalam dan Luar Negeri Aman

    Jokowi: UU Cipta Kerja Masih Berlaku, Saya Pastikan Investasi dari Dalam dan Luar Negeri Aman

    Nasional
    Jadi Anggota Kehormatan Banser, Erick Thohir Dinilai Sulit Netral sebagai Menteri

    Jadi Anggota Kehormatan Banser, Erick Thohir Dinilai Sulit Netral sebagai Menteri

    Nasional
    Perkara Rokok, Anggota Brimob Bentrok dengan Kopassus

    Perkara Rokok, Anggota Brimob Bentrok dengan Kopassus

    Nasional
    Menko PMK Ingatkan Daerah Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

    Menko PMK Ingatkan Daerah Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

    Nasional
    HUT Ke-50 Korpri, Jokowi: Jadilah Abdi Negara yang Tangguh dan Inovatif

    HUT Ke-50 Korpri, Jokowi: Jadilah Abdi Negara yang Tangguh dan Inovatif

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.