Luthfi Hasan Jadi Soal Ujian, PKS: Ini Pembunuhan Karakter

Kompas.com - 19/06/2013, 10:59 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil menilai, dimasukkannya kasus mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dalam soal ujian SMK di Bogor adalah sebuah pembunuhan karakter. Ia meminta agar pencetus ide soal dalam ujian Bahasa Indonesia itu segera diusut.

"Menurut saya, ini tendensius dan pembunuhan karakter karena proses hukum LHI sendiri belum selesai. Harus segera diusut siapa pencetus ide soal ini dan apa motifnya?" ujar Nasir di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Nasir mengaku terkejut ada soal yang menyebut nama mantan Presiden PKS tersebut. Menurutnya, patut dipertanyakan karena dari sekian banyak perkara hukum yang tengah bergulir, mengapa harus nama Luthfi Hasan Ishaaq yang dimasukkan dalam soal ujian pelajar.

"Kenapa harus LHI? Kenapa enggak Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng? Menurut saya, ini tidak etis kalau seorang pelajar dihadapkan pada pertanyaan ini meski soalnya lebih pada struktur kalimat," ucap Nasir.

Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, dimuatnya nama Luthfi dalam soal ujian bisa saja dilanjutkan ke jalur hukum oleh pengacara Luthfi.

"Kalau pengacara Luthfi tahu dia bisa gugat panitia ujian atau siapa pun yang punya ide ini," tukas Nasir.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam ujian Bahasa Indonesia tingkat XI SMK di Kabupaten Bogor terdapat contoh kalimat tentang penyitaan mobil Luthfi Hasan Ishaaq.

Pada soal bernomor 50, tertulis:
Upaya KPK menyita mobil mewah mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, kemarin gagal... Kalimat tersebut dapat disingkat dengan menghilangkan pernyataan di bawah ini, kecuali...
a. menyita mobil
b. Luthfi Hasan Ishaaq
c. kemarin
d. mantan
e. gagal

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Yuri: Terapkan Protokol Kesehatan Bukan Karena Anjuran Pemerintah!

    Yuri: Terapkan Protokol Kesehatan Bukan Karena Anjuran Pemerintah!

    Nasional
    TNI-Polri Janji Kedepankan Humanisme Saat Mengawal New Normal

    TNI-Polri Janji Kedepankan Humanisme Saat Mengawal New Normal

    Nasional
     591 Pasien Covid-19 Sembuh Hari Ini, Rekor Tertinggi Sejak Kasus Perdana

    591 Pasien Covid-19 Sembuh Hari Ini, Rekor Tertinggi Sejak Kasus Perdana

    Nasional
    Pemerintah: Hampir 80 Persen Kasus Positif Covid-19 Tak Bergejala Sama Sekali

    Pemerintah: Hampir 80 Persen Kasus Positif Covid-19 Tak Bergejala Sama Sekali

    Nasional
    UPDATE 7 Juni: Pemerintah Telah Periksa 405.992 Spesimen Covid-19

    UPDATE 7 Juni: Pemerintah Telah Periksa 405.992 Spesimen Covid-19

    Nasional
    UPDATE 7 Juni: Ada 40.370 ODP dan 14.197 PDP

    UPDATE 7 Juni: Ada 40.370 ODP dan 14.197 PDP

    Nasional
    UPDATE 7 Juni: Tambah 50, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.851 Orang

    UPDATE 7 Juni: Tambah 50, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.851 Orang

    Nasional
    UPDATE 7 Juni: Tambah 672, Kasus Covid-19 di Indonesia Jadi 31.186

    UPDATE 7 Juni: Tambah 672, Kasus Covid-19 di Indonesia Jadi 31.186

    Nasional
    UPDATE 7 Juni: Tambah 591 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 10.498

    UPDATE 7 Juni: Tambah 591 Orang, Pasien Covid-19 yang Sembuh Kini 10.498

    Nasional
    Metode Belajar Berubah Saat Pandemi, Akademisi: Kenali Sisi Positifnya

    Metode Belajar Berubah Saat Pandemi, Akademisi: Kenali Sisi Positifnya

    Nasional
    Jelang New Normal, KPAI Minta Pemerintah Subsidi Kuota Internet dan Fasilitas Pembelajaran Daring

    Jelang New Normal, KPAI Minta Pemerintah Subsidi Kuota Internet dan Fasilitas Pembelajaran Daring

    Nasional
    Olahraga Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Jokowi Ajak Masyarakat Tingkatkan Imun di Tengah Pandemi

    Olahraga Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Jokowi Ajak Masyarakat Tingkatkan Imun di Tengah Pandemi

    Nasional
    Minta Tracking Covid-19 Diperbanyak, Menko PMK Harap Uji Spesimen Bisa Mencapai 30.000 Per Hari

    Minta Tracking Covid-19 Diperbanyak, Menko PMK Harap Uji Spesimen Bisa Mencapai 30.000 Per Hari

    Nasional
    Tekan Emisi Karbon dalam Pembangunan, ASN Perlu Pahami Ekonomi Hijau

    Tekan Emisi Karbon dalam Pembangunan, ASN Perlu Pahami Ekonomi Hijau

    Nasional
    Pola Pengajaran Konvensional di Tengah Pandemi Dinilai Picu Episentrum Besar

    Pola Pengajaran Konvensional di Tengah Pandemi Dinilai Picu Episentrum Besar

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X