Kompas.com - 24/06/2013, 13:14 WIB
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq menjalani sidang perdana di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/6/2013). Ia menjadi terdakwa kasus dugaan suap kuota impor daging sapi dan tindak pidana pencucian uang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOMantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq menjalani sidang perdana di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/6/2013). Ia menjadi terdakwa kasus dugaan suap kuota impor daging sapi dan tindak pidana pencucian uang.
Penulis Icha Rastika
|
EditorKistyarini


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq yang pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat disebut menikah dengan Darin Mumtazah pada 2012. Darin adalah seorang pelajar yang sebelumnya disebut-sebut sebagai istri siri Luthfi.

"Pada sekitar 2012, terdakwa melakukan pernikahan ketiga dengan Darin Mumtazah," kata jaksa Rini Triningsih membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (24/6/2013).

Menurut jaksa, Darin merupakan istri ketiga Luthfi. Sebelumnya, Luthfi menikah dengan Sutiana Astika pada 11 Januari 1984.

Dari pernikahannya dengan Sutiana, kata jaksa, Luthfi dikaruniai 12 anak. Pada 9 September 2000, Luthfi menikah dengan Lusi Tiarani dan memiliki tiga anak.

Data mengenai istri dan anak Luthfi ini digunakan tim jaksa KPK dalam menyusun dakwaan terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Luthfi.

Terkait TPPU, Luthfi diduga menyamarkan hartanya dengan sejumlah cara, di antaranya, melalui transfer dana kepada sejumlah pihak atau membelikan aset yang diatasnamakan orang lain.

Terkait kasus TPPU ini, KPK beberapa kali memanggil Darin untuk diperiksa sebagai saksi. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum kasus ini dilimpahkan ke tahap penuntutan, tim penyidik KPK pernah berupaya menjemput paksa Darin ke rumahnya, tetapi yang bersangkutan juga tidak bisa ditemui di kediamannya.

Kemungkinan, KPK akan menghadirkan Darin sebagai saksi dalam persidangan Luthfi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Menteri PPPA Sebut ASN Perempuan Belum Setara Tempati Puncak Karir

    Menteri PPPA Sebut ASN Perempuan Belum Setara Tempati Puncak Karir

    Nasional
    Jaksa Agung: Jaksa Punya Wewenang Luar Biasa, Gunakan dengan Bijaksana

    Jaksa Agung: Jaksa Punya Wewenang Luar Biasa, Gunakan dengan Bijaksana

    Nasional
    Kejaksaan Sita Aset IM2 Senilai Rp 1,35 Triliun

    Kejaksaan Sita Aset IM2 Senilai Rp 1,35 Triliun

    Nasional
    Harta Kekayaannya Dipertanyakan, Ini Penjelasan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron

    Harta Kekayaannya Dipertanyakan, Ini Penjelasan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron

    Nasional
    Kunjungan Hari Kedua, Jokowi Akan Luncurkan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali dan Hadiri Rapim Kadin

    Kunjungan Hari Kedua, Jokowi Akan Luncurkan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali dan Hadiri Rapim Kadin

    Nasional
    Eks Jubir Pertanyakan Naiknya Harta Kekayaan Pimpinan KPK Nurul Ghufron

    Eks Jubir Pertanyakan Naiknya Harta Kekayaan Pimpinan KPK Nurul Ghufron

    Nasional
    Saat PSI Dinilai Lancang karena Minta Sahroni Mundur dari Ketua Pelaksana Formula E

    Saat PSI Dinilai Lancang karena Minta Sahroni Mundur dari Ketua Pelaksana Formula E

    Nasional
    Kala Risma Dikritik Saat Minta Tunarungu Berbicara…

    Kala Risma Dikritik Saat Minta Tunarungu Berbicara…

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Karantina Perjalanan Luar Negeri Diperpanjang Jadi 10 Hari | Tanggapan Mahfud MD soal Putusan MK tentang UU Cipta Kerja

    [POPULER NASIONAL] Karantina Perjalanan Luar Negeri Diperpanjang Jadi 10 Hari | Tanggapan Mahfud MD soal Putusan MK tentang UU Cipta Kerja

    Nasional
    Profil Hillary Brigitta Lasut, Anggota Termuda DPR yang Minta Ajudan dari TNI

    Profil Hillary Brigitta Lasut, Anggota Termuda DPR yang Minta Ajudan dari TNI

    Nasional
    Jelang Perayaan Natal, Berikut Perincian Aturan dari Kemenag yang Harus Diperhatikan...

    Jelang Perayaan Natal, Berikut Perincian Aturan dari Kemenag yang Harus Diperhatikan...

    Nasional
    Lelang Lukisan Penyandang Disabilitas, Risma: Laku Rp 358.700.000, Uang Dikembalikan ke Seniman

    Lelang Lukisan Penyandang Disabilitas, Risma: Laku Rp 358.700.000, Uang Dikembalikan ke Seniman

    Nasional
    Kasus Covid-19 Masih Bertambah, Pemerintah Larang Pejabat ke Luar Negeri Cegah Varian Omicron

    Kasus Covid-19 Masih Bertambah, Pemerintah Larang Pejabat ke Luar Negeri Cegah Varian Omicron

    Nasional
    Mensos Risma: Saya Ingin Optimalkan Kemampuan Tunarungu, Minimal Bisa Minta Tolong

    Mensos Risma: Saya Ingin Optimalkan Kemampuan Tunarungu, Minimal Bisa Minta Tolong

    Nasional
    BPOM: Vaksin Merah Putih Bakal Diuji Klinis sebagai Booster

    BPOM: Vaksin Merah Putih Bakal Diuji Klinis sebagai Booster

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.