Kompas.com - 24/06/2013, 09:53 WIB
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq hadir dalam persidangan kasus korupsi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2013). Luthfi dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi dengan terdakwa Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES RODERICK ADRIAN MOZESMantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq hadir dalam persidangan kasus korupsi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2013). Luthfi dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi dengan terdakwa Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Penulis Icha Rastika
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga mantan Anggota DPR RI, Luthfi Hasan Ishaaq, dipastikan siap menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (24/6/2013). Dalam persidangan hari ini, tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi akan membacakan surat dakwaan. Pengacara Luthfi, Zainuddin Paru, mengaku sudah membaca salinan surat dakwaan jaksa KPK setebal 84 halaman.

"Delapan puluh empat, nanti lihat saja," ucap Paru di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Mengenai isi surat dakwaan, Paru sebelumnya mengungkapkan, perbuatan pidana yang didakwakan jaksa KPK sama dengan sangkaan penyidik KPK terhadap Luthfi. KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka atas dugaan menerima pemberian hadiah atau janji terkait kepengurusan kuota impor daging sapi. Luthfi disangka melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam pengembangannya, KPK juga menjerat Luthfi dengan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang, yakni Pasal 3, atau Pasal 4, atau Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Saat ditanya apakah pihak Luthfi akan langsung mengajukan eksepsi atau nota keberatan selepas dakwaan dibacakan, Paru mengungkapkan pihaknya akan memberikan kesempatan kepada jaksa terlebih dahulu. Artinya, pihak Luthfi akan mengajukan eksepsi pada persidangan berikutnya.

"Kita kasih kesempatan jaksa dulu," ujarnya.

Paru juga kembali mengungkapkan bahwa kliennya akan didampingi tim dokter selama menjalani persidangan. Luthfi didampingi dokter karena sakit ambeien yang dideritanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tentunya ada dokter KPK, dia kan masih dalam observasi dokter," kata Paru.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, Bioskop Boleh Buka dengan Ketentuan Khusus

    Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, Bioskop Boleh Buka dengan Ketentuan Khusus

    Nasional
    Tak Lagi Diatur di Inmendagri, Ini Aturan Perjalanan Naik Kereta-Pesawat Selama PPKM

    Tak Lagi Diatur di Inmendagri, Ini Aturan Perjalanan Naik Kereta-Pesawat Selama PPKM

    Nasional
    Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara, KPK Nyatakan Pikir-pikir

    Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara, KPK Nyatakan Pikir-pikir

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Bagaimana Aturan Masuk Tempat Wisata?

    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Bagaimana Aturan Masuk Tempat Wisata?

    Nasional
    Kasus Penanganan Perkara di KPK, Azis Syamsuddin Segera Disidang

    Kasus Penanganan Perkara di KPK, Azis Syamsuddin Segera Disidang

    Nasional
    Ketum PBNU: Tanggal Pelaksanaan Muktamar Diputuskan Pekan Ini

    Ketum PBNU: Tanggal Pelaksanaan Muktamar Diputuskan Pekan Ini

    Nasional
    9 Rekomendasi IDAI Terkait Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

    9 Rekomendasi IDAI Terkait Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

    Nasional
    Adu Jotos Prajurit Marinir Vs Raider, Mabes TNI: Sedang Diproses Hukum

    Adu Jotos Prajurit Marinir Vs Raider, Mabes TNI: Sedang Diproses Hukum

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Warteg-Kafe Masih Berlakukan Waktu Makan

    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Warteg-Kafe Masih Berlakukan Waktu Makan

    Nasional
    Kasus Dugaan Suap di Kolaka Timur, Kepala BPBD Anzarullah Segera Disidang

    Kasus Dugaan Suap di Kolaka Timur, Kepala BPBD Anzarullah Segera Disidang

    Nasional
    Saat Komnas HAM Anggap KPI Pusat Gagal Jamin Keamanan Pekerja dari Perundungan dan Pelecehan Seksual

    Saat Komnas HAM Anggap KPI Pusat Gagal Jamin Keamanan Pekerja dari Perundungan dan Pelecehan Seksual

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali hingga 13 Desember, Ini Aturan Terbaru Masuk Mal

    PPKM Jawa-Bali hingga 13 Desember, Ini Aturan Terbaru Masuk Mal

    Nasional
    Aturan Terbaru Tempat Ibadah Selama PPKM Level 1, 2, dan 3 di Jawa-Bali

    Aturan Terbaru Tempat Ibadah Selama PPKM Level 1, 2, dan 3 di Jawa-Bali

    Nasional
    PPKM Level 2 di 10 Daerah Jabodetabek, Ini Rincian Aturan untuk Aktivitas Masyarakat

    PPKM Level 2 di 10 Daerah Jabodetabek, Ini Rincian Aturan untuk Aktivitas Masyarakat

    Nasional
    Kemenkes: Varian Omicron Mengelabui Imunitas Tubuh dan Turunkan Efikasi Vaksin Covid-19

    Kemenkes: Varian Omicron Mengelabui Imunitas Tubuh dan Turunkan Efikasi Vaksin Covid-19

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.