Raskin Ditambah Jadi 30 Kg Per bulan

Kompas.com - 18/06/2013, 18:13 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah akan menambah jatah beras miskin (raskin) sebanyak 15 kilogram per bulan untuk keluarga miskin jika harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsdi dinaikkan. Dengan demikian, satu keluarga akan mendapat 30 kilogram raskin setiap bulan.

Wakil Presiden Boediono mengatakan, raskin akan diberikan dua kali dalam sebulan, masing-masing 15 kg. Tahap pertama sudah diberikan. "Nanti tahap kedua, Insya Allah, kita selesaikan akhir bulan ini," kata Wapres di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (18/6/2013).

Selain raskin, ada kompensasi lainnya, yakni program keluarga harapan, beasiswa untuk pelajar miskin, dan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) seperti tercantum dalam UU APBN Perubahan 2013 yang baru disahkan DPR. Semua kompensasi itu dapat dicairkan dengan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) di kantor pos. Sekitar 15,5 juta keluarga akan mendapat KPS.

Wapres mengatakan, PKH sebagian bisa dicairkan Juni dan beasiswa pada Juli. Adapun BLSM baru bisa dicairkan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan kenaikan harga BBM. Belum dipastikan kapan harga baru premium dan solar mulai berlaku.

Secara terpisah, Presiden kembali mengatakan bahwa kenaikan harga BBM terpaksa dilakukan untuk menjaga kesehatan fiskal dan APBN. Di sisi lain, kelompok miskin tetap dilindungi dengan pemberian kompensasi.

Presiden mengatakan, pemerintah terus berusaha menjaga kestabilan harga minyak mentah di tingkat nasional maupun global. Jika harga minyak turut memengaruhi ekonomi nasional dan dunia.

"Kita atasi hulunya agar semua tidak menjadi korban. Teruslah tekun memikirkan masa depan karena nanti yang berterima kasih bukan generasi sekarang, tapi generasi anak cucu kita," kata Presiden.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X