Jelang Sidang, Fathanah Ditemani Istrinya

Kompas.com - 24/06/2013, 10:55 WIB
Tersangka, Ahmad Fathanah dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5/2013). Ia bersama mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, Menteri Pertanian, Suswono dan Maharani, bersaksi dalam kasus dugaan suap kuota impor daging sapi dengan terdakwa Juward Effendi dan Arya Abdi Effendi.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKATersangka, Ahmad Fathanah dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5/2013). Ia bersama mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, Menteri Pertanian, Suswono dan Maharani, bersaksi dalam kasus dugaan suap kuota impor daging sapi dengan terdakwa Juward Effendi dan Arya Abdi Effendi.
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Di ruang tunggu terdakwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kepengurusan kuota impor daging sapi Ahmad Fathanah ditemani sang istri Sefti Sanustika, Senin (24/6/2013). Fathanah tengah menanti sidang perdananya dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh tim jaksa penuntut umum.

Dari balik jendela ruangan, keduanya tampak terus berbincang-bincang. Fathanah mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna coklat.

Pria yang diduga telah mengalirkan dana ke sekitar 40 perempuan ini datang hanya selang beberapa menit setelah tersangka Luthfi Hasan Ishaaq datang diantar mobil tahanan KPK. Menurut jadwal, Fathanah akan menjalani sidang perdana setelah Luthfi.

Untuk diketahui, persidangan hari ini menggagendakan pembacaan surat dakwaan. Tim jaksa KPK saat ini tengah membacakan surat dakwaan Luthfi, kemudian Fathanah dalam persidangan yang terpisah. KPK menetapkan Luthfi dan Fathanah sebagai tersangka atas dugaan menerima pemberian hadiah atau janji terkait kepengurusan kuota impor daging sapi. Dalam pengembangannya, KPK juga menjerat keduanya dengan pasal tindak pidana pencucian uang.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Rekor Penambahan Kasus Covid-19 4 Hari Berturut-turut dan Kurang Maksimalnya Upaya Pencegahan Pemerintah

    Rekor Penambahan Kasus Covid-19 4 Hari Berturut-turut dan Kurang Maksimalnya Upaya Pencegahan Pemerintah

    Nasional
    Komnas HAM Ungkap Ada Anggota Laskar FPI Tertawa-tawa Saat Bentrok dengan Polisi

    Komnas HAM Ungkap Ada Anggota Laskar FPI Tertawa-tawa Saat Bentrok dengan Polisi

    Nasional
    7 Catatan LPSK untuk Calon Kapolri Listyo Sigit, Kekerasan oleh Polisi hingga Terorisme

    7 Catatan LPSK untuk Calon Kapolri Listyo Sigit, Kekerasan oleh Polisi hingga Terorisme

    Nasional
    Fokus Tanggap Darurat Bencana, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

    Fokus Tanggap Darurat Bencana, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

    Nasional
    Kopaska Temukan Paspor dan Kalung Salib Pramugari NAM Air yang Jadi Penumpang SJ 182

    Kopaska Temukan Paspor dan Kalung Salib Pramugari NAM Air yang Jadi Penumpang SJ 182

    Nasional
    Lima Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Kembali Teridentifikasi, Total 29 Orang

    Lima Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Kembali Teridentifikasi, Total 29 Orang

    Nasional
    Komnas HAM Imbau Publik Tak Perlu Berdebat di Medsos soal Bentrok Polisi dengan Laskar FPI

    Komnas HAM Imbau Publik Tak Perlu Berdebat di Medsos soal Bentrok Polisi dengan Laskar FPI

    Nasional
    Cegah Covid-19, Kepala BNPB Imbau Pengungsi Kelompok Rentan Dipisahkan

    Cegah Covid-19, Kepala BNPB Imbau Pengungsi Kelompok Rentan Dipisahkan

    Nasional
    Bencana di Tengah Pandemi, BNPB Ingatkan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

    Bencana di Tengah Pandemi, BNPB Ingatkan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan

    Nasional
    Mendengarkan (Kembali) Suara Rakyat

    Mendengarkan (Kembali) Suara Rakyat

    Nasional
    BNPB Ingatkan Masyarakat Waspadai Cuaca Buruk

    BNPB Ingatkan Masyarakat Waspadai Cuaca Buruk

    Nasional
    UPDATE 17 Januari: Ada 145.482 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 17 Januari: Ada 145.482 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE BNPB: Korban Meninggal Dunia Gempa Majene Jadi 73 Orang, 27.850 Warga Mengungsi

    UPDATE BNPB: Korban Meninggal Dunia Gempa Majene Jadi 73 Orang, 27.850 Warga Mengungsi

    Nasional
    UPDATE 17 Januari: 11.287 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, DKI Terbanyak

    UPDATE 17 Januari: 11.287 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, DKI Terbanyak

    Nasional
    UPDATE 17 Januari: 46.138 Spesimen Diperiksa terkait Covid-19

    UPDATE 17 Januari: 46.138 Spesimen Diperiksa terkait Covid-19

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X