Golkar Dukung SBY Minta Maaf ke Singapura dan Malaysia

Kompas.com - 25/06/2013, 13:39 WIB
Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR Siswono Yudhohusodo. SABRINA ASRILWakil Ketua Badan Kehormatan DPR Siswono Yudhohusodo.
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Golkar, Siswono Yudhohusodo, menilai langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta maaf kepada Singapura dan Malaysia terkait kebakaran hutan adalah langkah yang tepat. Pasalnya, Indonesia dianggap tetap bertanggung jawab menjaga dan melindungi kekayaan alamnya sehingga tidak merugikan negara lain.

"Kalau permintaan maaf itu sudah tepat karena bagaimanapun juga tanggung jawab penjaga lingkungan di Indonesia ya kita sendiri, apalagi ini sudah merugikan negara tetangga," ujar Siswono di Kompleks Parlemen, Selasa (25/6/2013).

Siswono bahkan menyebutkan, jika ternyata ada perusahaan luar negeri yang terlibat dalam pembakaran, Indonesia tetap harus bertanggung jawab. Namun, Siswono mengingatkan agar pejabat pemerintah tidak asal berbicara soal tudingan penyebab kebakaran. Hal ini menyusul adanya pernyataan Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya yang menyebut ada delapan perusahaan perkebunan yang terlibat pembakaran hutan untuk perluasan lahan.

"Bagi seorang pejabat pemerintah, begitu menyatakan siapa pelaku pembakaran itu memang tidak boleh sembarangan. Tidak bisa melempar begitu saja. Harus nyatakan nama perusahaan, lokasinya, dan sebagainya mungkin ini maksud Presiden (menegur)," kata Siswono.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin menyampaikan permintaan maaf kepada Singapura dan Malaysia menyusul serbuan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau.

"Saya selaku Presiden RI meminta maaf dan meminta pengertian saudara-saudara kami di Singapura dan di Malaysia," kata Yudhoyono kemarin.

Presiden juga meminta agar seluruh pejabat negara tidak memberikan pernyataan semestinya. Ia memberi contoh pernyataan sejumlah pejabat terkait adanya perusahaan Malaysia dan Singapura yang melakukan pembakaran di Riau.

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya menyebut ada delapan perusahaan yang diduga melakukan pembakaran lahan untuk membuka lahan. Penyelidik dari Kementerian Lingkungan Hidup tengah melakukan penyelidikan ini.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Disorot, Hubungan Antara Komisi Yudisial dengan Mahkamah Agung

    Disorot, Hubungan Antara Komisi Yudisial dengan Mahkamah Agung

    Nasional
    Ketua DPR Minta Pemerintah Sigap Mitigasi dan Tangani Bencana Alam di Sejumlah Daerah

    Ketua DPR Minta Pemerintah Sigap Mitigasi dan Tangani Bencana Alam di Sejumlah Daerah

    Nasional
    Istana Ungkap 5 Langkah untuk Otsus Papua yang Kedua

    Istana Ungkap 5 Langkah untuk Otsus Papua yang Kedua

    Nasional
    Soal Rumah Digeruduk Pengunjuk Rasa, Mahfud: Kali Ini Mereka Ganggu Ibu Saya, Bukan Menko Polhukam

    Soal Rumah Digeruduk Pengunjuk Rasa, Mahfud: Kali Ini Mereka Ganggu Ibu Saya, Bukan Menko Polhukam

    Nasional
    Moeldoko Sebut Kondisi Geografis Jadi Kendala Tumpas Kelompok MIT

    Moeldoko Sebut Kondisi Geografis Jadi Kendala Tumpas Kelompok MIT

    Nasional
    Bila Reuni 212 Tetap Digelar di Monas, Polri Pastikan Bakal Bubarkan

    Bila Reuni 212 Tetap Digelar di Monas, Polri Pastikan Bakal Bubarkan

    Nasional
    BST Jangan Dipakai Buat Beli Rokok, Kemensos: Ini Sesuai Pesan Presiden

    BST Jangan Dipakai Buat Beli Rokok, Kemensos: Ini Sesuai Pesan Presiden

    Nasional
    Jokowi Diminta Tak Dilematis Pilih Pengganti Edhy Prabowo

    Jokowi Diminta Tak Dilematis Pilih Pengganti Edhy Prabowo

    Nasional
    Moeldoko Minta Masyarakat Tak Unjuk Kekuatan Respons Pemeriksaan Rizieq Shihab

    Moeldoko Minta Masyarakat Tak Unjuk Kekuatan Respons Pemeriksaan Rizieq Shihab

    Nasional
    Satgas: Daerah Zona Merah Penularan Covid-19 Naik Hampir 2 Kali Lipat

    Satgas: Daerah Zona Merah Penularan Covid-19 Naik Hampir 2 Kali Lipat

    Nasional
    Keluarga Korban: Pemerintah Mau atau Tidak Tuntaskan Kasus Tragedi Semanggi

    Keluarga Korban: Pemerintah Mau atau Tidak Tuntaskan Kasus Tragedi Semanggi

    Nasional
    Sepanjang Rumah Sakit Declare, Kemenkes: Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Ditanggung Negara

    Sepanjang Rumah Sakit Declare, Kemenkes: Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Ditanggung Negara

    Nasional
    Sepekan, Angka Kematian Akibat Covid-19 Melonjak 35,6 Persen, Jawa Tengah Tertinggi

    Sepekan, Angka Kematian Akibat Covid-19 Melonjak 35,6 Persen, Jawa Tengah Tertinggi

    Nasional
    Usai Bubarkan 10 Lembaga, Menpan RB: Tak Tutup Kemungkinan Institusi Lain Dibubarkan Juga

    Usai Bubarkan 10 Lembaga, Menpan RB: Tak Tutup Kemungkinan Institusi Lain Dibubarkan Juga

    Nasional
    Soal Perbedaan Data Covid-19, Jubir Satgas: Proses Sinkronisasi Butuh Waktu

    Soal Perbedaan Data Covid-19, Jubir Satgas: Proses Sinkronisasi Butuh Waktu

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X