Kompas.com - 25/06/2013, 11:02 WIB
Gedung Bank Indonesia KOMPAS/WISNU WIDIANTOROGedung Bank Indonesia
Penulis Icha Rastika
|
EditorCaroline Damanik


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Bank Indonesia terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century, Selasa (25/6/2013). Informasi mengenai penggeledahan ini dibenarkan Juru Bicara KPK Johan Budi.

"Di BI (Bank Indonesia )," kata Johan, Selasa pagi.

Dari informasi yang diterima Kompas.com, penggeledahan dilakukan di empat direktorat di BI, di antaranya Direktorat Moneter dan Direktorat Pengawasan Perbankan. Sekitar pukul 08.30 WIB, tampak sejumlah mobil tim penyidik KPK berangkat dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Penggeledahan ini merupakan penggeledahan pertama terkait kasus Century. Dalam kasus dugaan korupsi bail out Bank Century, KPK menetapkan Budi sebagai tersangka atas dugaan menyalahgunakan kewenangannya sehingga mengakibatkan kerugian negara.

Saat menjabat sebagai Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa Bank Indonesia, Budi diduga melakukan penyalahgunaan wewenang terkait pemberian FPJP untuk Bank Century dan penetapan Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik.

Terkait penyidikan kasus ini, sejumlah saksi telah diperiksa, di antaranya mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Rudjito, mantan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Firdaus Djaelani, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad, mantan Sekretaris Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) Raden Pardede, Direktur Bidang Stabilitas Sistem Keuangan Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan (DPNP) Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Eksekutif Direktorat Pengawasan Bank 1 BI Adie soesetyantoro, dan Direktur Eksekutif Direktorat Pengawasan Bank 3 BI Heru kristiana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Vaksinasi Covid-19 Sebabkan Stroke, Dokter Otak: Kabar Tersebut Tidak benar

    Vaksinasi Covid-19 Sebabkan Stroke, Dokter Otak: Kabar Tersebut Tidak benar

    Nasional
    Libur Maulid Nabi Digeser untuk Hindari Libur Panjang dan Mobilisasi Besar

    Libur Maulid Nabi Digeser untuk Hindari Libur Panjang dan Mobilisasi Besar

    Nasional
    Survei Litbang Kompas: PDI-P Puncak Elektabilitas Parpol, Gerindra Runner Up

    Survei Litbang Kompas: PDI-P Puncak Elektabilitas Parpol, Gerindra Runner Up

    Nasional
    Survei Litbang Kompas: Ridwan Kamil hingga Ahok Masuk Bursa Capres 2024

    Survei Litbang Kompas: Ridwan Kamil hingga Ahok Masuk Bursa Capres 2024

    Nasional
    Cegah Lonjakan dan Gelombang Ketiga Covid-19,  IDI: PPKM Harus Diperketat

    Cegah Lonjakan dan Gelombang Ketiga Covid-19, IDI: PPKM Harus Diperketat

    Nasional
    Ketum PKB Muhaimin Iskandar Mengaku Siap Jadi Capres 2024

    Ketum PKB Muhaimin Iskandar Mengaku Siap Jadi Capres 2024

    Nasional
    Sidang Perdana Kasus Unlawful Killing Laskar FPI Digelar Senin Ini

    Sidang Perdana Kasus Unlawful Killing Laskar FPI Digelar Senin Ini

    Nasional
    Survei Litbang Kompas: Prabowo dan Ganjar Imbang Elektabilitas Capres 2024, Anies Ketiga

    Survei Litbang Kompas: Prabowo dan Ganjar Imbang Elektabilitas Capres 2024, Anies Ketiga

    Nasional
    Ke Bali, Mensos Risma Beri Bantuan Logistik dan Santunan Korban Gempa Rp 329.189.122

    Ke Bali, Mensos Risma Beri Bantuan Logistik dan Santunan Korban Gempa Rp 329.189.122

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Profil Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin | Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Lonjakan Covid-19

    [POPULER NASIONAL] Profil Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin | Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Lonjakan Covid-19

    Nasional
    Senin Ini Pendaftaran Anggota KPU-Bawaslu 2022-2027 Dibuka, Begini Tahapan Seleksinya...

    Senin Ini Pendaftaran Anggota KPU-Bawaslu 2022-2027 Dibuka, Begini Tahapan Seleksinya...

    Nasional
    Gelombang Ketiga Covid-19 Diprediksi Desember, Pemerintah Lakukan 5 Antisipasi

    Gelombang Ketiga Covid-19 Diprediksi Desember, Pemerintah Lakukan 5 Antisipasi

    Nasional
    Kemenangan Piala Thomas Tanpa Merah Putih, Lembaga Antidoping Indonesia Dinilai Tak Profesional

    Kemenangan Piala Thomas Tanpa Merah Putih, Lembaga Antidoping Indonesia Dinilai Tak Profesional

    Nasional
    Jokowi: Piala Thomas Akhirnya Kembali ke RI Setelah 19 Tahun Menanti

    Jokowi: Piala Thomas Akhirnya Kembali ke RI Setelah 19 Tahun Menanti

    Nasional
    747 Kasus Baru Covid-19, Pelonggaran Pembatasan, dan Potensi Penularan Virus

    747 Kasus Baru Covid-19, Pelonggaran Pembatasan, dan Potensi Penularan Virus

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.