Luthfi Didakwa Terima Rp 1,3 M Terkait Kuota Impor Daging Sapi

Kompas.com - 24/06/2013, 12:01 WIB
Terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq (kiri) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (24/6/2013). Luthffi diajukan ke pengadilan karena diduga terlibat dalam kasus suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. TRIBUNNEWS/Dany PermanaTerdakwa Luthfi Hasan Ishaaq (kiri) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (24/6/2013). Luthffi diajukan ke pengadilan karena diduga terlibat dalam kasus suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.
Penulis Icha Rastika
|
EditorCaroline Damanik


JAKARTA, KOMPAS.com —
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, yang juga mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI, didakwa melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima hadiah atau janji berupa uang Rp 1,3 miliar dari Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman terkait kepengurusan kuota impor daging sapi. Uang tersebut merupakan bagian dari komitmen fee 40 miliar yang dijanjikan kepada Luthfi melalui orang dekatnya, Ahmad Fathanah.

"Padahal, diketahui atau patut diduga hadiah atau janji itu untuk menggerakkan, menggerakkan terdakwa dengan jabatannya selaku anggota DPR dan Presiden PKS dalam memengaruhi pejabat Kementerian Pertanian yang dipimpin Suswono sebagai Menteri Pertanian sekaligus anggota Majelis Syuro PKS," kata jaksa KPK Avni Carolina membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (24/6/2013). Dia didakwa secara alternatif, yakni memuat Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Menurut tim jaksa KPK, pemberian uang Rp 1,3 miliar tersebut dilakukan agar Luthfi memengaruhi pejabat Kementan sehingga memberikan rekomendasi atas permintaan tambahan kuota impor daging sapi sebanyak 10.000 ton yang diajukan PT Indoguna Utama dan anak perusahaannya. Pemberian uang ini, menurut jaksa, dilakukan Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi melalui Fathanah pada 29 Januari 2013.

Tim jaksa KPK menguraikan, Luthfi dan Fathanah sudah bersahabat sejak 1985 atau sejak keduanya sama-sama belajar di Arab Saudi. Keduanya pun sempat berbisnis bersama dengan mendirikan PT Atlas Jaringan Satu. "Terdakwa sebagai komisaris, Fathanah sebagai direktur," tambah jaksa Avni. Karena kedekatan keduanya, Fathanah dikenal sebagai orang kepercayaan Luthfi dan menjadi penghubung atau calo dalam proyek-proyek pemerintah, antara lain proyek di Kementan.

Jaksa KPK mengungkapkan, pemberian uang Rp 1,3 miliar itu berawal saat Fathanah mengadakan pertemuan dengan Maria dan pengusaha Elda Devianne Adiningrat. Dalam pertemuan tersebut, Maria menyampaikan permintaan agar dibantu mengurus tambahan kuota impor daging sapi.

Fathanah pun mempertemukan Maria dengan Luthfi. Pada 28 Desember, kedua belah pihak bertemu di Restoran Agus Steak House Senayan. "Dalam rangka meloloskan pengajuan kuota impor daging sapi tersebut, pada 28 Desember, Fathanah mempertemukan terdakwa (Luthfi) dengan Elda dan Maria di Agus Steak House," ujar jaksa Avni.

Dalam pertemuan itu, menurut jaksa, Maria meminta agar Luthfi membantunya mengurus penerbitan rekomendasi Kementan atas tambahan kuota impor daging sapi sebanyak 8.000 ton. Permintaan ini pun, menurut jaksa, disanggupi Luthfi dengan mengarahkan Maria untuk menyiapkan data-data sebagai bahan diskusi dengan Menteri Pertanian Suswono. Luthfi pun setuju untuk mempertemukan Maria dengan Suswono.

Selanjutnya, Fathanah meminta Maria agar menyiapkan akomodasi dan transportasi untuk pertemuan dengan Mentan. Fathanah juga meminta disiapkan uang Rp 300 juta untuk keperluan Luthfi. Hingga pada 11 Januari 2013, terjadi pertemuan di Medan antara Suswono dengan Maria.

Pertemuan di Medan

Dalam pertemuan di Medan tersebut, menurut jaksa, Luthfi memperkenalkan Maria kepada Suswono. Maria pun, lanjut jaksa, menyampaikan data kebutuhan daging sapi yang intinya mendorong Mentan untuk menambah kuota impor daging sapi serta menyampaikan adanya praktik jual beli impor daging sapi.

Halaman:
Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Saat Jumlah Pasien Covid-19 yang Dinyatakan Sembuh Pecahkan Rekor

    Saat Jumlah Pasien Covid-19 yang Dinyatakan Sembuh Pecahkan Rekor

    Nasional
    Saat DPR Menilik Transaksi Keuangan dan Karakter Calon Tunggal Kapolri...

    Saat DPR Menilik Transaksi Keuangan dan Karakter Calon Tunggal Kapolri...

    Nasional
    Rekor Penambahan Kasus Covid-19 4 Hari Berturut-turut dan Kurang Maksimalnya Upaya Pencegahan Pemerintah

    Rekor Penambahan Kasus Covid-19 4 Hari Berturut-turut dan Kurang Maksimalnya Upaya Pencegahan Pemerintah

    Nasional
    Komnas HAM Ungkap Ada Anggota Laskar FPI Tertawa-tawa Saat Bentrok dengan Polisi

    Komnas HAM Ungkap Ada Anggota Laskar FPI Tertawa-tawa Saat Bentrok dengan Polisi

    Nasional
    7 Catatan LPSK untuk Calon Kapolri Listyo Sigit, Kekerasan oleh Polisi hingga Terorisme

    7 Catatan LPSK untuk Calon Kapolri Listyo Sigit, Kekerasan oleh Polisi hingga Terorisme

    Nasional
    Fokus Tanggap Darurat Bencana, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

    Fokus Tanggap Darurat Bencana, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

    Nasional
    Kopaska Temukan Paspor dan Kalung Salib Pramugari NAM Air yang Jadi Penumpang SJ 182

    Kopaska Temukan Paspor dan Kalung Salib Pramugari NAM Air yang Jadi Penumpang SJ 182

    Nasional
    Lima Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Kembali Teridentifikasi, Total 29 Orang

    Lima Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Kembali Teridentifikasi, Total 29 Orang

    Nasional
    Komnas HAM Imbau Publik Tak Perlu Berdebat di Medsos soal Bentrok Polisi dengan Laskar FPI

    Komnas HAM Imbau Publik Tak Perlu Berdebat di Medsos soal Bentrok Polisi dengan Laskar FPI

    Nasional
    Cegah Covid-19, Kepala BNPB Imbau Pengungsi Kelompok Rentan Dipisahkan

    Cegah Covid-19, Kepala BNPB Imbau Pengungsi Kelompok Rentan Dipisahkan

    Nasional
    Bencana di Tengah Pandemi, BNPB Ingatkan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

    Bencana di Tengah Pandemi, BNPB Ingatkan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

    Nasional
    Mendengarkan (Kembali) Suara Rakyat

    Mendengarkan (Kembali) Suara Rakyat

    Nasional
    BNPB Ingatkan Masyarakat Waspadai Cuaca Buruk

    BNPB Ingatkan Masyarakat Waspadai Cuaca Buruk

    Nasional
    UPDATE 17 Januari: Ada 145.482 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 17 Januari: Ada 145.482 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE BNPB: Korban Meninggal Dunia Gempa Majene Jadi 73 Orang, 27.850 Warga Mengungsi

    UPDATE BNPB: Korban Meninggal Dunia Gempa Majene Jadi 73 Orang, 27.850 Warga Mengungsi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X