Kompas.com - 26/06/2013, 12:50 WIB
Ilustrasi: Calon legilsatif (caleg) Partai Demokrat mengisi formulir pendaftaran di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (21/3/2013). Partai Demokrat tengah menyusun Daftar Calon Anggota Legislatif Sementara (DCS) yang harus dikumpulkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 9 April 2013. Para bakal caleg yang masuk DCS akan diverifikasi oleh KPU pada bulan Juli 2013. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN HENDRA A SETYAWANIlustrasi: Calon legilsatif (caleg) Partai Demokrat mengisi formulir pendaftaran di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (21/3/2013). Partai Demokrat tengah menyusun Daftar Calon Anggota Legislatif Sementara (DCS) yang harus dikumpulkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 9 April 2013. Para bakal caleg yang masuk DCS akan diverifikasi oleh KPU pada bulan Juli 2013. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan membuka data riwayat hidup para calon anggota legislatif yang diajukan partai ini melalui buku dan situs web. Hal ini dilakukan untuk memberikan transparansi dan rekam jejak para caleg.

"Sejak awal data caleg memang seharusnya dibuka data hidupnya. PKB tidak ada keberatan untuk merilis datanya. Seandainya di KPU tidak dirilis, kami pun siapkan sendiri profil caleg PKB di website dan akan dibukukan," ujar Ketua Bapilu PKB Saifullah Ma'shum, saat dihubungi, Rabu (26/6/2013).

Ia menjelaskan saat ini seluruh bahan profil para caleg sedang dikumpulkan. Rencananya, profil para caleg PKB akan dirilis secara bertahap melalui situs web dan buku pada bulan Ramadhan.

"Kami gunakan cara ini agar semuanya bisa lihat siapa saja caleg yang kami ajukan," tutur Saifullah.

Lebih lanjut, ia menampik tudingan partainya tidak transparan dalam membuka data riwayat para caleg. Hal ini menyusul temuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan 140 caleg yang enggan data riwayatnya dipublikasikan. Menurutnya, hal ini terjadi justru karena kesalahan KPU.

"Sejak awal KPU salah karena memberikan lembar pilihan apakah caleg mau datanya dipublikasikan atau tidak. Seharusnya publikasikan saja semuanya," kata Saifullah.

Dari 140 caleg tersebut, ia mengaku tak tahu apakah ada caleg PKB atau tidak. Jika ternyata masih ada caleg PKB yang enggan membuka data pribadinya, ia menyatakan partainya akan mendorong agar caleg itu terbuka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nanti akan kami dorong semua caleg dipublikasikan agar telanjang, transparansi publik. Aneh kalau sejak awal tertutup karena ini menyalahi pertanggungjawaban dan representasi," ujar Saifullah.

Saat ditanya tentang peluang data pribadi itu dijadikan kampanye hitam oleh pesaing, menurutnya, hal itu biasa terjadi. Yang terpenting, kata dia, KPU bisa melakukan proses klarifikasi terhadap informasi yang diterima.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

    Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

    Nasional
    Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

    Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

    Nasional
    Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

    Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

    Nasional
    Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

    Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

    Nasional
    Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

    Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

    Nasional
    UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

    UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

    Nasional
    UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

    UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

    Nasional
    Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

    Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

    Nasional
    Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

    Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

    Nasional
    UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

    UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

    Nasional
    UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

    UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

    Nasional
    Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

    Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

    Nasional
    Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

    Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

    Nasional
    Ma'ruf: Pemerintah  Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

    Ma'ruf: Pemerintah Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

    Nasional
    Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video 'Lapor Cak Imin Aja!'

    Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video "Lapor Cak Imin Aja!"

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.