PKS: Kami Tak Berkoalisi dengan Jubir Presiden

Kompas.com - 21/06/2013, 11:57 WIB
Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES RODERICK ADRIAN MOZESPresiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Meski banyak pernyataan tentang tamatnya kontrak PKS bersama koalisi, namun partai yang kini dipimpin oleh Anis Matta itu tetap menunggu putusan resmi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pimpinan koalisi. Sikap itu diambil karena PKS merasa berkoalisi dengan SBY, bukan dengan partai atau pihak lainnya.

"PKS tidak berkoalisi dengan Demokrat, PPP, PAN atau lainnya, apalagi dengan Julian (Juru Bicara Presiden). PKS berkoalisi dengan Pak SBY," kata Juru Bicara PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi pada Jumat (21/6/2013).

Sementara, anggota majelis syuro PKS Refrizal menganggap santai pernyataan Julian yang meminta PKS keluar dari koalisi tersebut. "Ya, engga apa-apalah kayak gitu," kata Refrizal.

Sebelumnya, Ketua DPP PKS Aboebakar Alhabsy menyayangkan banyak pihak yang ikut berkomentar terkait nasib partainya di koalisi. Ia menuding semua komentar itu tidak kompeten karena dilontarkan oleh pihak yang sebenarnya tak memiliki wewenang.

Anggota Komisi III DPR itu menyoroti komentar yang keluar dari Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha yang meminta PKS mundur dari koalisi. Menurutnya, tak pantas seorang juru bicara Presiden ikut memberikan pernyataan politik.

Selain itu, ia juga mengkritik Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf yang mendorong PKS hengkang dari koalisi. Baginya, pernyataan-pernyataan itu tak pantas dikeluarkan kecuali oleh pimpinan koalisi Susilo Bambang Yudhoyono.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dampak Pandemi Covid-19, Masyarakat Kembali Hidupkan Jamu Tradisional

    Dampak Pandemi Covid-19, Masyarakat Kembali Hidupkan Jamu Tradisional

    Nasional
    Kemendagri Tegur 67 Kepala Daerah yang Belum Jalankan Rekomendasi Sanksi Netralitas ASN

    Kemendagri Tegur 67 Kepala Daerah yang Belum Jalankan Rekomendasi Sanksi Netralitas ASN

    Nasional
    Jokowi Dukung Seniman dan Budayawan Tetap Berkreasi Saat Pandemi

    Jokowi Dukung Seniman dan Budayawan Tetap Berkreasi Saat Pandemi

    Nasional
    La Nina, Sejumlah Daerah Berpotensi Banjir pada November 2020 hingga Januari 2021

    La Nina, Sejumlah Daerah Berpotensi Banjir pada November 2020 hingga Januari 2021

    Nasional
    KPK Kembangkan Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi

    KPK Kembangkan Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi

    Nasional
    Megawati: 270 Calon Kepala Daerah Bukan Saya yang Pilih, Semua Berembuk

    Megawati: 270 Calon Kepala Daerah Bukan Saya yang Pilih, Semua Berembuk

    Nasional
    Megawati: Ngapain Demo kalau Merusak, Mending Bisa kalau Disuruh Ganti

    Megawati: Ngapain Demo kalau Merusak, Mending Bisa kalau Disuruh Ganti

    Nasional
    Penyuap Nurhadi Ditangkap, MAKI Kini Tagih KPK Tangkap Harun Masiku

    Penyuap Nurhadi Ditangkap, MAKI Kini Tagih KPK Tangkap Harun Masiku

    Nasional
    Ingatkan Kader Milenial Tak Cuma Mejeng, Megawati: Cari Makan Bisa di Tempat Lain

    Ingatkan Kader Milenial Tak Cuma Mejeng, Megawati: Cari Makan Bisa di Tempat Lain

    Nasional
    Ingatkan Kader Mulai Program Tanaman Pendamping Beras, Mega: Ini karena Saya Cinta Rakyat

    Ingatkan Kader Mulai Program Tanaman Pendamping Beras, Mega: Ini karena Saya Cinta Rakyat

    Nasional
    Mahfud Minta Masyarakat Tak Anarkistis Tanggapi Pernyataan Presiden Perancis

    Mahfud Minta Masyarakat Tak Anarkistis Tanggapi Pernyataan Presiden Perancis

    Nasional
    Tegaskan Pernyataan, Megawati Kini Bertanya Berapa Banyak Anak Muda Tolong Rakyat

    Tegaskan Pernyataan, Megawati Kini Bertanya Berapa Banyak Anak Muda Tolong Rakyat

    Nasional
    Kurang dari Sebulan, Jumlah Pasien RSD Wisma Atlet Turun Lebih dari 50 Persen

    Kurang dari Sebulan, Jumlah Pasien RSD Wisma Atlet Turun Lebih dari 50 Persen

    Nasional
    UPDATE: 3.143 Kasus Baru Covid-19 di 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 750

    UPDATE: 3.143 Kasus Baru Covid-19 di 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 750

    Nasional
     Wiku Adisasmito: Penanganan Covid-19 di Indonesia Lebih Baik dari Rata-rata Dunia

    Wiku Adisasmito: Penanganan Covid-19 di Indonesia Lebih Baik dari Rata-rata Dunia

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X