Bawa Rp 200 Juta ke Mabes Polri, 2 Perwira Diamankan

Kompas.com - 25/06/2013, 14:47 WIB
Polisi memasang spanduk antikorupsi raksasa di gedung Trans National Crime Center, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2012). Selain untuk memperingati Hari Anti Korupsi Internasional pada 9 Desember, spanduk ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk terus bekerjasama dengan KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESPolisi memasang spanduk antikorupsi raksasa di gedung Trans National Crime Center, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2012). Selain untuk memperingati Hari Anti Korupsi Internasional pada 9 Desember, spanduk ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk terus bekerjasama dengan KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia.
|
EditorCaroline Damanik
JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor Polri) Badan Reserse Kriminal Polri mengamankan dua perwira menengah, yaitu AKBP ES dari Polda Jawa Tengah dan Kompol JAP dari Polda Metro Jaya. Keduanya diamankan karena AKBP ES diketahui membawa uang tunai Rp 200 juta dalam tasnya saat bertandang ke Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jumat (21/6/2013) pukul 14.00.
"Sebelum masuk lift, petugas minta AKBP ES membuka tas yang dibawa. Saat tas dibuka, ada bundelan uang dua bagian yang diikat benang, kemasan 100 ribuan," terang Kepala Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Ronny Franky Sompie di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2013).

Setelah memergoki ES membawa uang tunai dalam jumlah besar tersebut, petugas membawa keduanya ke gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Selatan. ES dan JAP sempat diinterogasi oleh Dittipikor Polri. Namun, menurut Ronny, hingga saat ini, belum diketahui tujuan ES membawa uang tersebut. Diduga uang tersebut untuk menyuap petinggi Polri.

Temuan uang itu, terang Ronny, masih dalam penyelidikan dan belum masuk dalam ranah tindak pidana. Kasus yang terjadi pada Jumat itu baru dibeberkan Polri pada Selasa ini. Ronny pun membantah pihak Polri berupaya menutupi kasus tersebut.

"Dittipikor berjanji untuk terus untuk menajamkan hasil penyelidikannya terhadap kemungkinan adanya pidana temuan uang Rp 200 juta. Apabila ada hasil penyelidikan yang berikan bukti perbuatan pidana, itu akan disampaikan," terang Ronny.

AKBP ES diketahui menjabat Wadir Sabhara Polda Jateng dan Kompol JAP merupakan personel Biro SDM Polda Metro Jaya. Sebelumnya, informasi yang beredar, AKBP ES datang ke Gedung Utama Mabes Polri untuk melakukan suap pada pejabat tinggi di Polri. ES diduga melakukan suap untuk mendapatkan jabatan tertentu. Adapun Kompol JAP diduga sebagai penghubung AKBP ES ke pejabat tinggi Polri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X