"Kalau Menikah Baik-baik, Ngomong Baik-baik Juga kalau Ada Masalah"

Kompas.com - 19/06/2013, 16:24 WIB
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersikap tegas terkait posisi PKS di koalisi. Ketegasan Presiden diperlukan agar tidak ada pihak yang dibuat bingung.

"Seharusnya, inisiatif itu dari pimpinan (SBY). Dia yang harus menjelaskan kenapa kita bersatu, kita berpisah. Bukan cuma kepada PKS, tapi juga kepada yang lain karena saya lihat yang lain juga bingung," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Anggota Komisi III DPR ini menyampaikan, sebagai pimpinan koalisi, seharusnya Presiden SBY bisa lebih berperan sebagai pemimpin yang baik, memulai dan mengakhiri koalisi dengan cara-cara yang baik.

"Kasarnya itu ngomong baik-baiklah. Kalau dulu pacarannya baik-baik, menikahnya baik-baik. Sebagai lelaki yang bertanggung jawab, ngomong juga baik-baik kalau ada masalah. Itu begitu etikanya," ujarnya.

Seperti diketahui, friksi PKS dengan barisan koalisi kembali mencuat saat pemerintah menggelontorkan rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. PKS dengan tegas menolak kebijakan itu, termasuk menolak postur APBN-P versi pemerintah dalam rapat paripurna. Dari pihak koalisi, belum ada sikap tegas menyikapi manuver PKS. Pengamat politik menilai, SBY tidak akan mendepak PKS dan memilih untuk memeliharanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kejagung Terima Berkas Emirsyah Satar dari KPK, Bisa Jadi Bukti Usut Korupsi Garuda Indonesia

    Kejagung Terima Berkas Emirsyah Satar dari KPK, Bisa Jadi Bukti Usut Korupsi Garuda Indonesia

    Nasional
    Politik Ala Anies dan Giring, Saling Sindir Saling Untung

    Politik Ala Anies dan Giring, Saling Sindir Saling Untung

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Hanya Kabupaten Pamekasan yang Berstatus Level 3

    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Hanya Kabupaten Pamekasan yang Berstatus Level 3

    Nasional
    Karpet Merah Indonesia untuk Varian Omicron, Pemerintah Terlalu Percaya Diri?

    Karpet Merah Indonesia untuk Varian Omicron, Pemerintah Terlalu Percaya Diri?

    Nasional
    KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Laporkan LHKPN Sebelum 31 Maret 2022

    KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Laporkan LHKPN Sebelum 31 Maret 2022

    Nasional
    KPK Sita Rp 36 Miliar dari Terdakwa Proyek Pembangunan Jalan di Bengkalis

    KPK Sita Rp 36 Miliar dari Terdakwa Proyek Pembangunan Jalan di Bengkalis

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Sekolah Boleh Tatap Muka atau Pembelajaran Jarak Jauh

    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Sekolah Boleh Tatap Muka atau Pembelajaran Jarak Jauh

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Pintu Masuk Kedatangan Internasional Hanya dari 8 Titik ini

    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Pintu Masuk Kedatangan Internasional Hanya dari 8 Titik ini

    Nasional
    Setahun Berlalu, Ini Perkembangan Terbaru Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu

    Setahun Berlalu, Ini Perkembangan Terbaru Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu

    Nasional
    Mulai 2023, Tak Akan Ada Tenaga Honorer di Instansi Pemerintah, Ini Gantinya...

    Mulai 2023, Tak Akan Ada Tenaga Honorer di Instansi Pemerintah, Ini Gantinya...

    Nasional
    Kesaksian Azis Syamsuddin: Khilaf Beri Uang hingga Tampik Terlibat Korupsi di Lampung Tengah

    Kesaksian Azis Syamsuddin: Khilaf Beri Uang hingga Tampik Terlibat Korupsi di Lampung Tengah

    Nasional
    Mahfud Beberkan Dugaan Barang Selundupan di Proyek Satelit Militer Kemenhan

    Mahfud Beberkan Dugaan Barang Selundupan di Proyek Satelit Militer Kemenhan

    Nasional
    Rapat Hingga Dini Hari, Pansus Putuskan RUU IKN Disahkan Selasa

    Rapat Hingga Dini Hari, Pansus Putuskan RUU IKN Disahkan Selasa

    Nasional
    Kemendagri Terbitkan 2 Aturan Perpanjangan PPKM untuk Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali

    Kemendagri Terbitkan 2 Aturan Perpanjangan PPKM untuk Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali

    Nasional
    Saat Panglima Andika Memastikan Pangkostrad Baru Jenderal TNI Bintang Dua..

    Saat Panglima Andika Memastikan Pangkostrad Baru Jenderal TNI Bintang Dua..

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.