Kompas.com - 24/06/2013, 09:36 WIB
Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq dibawa ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (31/1/2013). Lutffi diperiksa KPK terkait dugaan korupsi proyek impor daging sapi.  TRIBUNNEWS/DANY PERMANAPresiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq dibawa ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (31/1/2013). Lutffi diperiksa KPK terkait dugaan korupsi proyek impor daging sapi.
Penulis Icha Rastika
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq tiba di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (24/6/2013), untuk menjalani sidang perdananya. Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu merupakan tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kepengurusan kuota impor daging sapi.

Saat tiba di Gedung Pengadilan Tipikor, Luthfi yang tampak mengenakan batik ungu lengan panjang itu mengaku siap untuk mengikuti sidang perdana. Dia juga mengaku sehat untuk mengikuti persidangan hari ini.

"Sehat," ucap Luthfi singkat.

Kepada wartawan, Luthfi pun membantah sakit ambeien.

"Enggak, saya cuma periksa saja kemarin," ujarnya.

Sementara pengacara Luthfi, Zainuddin Paru, mengatakan kliennya akan didampingi tim dokter selama menjalani persidangan. Menurut Paru, ambeien Luthfi sudah sampai pada tahap stadium tiga dan masih membutuhkan pengawasan dokter.

"Tentunya ada dokter KPK, dia kan masih dalam observasi dokter," kata Paru.

Sebelumnya, Luthfi beberapa kali dibawa ke rumah sakit karena sakit ambeien. Juru Bicara KPK Johan Budi sebelumnya mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan dokter, Luthfi disarankan untuk menjalani operasi. Namun, menurut Johan, Luthfi menolak dioperasi.

KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka atas dugaan menerima pemberian hadiah atau janji terkait kepengurusan kuota impor daging sapi. Luthfi disangka melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Dalam pengembangannya, KPK juga menjerat Luthfi dengan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang, yakni Pasal 3, atau Pasal 4, atau Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Hari ini, Luthfi dijadwalkan mendengarkan pembacaan surat dakwaan tim jaksa penuntut umum KPK. Mengenai dakwaannya, Luthfi enggan berkomentar dulu. Dia berjanji akan bicara seusai sidang pembacaan dakwaan.

"Nanti saja habis sidang, habis sidang saya bicara," tandasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Menkes: Jakarta, Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

    Menkes: Jakarta, Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

    Nasional
    Menkes Budi: Antivirus Covid-19 dari Pfizer Datang Februari 2022

    Menkes Budi: Antivirus Covid-19 dari Pfizer Datang Februari 2022

    Nasional
    Luhut Minta Waspadai Varian Omicron, Peningkatan Kasus di Jakarta Bisa Lebih Tinggi

    Luhut Minta Waspadai Varian Omicron, Peningkatan Kasus di Jakarta Bisa Lebih Tinggi

    Nasional
    UPDATE 16 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,51 Persen

    UPDATE 16 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 57,51 Persen

    Nasional
    UPDATE 16 Januari: Ada 8.605 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 16 Januari: Ada 8.605 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 16 Januari: 710 Pasien Covid-19 Selesai Isolasi

    UPDATE 16 Januari: 710 Pasien Covid-19 Selesai Isolasi

    Nasional
    Luhut Tegaskan Belum Ada Kasus Kematian Covid-19 Akibat Varian Omicron

    Luhut Tegaskan Belum Ada Kasus Kematian Covid-19 Akibat Varian Omicron

    Nasional
    UPDATE 16 Januari: 166.505 Orang Diperiksa Covid-19, Positivity Rate 2,87 Persen

    UPDATE 16 Januari: 166.505 Orang Diperiksa Covid-19, Positivity Rate 2,87 Persen

    Nasional
    Wapres Minta Pelaku Kejahatan Seksual Dihukum Seberat-beratnya

    Wapres Minta Pelaku Kejahatan Seksual Dihukum Seberat-beratnya

    Nasional
    UPDATE 16 Januari: Bertambah 3, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.170 Jiwa

    UPDATE 16 Januari: Bertambah 3, Kasus Kematian Covid-19 Jadi 144.170 Jiwa

    Nasional
    Ingatkan Peningkatan Kasus Covid-19, Luhut Sebut Transmisi Lokal Lebih Tinggi

    Ingatkan Peningkatan Kasus Covid-19, Luhut Sebut Transmisi Lokal Lebih Tinggi

    Nasional
    UPDATE 16 Januari: Bertambah 855, Kini Ada 4.271.649 Kasus Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 16 Januari: Bertambah 855, Kini Ada 4.271.649 Kasus Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Antisipasi Puncak Kasus Omicron, Wapres Minta Warga Tidak Pergi ke Luar Negeri Dulu

    Antisipasi Puncak Kasus Omicron, Wapres Minta Warga Tidak Pergi ke Luar Negeri Dulu

    Nasional
    Kasus Harian Covid-19 Tembus 1.000, Luhut: Penegakan Prokes-Vaksinasi Itu Sangat Penting

    Kasus Harian Covid-19 Tembus 1.000, Luhut: Penegakan Prokes-Vaksinasi Itu Sangat Penting

    Nasional
    Airlangga Sebut Jokowi Setuju Jumlah Penonton MotoGP Mandalika 100.000 Orang

    Airlangga Sebut Jokowi Setuju Jumlah Penonton MotoGP Mandalika 100.000 Orang

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.