Kompas.com - 24/06/2013, 22:00 WIB
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq menjalani sidang perdana di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/6/2013). Ia menjadi terdakwa kasus dugaan suap kuota impor daging sapi dan tindak pidana pencucian uang. KOMPAS IMAGES/Kristianto PurnomoMantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq menjalani sidang perdana di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/6/2013). Ia menjadi terdakwa kasus dugaan suap kuota impor daging sapi dan tindak pidana pencucian uang.
Penulis Icha Rastika
|
EditorHindra Liauw


JAKARTA, KOMPAS.com
— Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, yang pernah menjadi anggota DPR, disebut menerima sejumlah hadiah dari pengusaha Yudi Setiawan. Menurut surat dakwaan Luthfi, hadiah-hadiah itu diterima dari Yudi terkait kepengurusan proyek yang menjadi kerja sama antara keduanya.

Yudi merupakan tersangka kasus dugaan korupsi Bank BJB (dulu Bank Jabar Banten), kasus yang kini disidik Kejaksaan Agung. Dia juga mendekam di rumah tahanan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan karena menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga dan sarana penunjang pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, tahun 2011.

Menurut surat dakwaan, Yudi memberikan berbagai hadiah kepada Luthfi, mulai dari uang, mobil, hingga paket perjalanan ke Istanbul. Menurut surat dakwaan, pada 8 Mei 2012, Luthfi menerima pembayaran atas pesanan jas miliknya seharga Rp 165 juta. Pembayaran tersebut dilakukan oleh Yudi dengan menggunakan dollar Singapura senilai 20.000 dollar Singapura. “Sisanya dengan menggunakan Citibank credit card,” kata Jaksa KPK Rini Triningsih.

Bukan hanya itu, Luthfi disebut kembali menerima hadiah dari Yudi. Pada 9 Juli 2012, mantan anggota Komisi I DPR itu menerima pemberian 1 unit Toyota FJ Cruiser bernomor polisi B 1340 TJE. “Mobil tersebut dibeli Yudi dari PT Auto One Perkasa Mulia seharga Rp 330 juta ditransfer ke rekening BCA ,sedangkan sisanya Rp 563 juta dibayar dengan cara kredit,” ungkap jaksa.

Kemudian pada Agustus 2012, menurut jaksa, Luthfi menerima pemberian uang Rp 2 miliar sebagai bantuan untuk paket Lebaran. Sebelum pemberian uang Rp 2 miliar itu, kata Jaksa, terdakwa meminta uang paket Lebaran kepada Yudi.

“Kemudian Yudi mengumpulkan uang dari beberapa vendor dalam proyek pengadaan bibit jagung Kementan,” tambah Jaksa Rini. Uang yang sudah dikumpulkan, lanjut Jaksa, dimasukkan ke dalam koper dan diberikan kepada Luthfi melalui orang dekatnya, Ahmad Fathanah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, menurut surat dakwaan, Luthfi pernah menyampaikan kepada Yudi kalau dia memerlukan uang untuk kegiatan perjalanan ke Istanbul, Turki. Saat itu, kata Jaksa, Luthfi menjanjikan Yudi akan mendapatkan proyek yang diurus Ahmad Fathanah. Kemudian Luthfi meminta Yudi memberikan uang senilai Rp 1 miliar.

Surat dakwaan juga menyebutkan, Luthfi menerima uang Rp 4,5 miliar lebih dari Yudi terkait proyek kontingensi di Kementerian Pertanian. Proyek yang akan dilaksanakan pada 2013 itu mencakup beberapa proyek, yakni Bantuan Benih Jagung Hibrida, Bantuan Bio Komposer, Bantuan Pupuk NPK, dan Bantuan Sarana Light Trap dengan nilai pagu anggaran sekitar Rp 452 miliar.

Bukan hanya itu, Luthfi juga menerima uang dari Yudi terkait proyek lainnya, antara lain, proyek pengadaan laboratorium benih padi di Libtang Kementan 2013 senilai Rp 1,7 miliar dan pengadaan bibit kopi 2013 lebih dari Rp 1,9 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    TIPS, TRIK, DAN TUTORIAL
    Pria Perlu Tahu, Ini Jenis Makanan Berprotein yang Bisa Tambah Massa Otot
    Pria Perlu Tahu, Ini Jenis Makanan...
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid Dicegah ke Luar Negeri

    Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid Dicegah ke Luar Negeri

    Nasional
    Masa Jabatan Anies Berakhir 2022, Relawan Siapkan 'Panggung' Baru

    Masa Jabatan Anies Berakhir 2022, Relawan Siapkan "Panggung" Baru

    Nasional
    Kapan Syarat PCR untuk Penumpang Semua Moda Transportasi Berlaku? Ini Penjelasan Satgas

    Kapan Syarat PCR untuk Penumpang Semua Moda Transportasi Berlaku? Ini Penjelasan Satgas

    Nasional
    MK Tolak Uji Formil UU Minerba, Tiga Hakim Sampaikan Perbedaan Pendapat

    MK Tolak Uji Formil UU Minerba, Tiga Hakim Sampaikan Perbedaan Pendapat

    Nasional
    Yakin Ganjar Diusung PDI-P di Pilpres 2024, Relawan Jokowi: Bu Mega Tak Mungkin Mau Partainya Kalah

    Yakin Ganjar Diusung PDI-P di Pilpres 2024, Relawan Jokowi: Bu Mega Tak Mungkin Mau Partainya Kalah

    Nasional
    Kejar Target Vaksinasi, Pemerintah Siapkan Strategi Sosial dan Vaksin Anak 5-11 Tahun

    Kejar Target Vaksinasi, Pemerintah Siapkan Strategi Sosial dan Vaksin Anak 5-11 Tahun

    Nasional
    Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 5-11 Tahun Mulai 2022, 3 Jenis Vaksin Disiapkan

    Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 5-11 Tahun Mulai 2022, 3 Jenis Vaksin Disiapkan

    Nasional
    Satgas Sebut Peningkatan Cakupan Vaksinasi Jadi Tugas Besar Seluruh Pihak

    Satgas Sebut Peningkatan Cakupan Vaksinasi Jadi Tugas Besar Seluruh Pihak

    Nasional
    Nilai Jokowi Butuh Jubir Layaknya Wimar Witoelar, PKB: Cerdas, Paham Urusan, Tidak Berlebihan

    Nilai Jokowi Butuh Jubir Layaknya Wimar Witoelar, PKB: Cerdas, Paham Urusan, Tidak Berlebihan

    Nasional
    Relawan ANIES, Kampanye Lewat Sembako

    Relawan ANIES, Kampanye Lewat Sembako

    Nasional
    Relawan Joman dan Dukungan untuk Ganjar di Pilpres 2024, Dianggap The Next Jokowi

    Relawan Joman dan Dukungan untuk Ganjar di Pilpres 2024, Dianggap The Next Jokowi

    Nasional
    Uji Formil UU Minerba, MK Nyatakan Dalil Pemohon Tidak Beralasan Menurut Hukum

    Uji Formil UU Minerba, MK Nyatakan Dalil Pemohon Tidak Beralasan Menurut Hukum

    Nasional
    Soal Rencana Perekrutan Eks Pegawai KPK Jadi ASN di Kepolisian, Menpan RB Lempar ke Polri

    Soal Rencana Perekrutan Eks Pegawai KPK Jadi ASN di Kepolisian, Menpan RB Lempar ke Polri

    Nasional
    Relawan Anies Klaim Tak Pakai 'Buzzer' untuk Dukung ke Pilpres 2024

    Relawan Anies Klaim Tak Pakai "Buzzer" untuk Dukung ke Pilpres 2024

    Nasional
    Pasal Terkait Penyusunan Amdal dalam UU Cipta Kerja Digugat ke MK

    Pasal Terkait Penyusunan Amdal dalam UU Cipta Kerja Digugat ke MK

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.