Kompas.com - 25/06/2013, 19:50 WIB
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com – Tim Pengawas Century mengapresiasi langkah KPK yang menggeledah kantor Bank Indonesia pada Selasa (25/6/2013) siang ini. Timwas pun berhadap agar KPK bisa mendapatkan buku log dan CCTV di gudang Bank Indonesia.

Demikian disampaikan Anggota Timwas Century Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa. “Penggeledahan KPK di BI siang ini membuktikan bahwa KPK serius untuk menuntaskan kasus Bank Century. Dan kita di timwas memberikan apresiasi. Namun kami berharap dalam penggeledahan itu, penyidik KPK juga harus fokus pada upaya mendapatkan buku log dan CCTV di gudang BI periode November 2008-Oktober 2009,” ujar Bambang.

Bambang menjelaskan buku log itu bernilai penting karena memuat catatan tentang pengeluaran dana kas untuk bailout Century. Buku log itu juga menyimpan catatan tentang alamat penerima dana talangan.

“Dana talangan itu dikeluarkan dari gudang BI dalam beberapa tahap. Namun, sebagaimana pengakuan manajemen Century waktu itu, tidak semua dana yang dikeluarkan dari gudang BI diterima manajemen Century,” ucap Bambang.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, penyidik KPK akan mendapatkan gambaran mengenai ke mana saja aliran dana talangan Century dari buku log itu dan CCTV. Bambang menyebutkan pencairan dana Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) sangat janggal karena tidak dilakukan dengan pola transfer, melainkan dengan penyerahan dana tunai yang langsung diambil dari gudang BI.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Budi Mulya sebagai tersangka atas dugaan menyalahgunakan kewenangannya sehingga mengakibatkan kerugian negara. Saat menjabat sebagai Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa Bank Indonesia, Budi diduga melakukan penyalahgunaan wewenang terkait pemberian FPJP untuk Bank Century dan penetapan Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik.

Terkait penyidikan kasus ini, sejumlah saksi telah diperiksa, di antaranya mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Rudjito, mantan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad, dan mantan Sekretaris Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) Raden Pardede.

Selain itu, KPK juga telah memeriksa Direktur Bidang Stabilitas Sistem Keuangan Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Eksekutif Direktorat Pengawasan Bank 1 BI Adie soesetyantoro, dan Direktur Eksekutif Direktorat Pengawasan Bank 3 BI Heru Kris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Menag Kenang Buya Syafii Maarif Puji Kongres GP Ansor ke 15 di Yogyakarta

    Menag Kenang Buya Syafii Maarif Puji Kongres GP Ansor ke 15 di Yogyakarta

    Nasional
    Cerita Ketua PP Muhammadiyah soal Buya Syafii Pesan Makam pada Februari

    Cerita Ketua PP Muhammadiyah soal Buya Syafii Pesan Makam pada Februari

    Nasional
    Donny Yogieantoro Terpilih Jadi Ketua Komisi Informasi Pusat 2022-2026

    Donny Yogieantoro Terpilih Jadi Ketua Komisi Informasi Pusat 2022-2026

    Nasional
    Megawati Disebut Bakal Ajak Bicara Jokowi soal Capres-Cawapres PDI-P

    Megawati Disebut Bakal Ajak Bicara Jokowi soal Capres-Cawapres PDI-P

    Nasional
    Seimbangkan Ekologi dan Ekonomi, Kementerian KP Perjuangkan Perikanan Berkelanjutan di Asia Tenggara

    Seimbangkan Ekologi dan Ekonomi, Kementerian KP Perjuangkan Perikanan Berkelanjutan di Asia Tenggara

    Nasional
    Hadiri Festival Kopi Tanah Air, Puan Ajak Kader PDI-P Bawa RI Jadi Juara Kopi Dunia

    Hadiri Festival Kopi Tanah Air, Puan Ajak Kader PDI-P Bawa RI Jadi Juara Kopi Dunia

    Nasional
    LPI Dompet Dhuafa Minta Lulusan SMART Ekselensia Mampu Jawab Tantangan Bangsa

    LPI Dompet Dhuafa Minta Lulusan SMART Ekselensia Mampu Jawab Tantangan Bangsa

    Nasional
    Berduka atas Wafatnya Buya Syafii, Megawati Tak Hadiri Festival Kopi yang Digelar PDI-P

    Berduka atas Wafatnya Buya Syafii, Megawati Tak Hadiri Festival Kopi yang Digelar PDI-P

    Nasional
    Kasus Helikopter AW-101, KPK Blokir Rekening Perusahaan Tersangka Senilai Rp 139,4 Miliar

    Kasus Helikopter AW-101, KPK Blokir Rekening Perusahaan Tersangka Senilai Rp 139,4 Miliar

    Nasional
    Soal Koalisi Golkar-PPP-PAN, PDI-P: Kami Tak Pernah Meninggalkan dan Ditinggalkan

    Soal Koalisi Golkar-PPP-PAN, PDI-P: Kami Tak Pernah Meninggalkan dan Ditinggalkan

    Nasional
    Mendagri Lantik 5 Pj Kepala Daerah dan 1 Wakil Bupati di Papua

    Mendagri Lantik 5 Pj Kepala Daerah dan 1 Wakil Bupati di Papua

    Nasional
    Saat Teriakan 'Puan Presiden' Terdengar di Tengah Festival Kopi Tanah Air

    Saat Teriakan "Puan Presiden" Terdengar di Tengah Festival Kopi Tanah Air

    Nasional
    Kontras dan ICW Desak Jokowi Perbaiki Tata Kelola Penunjukan Pj Kepala Daerah

    Kontras dan ICW Desak Jokowi Perbaiki Tata Kelola Penunjukan Pj Kepala Daerah

    Nasional
    Pemerintah Dinilai Manfaatkan Celah Hukum Angkat Brigjen Andi sebagai Pj Bupati

    Pemerintah Dinilai Manfaatkan Celah Hukum Angkat Brigjen Andi sebagai Pj Bupati

    Nasional
    Kenang Buya Syafii, Gus Halim: Beliau Salah Satu Tokoh Penggiat Toleransi di Indonesia

    Kenang Buya Syafii, Gus Halim: Beliau Salah Satu Tokoh Penggiat Toleransi di Indonesia

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.