Ada Anggaran Lapindo, "Everybody Happy, Everybody Lucky" - Kompas.com

Ada Anggaran Lapindo, "Everybody Happy, Everybody Lucky"

Kompas.com - 19/06/2013, 13:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto, mengatakan, adanya alokasi anggaran untuk penanganan lumpur Lapindo dalam RAPBN-P yang baru disahkan DPR patut dicurigai sebagai deal politik di level petinggi partai. Setelah disahkan, diketahui bahwa salah satu pos yang dianggarkan adalah untuk penanganan lumpur Lapindo sebesar Rp 155 miliar. Pengesahan RAPBN-P pada Senin (17/6/2013) lalu lebih banyak berkutat pada kontroversi seputar pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

"Patut dicurigai sebagai deal politik level elite partai, sebagai kompensasi dukungan," kata Gun Gun.

Menurutnya, ada peluang transaksional dalam proses politik pengesahan APBN Perubahan 2013 meski proses yang dipertontonkan parlemen kepada publik hanya sebuah drama politik dan bukan politik yang secara substansi pro rakyat.

"Para politisi, terutama mitra koalisi, hanya pro pada kepentingan untuk mengamankan posisi dan jatah politik masing-masing. Hanya agar everybody happy, everybody lucky," ujarnya.

Pengalokasian anggaran untuk Lapindo disinyalir menjadi "mahar" untuk Golkar agar setuju pada pengesahan APBN-P 2013.

Dalam APBN-P yang telah disahkan terdapat alokasi anggaran kompensasi jika pemerintah jadi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Adapun alokasi untuk penanggulangan lumpur Lapindo tertuang dalam Pasal 9 Rancangan Undang-Undang (RUU) Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2013.

Pasal tersebut menyebutkan, "Untuk kelancaran upaya penanggulangan lumpur Lapindo, alokasi dana pada Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Tahun Anggaran 2013."

Alokasi dana itu dapat digunakan untuk pelunasan pembayaran pembelian tanah dan bangunan di luar peta area terdampak pada tiga desa, yakni Desa Besuki, Desa Kedungcangring, dan Desa Pejarakan serta di sembilan rukun tetangga di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Siring, Kelurahan Jatirejo, dan Kelurahan Mindi. Poin berikutnya menyebutkan bahwa alokasi itu diatur untuk bantuan kontrak rumah dan pembayaran pembelian tanah dan bangunan di luar peta area terdampak lainnya pada 66 rukun tetangga, yaitu Kelurahan Mindi, Kelurahan Gedang, Desa Pamotan, Desa Kalitengah, Desa Gempolsari, Desa Glagaharum, Desa Besuki, Desa Wunut, Desa Ketapang, dan Kelurahan Porong.

Selanjutnya, dalam rangka penyelamatan perekonomian dan kehidupan sosial kemasyarakatan di sekitar tanggul lumpur Lapindo, anggaran belanja yang yang dialokasikan pada BPLS Tahun Anggaran 2013 dapat digunakan untuk kegiatan mitigasi penanggulangan semburan lumpur, termasuk penangangan tanggul utama ke Kali Porong yang mengalirkan lumpur dari tanggul utama ke Kali Porong.

Partai Demokrat membantah dan menjamin tak ada mahar politik dengan partai tertentu dalam APBN Perubahan 2013. Alokasi anggaran Rp 115 miliar dalam APBNP 2013 perlu digelontorkan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried Dwi Wedhaswary

    Terkini Lainnya

    Berita Terpopuler: Prabowo Merasa Dibenci

    Berita Terpopuler: Prabowo Merasa Dibenci

    Nasional
    BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir di Jabodetabek Hari Ini

    BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir di Jabodetabek Hari Ini

    Megapolitan
    Sidang Vonis terhadap Aman Abdurrahman Digelar Hari Ini

    Sidang Vonis terhadap Aman Abdurrahman Digelar Hari Ini

    Megapolitan
    Tak Puas dengan Jawaban soal Pansela, Ida Fauziah Bilang 'Ya Sudah Gus Yasin Kalau Jawabnya Begitu'

    Tak Puas dengan Jawaban soal Pansela, Ida Fauziah Bilang "Ya Sudah Gus Yasin Kalau Jawabnya Begitu"

    Regional
    Berita Populer: Penjelasan Najib Razak soal Hartanya, hingga Penjara Belanda Kekurangan Tahanan

    Berita Populer: Penjelasan Najib Razak soal Hartanya, hingga Penjara Belanda Kekurangan Tahanan

    Internasional
    Menyamar Jadi Fans Piala Dunia, Imigran Ilegal Mencoba Masuk Uni Eropa

    Menyamar Jadi Fans Piala Dunia, Imigran Ilegal Mencoba Masuk Uni Eropa

    Internasional
    Pantau 'Quick Count' Kompas pada Pilkada Jabar, Jateng, dan Jatim

    Pantau "Quick Count" Kompas pada Pilkada Jabar, Jateng, dan Jatim

    Nasional
    Jelang Pilkada, PGI Imbau Umat Kristen Bijak Gunakan Media Sosial

    Jelang Pilkada, PGI Imbau Umat Kristen Bijak Gunakan Media Sosial

    Nasional
    Menhub Targetkan Penemuan Korban KM Sinar Bangun Lebih Optimal

    Menhub Targetkan Penemuan Korban KM Sinar Bangun Lebih Optimal

    Nasional
    Pelapor Yakin Anggota DPR Herman Hery adalah Pelaku Pengeroyokan

    Pelapor Yakin Anggota DPR Herman Hery adalah Pelaku Pengeroyokan

    Megapolitan
    Faisal Basri: Sekarang Aneh, Banyak yang Lebih Mau Jadi Cawapres daripada Capres

    Faisal Basri: Sekarang Aneh, Banyak yang Lebih Mau Jadi Cawapres daripada Capres

    Nasional
    Pemberontak Houthi Bersumpah Rebut Kembali Bandara Hodeidah

    Pemberontak Houthi Bersumpah Rebut Kembali Bandara Hodeidah

    Internasional
    PGI: Umat Kristen Jangan Bersikap Apatis Pilih Kepala Daerah

    PGI: Umat Kristen Jangan Bersikap Apatis Pilih Kepala Daerah

    Nasional
    Trump akan Bertemu Ratu Elizabeth II dalam Kunjungan Pertamanya ke Inggris

    Trump akan Bertemu Ratu Elizabeth II dalam Kunjungan Pertamanya ke Inggris

    Internasional
    Basarnas Perluas Pencarian Korban KM Sinar Bangun hingga 10 Kilometer

    Basarnas Perluas Pencarian Korban KM Sinar Bangun hingga 10 Kilometer

    Nasional

    Close Ads X