Kompas.com - 25/06/2013, 17:55 WIB
Fahri Hamzah
Juru bicara PKS bidang Hukum KOMPAS/PRIYOMBODOFahri Hamzah Juru bicara PKS bidang Hukum
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — PKS menampik habis-habisan tuduhan yang menyebutkan adanya upaya penggalangan dana senilai Rp 2 triliun di tiga kementerian untuk upaya pemenangan pemilu partai dakwah ini. Untuk membuktikan PKS tak terkait proyek bancakan itu, partai ini pun menantang hakim melakukan konfrontasi.

“Saya usulkan konfrontasi seterbuka-terbukanya. Berani enggak? Berani enggak terbuka dengan materi perkara karena selama ini persidangan hanya jadi blackmail (ancaman),” ujar Wakil Sekretaris Jenderal PKS Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/6/2013).

Fahri mengatakan, tuduhan terhadap PKS yang berencana menjalankan proyek bancakan di Kementerian Pertanian, Kementerian Sosial, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika sama sekali tidak mendasar. “Saya yakin tidak ada buktinya itu? Masa tuduhan ini hanya berdasarkan pada tulisan tangan Yudi Setiawan yang notabene adalah seorang pembobol bank?” tukas Fahri.

Anggota Komisi III DPR ini menilai tulisan tangan Yudi Setiawan itu juga tidak bisa menjadi bukti tunggal adanya rencana pengerukan uang negara untuk kepentingan PKS. Fahri pun tidak terima jika partainya dianggap tengah melakukan perkara korupsi secara sistemik.

“Saya menuntut agar pengadilan melakukan konfrontasi antara Yudi Setiawan, Ahmad Fathanah, dan Luthi Hasan Ishaaq agar semuanya terang benderang. Mana yang benar, mana yang berbohong?” imbuh Fahri.

Dana pemenangan pemilu

Surat dakwaan Luthfi mengungkapkan adanya kongkalikong antara dirinya dan orang dekatnya, Fathanah dan Yudi, dalam mengumpulkan dana untuk PKS. Menurut surat dakwaan, Luthfi pernah membahas rencana konsolidasi perolehan dana Rp 2 triliun dalam rangka pemenuhan target PKS pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pada tanggal 12 Juli 2012, di kantin PT CTA, terdakwa dan Ahmad Fathanah melakukan pertemuan bersama Yudi Setiawan untuk membahas rencana konsolidasi perolehan dana sebesar Rp 2 triliun,” kata jaksa KPK, Rini Triningsih, membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (24/6/2013).

Menurut jaksa, dalam pertemuan tersebut, Yudi memaparkan rencana prediksi perolehan dana dari tiga kementerian, yakni Kemensos sebesar Rp 500 miliar, Kementan Rp 1 triliun, dan Kemenkominfo Rp 500 miliar.

Selain itu, menurut dakwaan, dalam pertemuan tersebut disepakati pula bahwa Yudi akan bertugas menyiapkan dana untuk mengijon proyek. Sementara Luthfi, kata jaksa, akan mengawal prosesnya melalui relasi di kalangan partai, kalangan kementerian, dan kalangan DPR RI.

“Dan Fathanah bertugas menjadi penghubung dan mengawal proses di lapangan serta mengatur distribusi dana untuk mendapatkan proyek tersebut,” kata jaksa Rini.

Bukan hanya itu, surat dakwaan juga menyebutkan, dalam kurun waktu awal 2012 hingga September 2012, Luthfi bersama Fathanah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Yudi untuk membahas proyek di Kementan. “Baik yang dilelang pada 2012 maupun yang sedang direncanakan,” tambah jaksa.

Beberapa proyek di Kementan tersebut, menurut jaksa, di antaranya proyek pengadaan benih jagung hibrida, pengadaan bibit kopi, pengadaan bibit pisang dan kentang, pengadaan laboratorium benih padi, bantuan bio composer, bantuan pupuk NPK, proyek Bantuan Sarana Light Trap, pengadaan handtractor, serta kuota impor daging sapi.

“Dalam pertemuan-pertemuan tersebut disepakati bahwa proyek di Kementan RI akan diijon terdakwa (Luthfi) dan pelaksanaan pekerjaannya akan diserahkan kepada Yudi dengan komisi sebesar 1 persen dari nilai pagu anggaran, yang mana pengurusan komisi tersebut dipercayakan kepada Fathanah,” ungkap jaksa Rini.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

    Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

    Nasional
    Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

    Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

    Nasional
    Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

    Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

    Nasional
    Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

    Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

    Nasional
    Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

    Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

    Nasional
    Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

    Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

    Nasional
    UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

    UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

    Nasional
    Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

    Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

    Nasional
    Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

    Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

    Nasional
     UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

    UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

    Nasional
    Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

    Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

    Nasional
    UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

    UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

    Nasional
    Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

    Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

    Nasional
    UPDATE: 41,02 Persen Sasaran Vaksinasi Covid-19 Telah Terima Suntikan Dosis Pertama

    UPDATE: 41,02 Persen Sasaran Vaksinasi Covid-19 Telah Terima Suntikan Dosis Pertama

    Nasional
    UPDATE 25 September: Ada 44.071 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 25 September: Ada 44.071 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.