Kompas.com - 25/06/2013, 19:42 WIB
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa Kompas.com/SABRINA ASRILSekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Timwas Bank Century dari Fraksi Partai Demokrat, Saan Mustapa, mendukung langkah KPK yang menggeledah kantor Bank Indonesia (BI), Selasa (25/6/2013), terkait penanganan perkara kasus Century. Menurut Saan, kasus Century ini sudah menghabiskan energi DPR karena tidak juga tuntas.

“Saya berharap kasus ini segera tuntas karena DPR sudah banyak mengeluarkan energi untuk kasus Century. Sudah habis energi kita untuk kasus satu ini,” ujar Saan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/6/2013).

Saan melanjutkan, langkah KPK yang menggeledah kantor BI harus tetap dihormati. Saan yakin KPK bisa mendapatkan barang bukti yang bisa membawa penanangan kasus Century lebih maju. Partai Demokrat, kata Saan, tetap mendorong kasus ini semakin cepat terungkap ke publik.

“Kami sendiri tidak khawatir jika ternyata KPK bisa mendapatkan tersangka lain. Kami yakin KPK bisa bersikap objektif dan profesional,” imbuh anggota Komisi III DPR ini.

Seperti diberitakan, penyidik KPK melakukan penggeledahan di Gedung BI di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2013) siang ini. Penggeledahan difokuskan pada ruang Pengawasan Bank, Perizinan Bank, Pengelolaan Moneter, Pengawasan Moneter, dan juga Humas.

Di dalam kasus dugaan korupsi bail out Bank Century, KPK telah menetapkan Budi Mulya sebagai tersangka atas dugaan menyalahgunakan kewenangannya sehingga mengakibatkan kerugian negara. Saat menjabat sebagai Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa Bank Indonesia, Budi diduga melakukan penyalahgunaan wewenang terkait pemberian FPJP untuk Bank Century dan penetapan Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik.

Terkait penyidikan kasus ini, sejumlah saksi telah diperiksa, di antaranya mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Rudjito, mantan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad, dan mantan Sekretaris Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) Raden Pardede.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KPK juga telah memeriksa Direktur Bidang Stabilitas Sistem Keuangan Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Eksekutif Direktorat Pengawasan Bank 1 BI Adie soesetyantoro, dan Direktur Eksekutif Direktorat Pengawasan Bank 3 BI Heru Kris.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Luhut dan Haris Azhar Akan Dimediasi Hari Ini

    Luhut dan Haris Azhar Akan Dimediasi Hari Ini

    Nasional
    Indonesia Terima 1,4 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca yang Dihibahkan Australia dan Jepang

    Indonesia Terima 1,4 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca yang Dihibahkan Australia dan Jepang

    Nasional
    Komika McDanny Minta Maaf ke Rizieq Shihab, Pengacara Ungkap Hasil Pertemuan

    Komika McDanny Minta Maaf ke Rizieq Shihab, Pengacara Ungkap Hasil Pertemuan

    Nasional
    Perjalanan Kasus Rachel Vennya hingga Diperiksa Polda Metro Jaya...

    Perjalanan Kasus Rachel Vennya hingga Diperiksa Polda Metro Jaya...

    Nasional
    PCR Jadi Syarat Naik Pesawat, Maskapai Akan Diizinkan Tambah Kapasitas hingga 100 Persen

    PCR Jadi Syarat Naik Pesawat, Maskapai Akan Diizinkan Tambah Kapasitas hingga 100 Persen

    Nasional
    Percepat Vaksinasi Covid-19, Panglima TNI Kerahkan 122 Nakes ke Kabupaten Tangerang

    Percepat Vaksinasi Covid-19, Panglima TNI Kerahkan 122 Nakes ke Kabupaten Tangerang

    Nasional
    Selain Alex Noerdin-Dodi Reza, Ini Deretan Ayah dan Anak yang Terjerat Korupsi

    Selain Alex Noerdin-Dodi Reza, Ini Deretan Ayah dan Anak yang Terjerat Korupsi

    Nasional
    Kriteria Vaksin Booster untuk Masyarakat Umum Menurut ITAGI

    Kriteria Vaksin Booster untuk Masyarakat Umum Menurut ITAGI

    Nasional
    Begini Cara Adukan Polisi yang Langgar Hukum Lewat Propam Presisi

    Begini Cara Adukan Polisi yang Langgar Hukum Lewat Propam Presisi

    Nasional
    Panglima TNI: Masih Ada Warga Enggan Disuntik Vaksin Covid-19 karena Hoaks

    Panglima TNI: Masih Ada Warga Enggan Disuntik Vaksin Covid-19 karena Hoaks

    Nasional
    Eks Jubir Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika Gabung ke PKS

    Eks Jubir Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika Gabung ke PKS

    Nasional
    Airlangga: Kesembuhan dari Covid-19 di Indonesia 96,2 Persen, Lebih Tinggi dari Global

    Airlangga: Kesembuhan dari Covid-19 di Indonesia 96,2 Persen, Lebih Tinggi dari Global

    Nasional
    Saat Dua Bupati Terjaring OTT KPK dalam Sepekan...

    Saat Dua Bupati Terjaring OTT KPK dalam Sepekan...

    Nasional
    2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Perjalanan Kabinet Indonesia Maju dan Peluang 'Reshuffle' Setelah PAN Merapat

    2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Perjalanan Kabinet Indonesia Maju dan Peluang "Reshuffle" Setelah PAN Merapat

    Nasional
    Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Atasi Pandemi dengan PSBB hingga Berbagai Bentuk PPKM

    Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Atasi Pandemi dengan PSBB hingga Berbagai Bentuk PPKM

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.