Kompas.com - 18/06/2013, 13:42 WIB
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertarungan keras antarcalon anggota legislatif dalam Pemilu 2014 membuat caleg dan partai politik memutar otak. Untuk menghindari terjadinya kanibalisasi, mereka pun melakukan pembagian wilayah. Dengan demikian, perebutan suara secara sengit dapat dihindari.

Tantowi Yahya dari Partai Golkar mengakui tidak menyangka pertarungan di daerah pemilihan (dapil) DKI III (Jakarta Utara, Jakarta Barat, Kepulauan Seribu) akan sesengit itu. Di dapil itu ada Adang Daradjatun (PKS), Marzuki Alie (Demokrat), Jane Shalimar (Nasdem), Jeremy Thomas (PAN), dan David Chalik (Hanura). ”Nama besar belum tentu dapat suara. Pengalaman 2009, Mandra dan Agung Laksono tak mendapat suara cukup. Justru lebih berbahaya caleg yang tidak populer, tetapi punya jaringan,” kata Tantowi, Senin (17/6).

Agar tidak saling ”memakan”, Nurul Arifin, caleg dari Partai Golkar, berusaha berbagi dengan rekan separtai (Ade Komarudin) di dapil Jawa Barat VII (Bekasi, Purwakarta, Karawang). ”Namun, konstituen sering sulit diberi pemahaman bahwa saya tak bisa berkunjung ke suatu wilayah karena ada perjanjian dengan Ade Komarudin,” kata Nurul.

Eva Kusuma Sundari, politisi dari PDI-P yang akan kembali bertarung di Pemilu 2014 dari dapil Jawa Timur VI (Blitar, Kediri, Tulungagung), mengaku membuat pembagian wilayah dengan caleg lain dari partainya, yaitu Pramono Anung dan Djarot Saiful. Pembagian wilayah itu bahkan telah dilakukan sejak Pemilu 2009.

Namun, pembagian wilayah itu tidak kaku. Seorang caleg juga dapat masuk daerah lain asal meminta izin koordinator wilayah. ”Saya pernah masuk Blitar untuk pengorganisasian seniman dan kelompok kepentingan di sana, tetapi struktur tetap dipegang Djarot. Pramono juga pernah minta izin masuk Tulungagung,” ujar Eva.

Pembagian wilayah juga dilakukan Malik Haramain, caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa nomor urut satu dari dapil Jatim II (Probolinggo dan Pasuruan), dengan Faisol Riza, caleg nomor urut dua dari PKB untuk dapil itu. Langkah tersebut diharapkan dapat mempertahankan dua kursi PKB di Pemilu 2009 di dapil itu.

”Pembagian saya dengan Riza tidak berdasarkan kota/kabupaten, tetapi kecamatan dan bahkan desa. Dia tidak masuk di daerah yang saya telah masuk, demikian sebaliknya. Jika ada daerah yang sama-sama belum kami masuki, akan didekati caleg PKB lainnya,” ujarnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Malik juga intensif menjalin komunikasi dengan caleg dari partai lain di dapil Jatim II, misalnya Soepriyatno (Gerindra) dan Mustofa (PPP). ”Kami sering bersama menghadiri acara di dapil untuk menciptakan pemilu damai. Namun, di antara kami tidak ada kesepakatan pembagian wilayah kerja,” kata Malik.

Wakil Ketua Bidang Politik, Pemerintahan, Hukum, dan Keamanan PKS Agoes Poernomo mengatakan, partainya mengeluarkan aturan, kampanye dikoordinasi partai. Menurut Ketua Fraksi PKS di DPR Hidayat Nur Wahid, partainya merasa tidak perlu menghadirkan kondisi saling bersaing di internal.

”Sengketa antarcalon anggota legislatif dalam tubuh internal partai sudah dimulai. Ini sudah diprediksi jauh-jauh hari. Yang terpenting siapa yang akan menyelesaikannya,” ujar Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Titi Anggraini. Karena itu, bibit kanibalisme di internal parpol hendaknya sungguh-sungguh dibereskan terlebih dahulu.

Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Panglima TNI: Percepatan Vaksinasi Jadi Strategi Tekan Kasus Covid-19 di Kudus

    Panglima TNI: Percepatan Vaksinasi Jadi Strategi Tekan Kasus Covid-19 di Kudus

    Nasional
    Satgas Covid-19 Percepat Proses Penelusuran untuk Temukan Varian Baru Jadi 1 Minggu

    Satgas Covid-19 Percepat Proses Penelusuran untuk Temukan Varian Baru Jadi 1 Minggu

    Nasional
    Sidang UU Cipta Kerja, antara Penjelasan DPR dan Presiden Soal Proses Pembentukan UU

    Sidang UU Cipta Kerja, antara Penjelasan DPR dan Presiden Soal Proses Pembentukan UU

    Nasional
    Wapres Harap Konsumen Indonesia Pilih Produk Dalam Negeri dari UMKM

    Wapres Harap Konsumen Indonesia Pilih Produk Dalam Negeri dari UMKM

    Nasional
    Kasus Covid-19 di Kompleks Parlemen Merebak, DPR Batasi Kehadiran Rapat dan Tiadakan Kunker

    Kasus Covid-19 di Kompleks Parlemen Merebak, DPR Batasi Kehadiran Rapat dan Tiadakan Kunker

    Nasional
    Lonjakan Kasus Covid-19, PBNU Minta Umat Ibadah di Rumah dan Hindari Kerumunan

    Lonjakan Kasus Covid-19, PBNU Minta Umat Ibadah di Rumah dan Hindari Kerumunan

    Nasional
    Covid-19 Melonjak, Satgas: Perketat Prokes, Kita Tak Tahu di Mana Potensi Penularan

    Covid-19 Melonjak, Satgas: Perketat Prokes, Kita Tak Tahu di Mana Potensi Penularan

    Nasional
    Kunjungi Lapas Tangsel, Komisi III DPR Sampaikan 3 Isu Utama

    Kunjungi Lapas Tangsel, Komisi III DPR Sampaikan 3 Isu Utama

    Nasional
    Pengamat: Buronan Adelin Lis Bisa Dipulangkan dengan Pengawalan Kejagung di Pesawat Komersial

    Pengamat: Buronan Adelin Lis Bisa Dipulangkan dengan Pengawalan Kejagung di Pesawat Komersial

    Nasional
    Upaya Pemulangan Adelin Lis ke Jakarta dan Momentum Buka Kasus Kehutanan yang Terbengkalai

    Upaya Pemulangan Adelin Lis ke Jakarta dan Momentum Buka Kasus Kehutanan yang Terbengkalai

    Nasional
    Satgas: Apa Pun Varian Virus Corona, yang Perlu Dilakukan Perketat Protokol Kesehatan

    Satgas: Apa Pun Varian Virus Corona, yang Perlu Dilakukan Perketat Protokol Kesehatan

    Nasional
    Kasus Covid-19 Melonjak, Kombinasi Mobilitas Penduduk dan Varian Baru Virus Corona

    Kasus Covid-19 Melonjak, Kombinasi Mobilitas Penduduk dan Varian Baru Virus Corona

    Nasional
    KPK Sebut Belum Terima LHKPN KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa

    KPK Sebut Belum Terima LHKPN KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa

    Nasional
    Kasus Covid-19 Merebak di DPR: 11 Anggota Positif, 3 Komisi Tiadakan Rapat Secara Fisik

    Kasus Covid-19 Merebak di DPR: 11 Anggota Positif, 3 Komisi Tiadakan Rapat Secara Fisik

    Nasional
    10 Daerah Ini Hampir Mendekati Zona Merah, Satgas Beri Peringatan Dini

    10 Daerah Ini Hampir Mendekati Zona Merah, Satgas Beri Peringatan Dini

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X